XS to XL…

Belakangan ini ada satu hal yang bikin saya agak risau gundah gulana saat akan bertemu teman-teman lama: pakai baju apa ya yang kira-kira akan menginspirasi orang untuk TIDAK memulai obrolan dengan “Emmmmmyyyy…!!! koq kamu gendut sih sekarang..?!?” Menyebalkan, bukan? Mengapa tidak tanya kabar saja, kemudian mungkin kerja di mana, tinggal di mana, dan sejumlah pertanyaan standar lainnya. Tapi begitulah, kadang kita sengaja atau tidak sengaja mengajukan pertanyaan tak penting dengan pemilihan rangkaian kata yang sedemikian rupa sehingga maknanya jadi kurang nyaman di telinga (dan di hati..hehehe..) Balik ke urusan berat badan, saya sendiri tidak tahu pasti mengapa ukuran baju bisa berubah dari XS ke XL dalam kurun waktu 10 tahun ini. Pola makan dan aktivitas masih sama. Tidak ada kegiatan luar biasa pada tubuh saya, seperti hamil/melahirkan, yang mungkin jadi penyebab. Oke mungkin saya makan terlalu banyak makan red meat (daging sapi dan domba) dan cemilan di suatu periode, tapi saya membuangnya dengan olahraga rutin, bahkan saat ini saya nyaris vegetarian. Dan menurut apa yang saya lihat di kaca, saya memang tak setipis dulu, tapi juga tidak bisa dibilang cocok jadi peserta The Biggest Loser (tahu ‘kan acara reality show ini..) Atau apa ini penyangkalan saya saja..hehehe.. Dan inilah penampakan saya di 2004 (kiri) dan 2014 (kanan)..

IMG_1096

Sebetulnya saya tak terlalu khawatir soal berat badan, yang penting sehat dan tidak obesitas. Hanya penasaran, apa yang berubah dengan tubuh saya (selain ukuran tentunya)? Apa penyebabnya? Barangkali umur ya… Saya pernah baca, tubuh manusia itu ibarat mesin, semakin tua semakin lamban proses kerjanya (jadi ingat laptop tua Vaio-ku yang malang.., yang NYARIS saya jewer gara-gara super lamban..hehehe..) Proses kerja tubuh dalam mengolah energi untuk mendukung kehidupan, atau biasa disebut metabolisme, melambat seiring bertambahnya usia seseorang. Itu mungkin sebabnya mengapa tubuh kita cenderung menimbun lemak dan merasa mudah lelah seiring waktu, meski pola makan dan aktivitas relatif sama. Jadi kesimpulannya? Saya sudah tua..! Ohh..tidaaakkk..!!! Gubrak! Hahaha… Tapi dipikir-pikir, siapa sih yang tidak menua di muka bumi ini… Semua orang sih.., tapi mengapa cuma badan saya yang melebar..?!? Tapi sudahlah, saya terima kenyataan ini..hiks..hiks.. Dan seperti kata D’Masiv di salah satu lagunya: “…syukuri apa yang ada, hidup hanya sementara…” Jadi kita harus banyak bersyukur, termasuk mensyukuri kelebihan lemak ini, anggap saja sebagai bagian dari cadangan energi nasional.. Halaahhh..apa lagi.., hehehe.. Jadi bagaimana iniiii…? Saya harus pakai baju yang manaaaa..?? Hahaha…!!!

Advertisements

4 thoughts on “XS to XL…

  1. Hi Em,
    Itu masalah klasik perempuan… orang bilang itu “middle age spread….” 🙂 saya juga gitu, dalam 10 tahun terakhir, berat badan cuma naik 3 kilo, mustinya ga terlalu pengaruh ke ukuran baju, tapi yang ada adalah kayak kamu, dari XS ke L…. kok bisa???? 😦

    Liked by 1 person

    • Iya koq bisa..😧? Tapi buatku ya sudahlah.., umurku udah mau kepala empat juga.., sudah “berdamai” dengan body image..😄 Yang aku sebel tuh sebetulnya reaksi orang-orang sekitar, dulu waktu masih XS orang-orang ngomong aku terlalu kurus.., sekarang udah jadi XL bilang aku gendut sambil tersenyum penuh kemenangan.. Kenapa juga kalo ketemu tuh cukup nanya apa kabar aja gitu.. Aku aja gak pernah mikirin berat badan orang lain..(curhat deh jadinya..😄)

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s