(002) Akhirnya pindah juga ke Jakarta..

September 2007 saya mulai bekerja di Jakarta sebagai Assistant to President Director, di sebuah perusahaan pertambangan batu bara yang pada saat itu baru berjalan 3 tahun, jadi  masih dalam tahap perijinan dan eksplorasi. Sebetulnya untuk seseorang yang tak menyukai kota besar seperti Jakarta, aneh juga akhirnya saya memutuskan relokasi ke Jakarta. Tapi saya pikir coba dulu saja, nanti kalau tidak betah pindah lagi.

Semakin lama saya bekerja di sini, semakin banyak saya belajar tentang dunia pertambangan. Saya jadi menyukai bidang baru ini yang tentu sangat berbeda dengan lingkungan industri sepatu olahraga di mana saya bekerja sebelumnya. Di sini pula awal saya mulai bepergian naik pesawat (ternyata seperti naik bis ya..hehehe..). Perusahaan ini berkantor pusat di Jakarta dan lokasi tambangnya di Kalimantan Timur. Jadi kadang saya harus pergi ke Kalimantan juga.

Dan seperti dugaan sebelumnya, setelah 6 bulan saya mulai merasa tidak betah di Jakarta. Saya merasa cape dengan hiruk pikuk kota besar sehingga memutuskan pindah dan mencari pekerjaan baru. Entah berapa ratus lamaran yang dikirim sampai akhirnya sebuah perusahaan tambang lainnya minta saya datang untuk wawancara dan psikotes. Posisi yang dilamar adalah untuk ditempatkan di mine site di Kalimantan Timur. Waktu itu saya tidak tahu apapun mengenai perusahaan ini jadi saya tanya rekan di kantor dan dia bilang: “Ini salah satu pemain besar, bagus banget kalau kamu bisa lolos!” Hmmm.., menarik..:-)

Dan datanglah saya ke tempat wawancara tersebut di sebuah recruitment agency (perusahaan ini menggunakan jasa agency ini untuk psikotes) di sekitar Jakarta Selatan. Waktu itu hari Selasa, September 2008, sedang bulan Ramadhan, saya pergi ke wawancara ini dengan penuh perjuangan karena tidak gampang dapat ijinnya (tentunya saya tidak bilang mau pergi wawancara..hehehe..), dan lokasinya itu jauh dari tempat saya kerja di daerah Jakarta Utara. Tibalah saya di tempat wawancara tepat waktu. Dan apa yang terjadi…, salah satu petugas agensi di situ bilang bahwa wawancara dan psikotes sudah selesai di hari sebelumnya (Senin).., dan semua personil HRD dari perusahaan tambang tersebut sudah kembali ke Kaltim! Ohhh…tidaaaakkk..!?!

Ini pasti ada yang salah! Saya ngotot ke petugas tersebut bahwa jadwal saya adalah Selasa, bukan Senin, seperti yang disepakati dengan orang HRD-nya melalui telpon. Orang agensi tidak bisa memutuskan (mereka mungkin maunya saya pergi saja, lewat sudah), tapi saya bersikeras. Akhirnya mereka minta saya telpon langsung pimpinan HRD-nya (saya pikir..‘oh..please..yang bener aja’)  Tapi ya sudahlah, saya bicara dengan bapak HRD tersebut dan protes berat dengan situasi itu. Akhirnya saya diijinkan hanya untuk ikut psikotes, dan tidak bisa wawancara karena itu hanya dilakukan oleh pihak HRD perusahaan (yang saat itu sudah pulang SEMUA ke Kaltim..ohhh..sial..!) Dan ternyata ada satu pelamar yang bernasib sama, tapi mbak itu sepertinya sudah mau menyerah pulang saja begitu dibilang proses wawancara sudah selesai. Gara-gara insiden ini, psikotes dimulai 1,5 jam telat dengan suasana hati yang kesal dan suasana badan yang haus (kan lagi puasa..hehehe..)

Usut punya usut, ternyata ada miskomunikasi di antara personil HRD perusahaan tambang tersebut. Orang yang memberi saya jadwal Selasa lupa mengabari saya kembali ketika jadwal mereka berubah menjadi sampai Senin saja.. Ya ampuuunnn…!

Tunggu punya tunggu selama 3 bulan tak ada kabar hasil tes.. Ya sudahlah.., tak lulus mungkin.. Kebetulan saat itu salah satu mantan bos di Bandung yang juga sahabat saya, tanya apa saya tertarik untuk balik ke dunia industri sepatu dan gabung dengan dia di pabrik sepatu di Tangerang. Saya bilang ya, dengan pertimbangan Tangerang mungkin tak sehiruk pikuk Jakarta. Dan ternyata saya SALAH!

Meski Tangerang ternyata memusingkan, terutama daerah industrinya, saya tetap jalani kerja di pabrik tersebut dengan jabatan yang bagus dan mengundurkan diri dari perusahan tambang di Jakarta. Beberapa minggu setelah itu, tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba si perusahaan tambang dari Kaltim telpon dan tanya apa saya bisa datang untuk tes bahasa Inggris dan wawancara (yang 4 bulan sebelumnya terlewatkan gara-gara miskomunikasi). Saya hanya bisa teriak jengkel: Aaaaarrggghhh.., kemana aja selama ini…!!!! Ini teriakan dalam hati tentunya, karena akhirnya saya bilang, ya bisa datang..hehehe..

Alhamdulillah.., tes bahasa Inggris lisan/tulisan dan wawancara dengan bapak HRD (yang waktu itu saya telpon dengan gencarnya) berjalan lancar. Setelah urusan resmi selesai, bapak itu yang ternyata bisa bahasa Sunda, sambil bercanda, tanya saya (dalam bahasa Sunda) begini: “Neng.., sebetulnya apa sih tujuan kamu bekerja..?” Saya jawab, sambil bercanda juga: “Cari jodoh, Pak..” Dan dia bilang: “Oh itu mah gampang, Neng.. Di site banyak kandidat.., pasti ketemu” Terus saya bilang: “Wah beneran nih, Pak.. Baguslah kalau begitu..” Padahal waktu itu saya belum dinyatakan diterima bekerja.. Hmmm..heran juga..

Dan tak ada yang menyangka percakapan tersebut pada akhirnya menjadi kenyataan yang sungguh di luar dugaan..

Bersambung…

 

 

 

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “(002) Akhirnya pindah juga ke Jakarta..

    • Hahaha..gimana ya secara usaha gitu loh… Tapi itu emang jawaban dari hati nurani yg paling dalam loh..karena aku sering dikira wanita karier yg gak butuh punya suami.., padahal kan emang belum nemu aja waktu itu..hehehe..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s