(005) Kesan pertama di tempat baru..

Seminggu pertama saya tinggal di kompleks karyawan, saya perhatikan bahwa kompleks ini diposisikan mengitari lapangan golf 18 holes yang sangat terawat, dilengkapi dengan 3 gedung pertemuan (ukuran S,M,L, 1 mesjid yang cukup untuk jamaah se-RW, 2 kolam renang (yang satu ada minimarket-nya, satunya lagi ada pool bar-nya), 1 gym/fitness centre, 2 lapangan tenis, beberapa set peralatan tenis meja, 1 lapangan bola/cricket, 1 lapangan basket, 1 lapangan squash indoor, 1 lapangan bulutangkis, 1 lapangan rugby, 1 kantin karyawan dengan konfigurasi restoran prasmanan, klinik perusahaan, sekolah internasional (setingkat SD saja), dan tentunya kantor staf akomodasi

Fasiltas-fasilitas tersebut nampak sudah cukup berumur tapi terawat. Kelihatannya semua diatur supaya karyawan dapat bersosialisasi dan berinteraksi sehingga tidak terlalu merasa terisolasi di tempat terpencil ini. Sebetulnya di pulau besar berpenduduk sedikit seperti Kalimantan, masih banyak daerah yang lebih terpencil, tapi bagi “buruh migran” seperti saya yang datang dari hiruk pikuknya pulau Jawa, Sangatta ini masuk kategori ‘terpencil’, tapi tidak terisolasi. Setidaknya itulah pendapat saya. Kompleks ini sendiri terletak di daerah pesisir, lebih dekat ke bandara dan pelabuhan daripada ke pusat keramaian kota di mana para penduduk kota ini umumnya tinggal. Waktu tempuh ke pusat kota sekitar 30 menit berkendara.

Saya suka tipe akomodasi yang disediakan. Pertama, lokasinya yang lebih dekat ke lokasi kantor saya. Kedua, bentuk bangunannya yang berupa rumah panjang terbuat dari kayu, yang terdiri dari 4 kamar tidur beserta kamar mandi masing-masing di dalam, dan beranda di depan kamar, semua pintu kamar tidur menghadap ke lapangan golf. Tapi belakangan saya tahu bahwa ini hanya akomodasi sementara, menunggu kamar kosong di kompleks mess karyawan yang dekat kota. Kompleks perumahan yang ini sebetulnya dialokasikan untuk staf senior dan tamu perusahaan. Saya dan sebagian besar rekan-rekan di divisi tersebut yang tinggal di komplek ini nantinya akan direlokasi ke mess di kota karena kami umumnya staf menengah. Ini suatu rencana yang karena satu dan lain hal pada akhirnya tak pernah jadi kenyataan…

Seminggu pertama masuk kerja juga diisi dengan city tour dan beraneka rupa training. Ya betul city tour, putar-putar keliling kota hampir setiap hari diantar staf admin dari divisi tempat saya kerja, atas perintah Pak Bos, sang Aussie expats itu. Sebelumnya tiap pagi saya bertemu dia dulu, briefing sana sini terutama mengenai serah terima tugas dari personil sebelumnya yang saat itu sudah pindah jabatan jadi supervisor Admin divisi. Yang lucu, entah bagaimana ceritanya si Pak Bos mendapat kesan bahwa saya adalah semacam gadis kota yang kemungkinan besar akan segera merasa tidak betah tinggal/bekerja di tempat jauh seperti itu, sehingga setiap pagi dia selalu bertanya serius: “Are doing okay? You still enjoy being here? Not missing the big city life, the malls, clubbing, fancy restaurants, etc? Not feeling homesick just yet?” Padahal saya selalu menunjukkan antusiasme dan semangat ’45 selama masa orientasi tersebut. Heran…

Minggu kedua masa orientasi, Pak Bos agak panik ketika menyadari saya belum bisa menyetir mobil. Sambil bercanda, saya bilang begini: “Now you can send me back home to Java..” Eh..dia menanggapi serius: “No, I’ll send you to the driving school in the safety department. Then, ask the Admin staff to help you get a driving license at the local police office..” Haaa…?!? Rupanya punya kemampuan menyetir di sini sangat esensial karena area perusahaan yang sangat luas dan berpencar. Itu sebabnya semua orang (termasuk para bos besar yang kalau di Jakarta pasti punya sopir sendiri) diharapkan bisa pergi sendiri tanpa perlu diantar sopir perusahaan yang jumlahnya sangat terbatas itu. Di semua tempat kerja saya sebelumnya, pergi ke dept. HR mungkin hanya pergi ke gedung sebelah, tapi di sini bisa berarti ke desa sebelah. Ditambah lagi lokasi divisi tempat saya kerja berada di dekat jetty/pelabuhan/bandara, terpisah dari hampir semua divisi lainnya. Seru, kan..?

Hal menarik lainnya mengenai kesan pertama adalah karyawan perempuan adalah minoritas! Perawan di sarang penyamun..? Semacam itulah..hehehe.. Ini perubahan drastis bagi saya yang lebih sering berada di lingkungan kerja mayoritas perempuan. Saya ingat hari-hari pertama masuk ke kantor dan kantin karyawan, semua mata (para karyawan pria) langsung mengamati saya dengan seksama. Para pria di sini rupanya lebih ekspresif menunjukkan keingintahuan mereka tentang rekan kerja (wanita) yang baru..hahaha…!!! Tapi tentunya masih dalam batas kesopanan..

Dan yang paling membuat saya bersemangat adalah.., setiap hari ada buffet breakfast dan buffet dinner! Yaayyyy..!! Saya suka sekali makan ala prasmanan begini. Saya suka coba sedikit dari semua makanan yang ada. Tapi selain itu, saya dan makanan pada dasarnya memang ‘berteman baik’…hehehe.. Semangat makan yang kadang agak lebay inilah yang membuat ukuran baju pindah dari XS ke XL dalam 2 tahun (tidak mengherankan…), ย dan mengubah marital statusย  dari singleย (100% single, jangankan calon suami.., pacar, gebetan, taksiran, dll pun tak punya) ke married dalam waktu 9 bulan.. Lho…?!? Koq bisa..?!?

Bersambung..

 

Advertisements

9 thoughts on “(005) Kesan pertama di tempat baru..

  1. saya ingat kunjungan pertama saya ke sebuah perusahaan tambang di Kepulauan Halmahera, waktu itu ada tugas survey wilayah karena perusahaan tersebut minta support network ..saya juga seperti dirimu cewek sendirian naik heli loh dan sebelumnya dari Manado ke Halmahera naik NYAMAN AIR saya masih ketawa ketiwi ingat itu twin otter kecil lalu sampai disana ke kantor nya naik heli lagi.. tinggal di semacam VIP Guest room di hutan belantara yang dalamnya lengkap… tapi cowok semua..dan kalau makan ya itu tadi ada menu intl juga ada, buffet gitu deh… tapi aku ngeri sih soalnya aku sendiri cewek.. sempat terbesit dalam hati kayaknya enak deh kerja di site gini gaji gede cutinya banyak kan ada 3 bulan 3 minggu off ya..ekh lupa deh tapi intinya banyak libur soalnya kalo kerja kayak saya skrg cutinya cuma 2 minggu setahun…………….

    Like

    • Ya persis seperti yang kamu alami itu, dan semua yang terbersit di pikiranmu mengenai betapa enaknya kerja di tempat seperti itu.., itu semua benar..terutama soal gaji..hahaha.. Gajiku hampir 3x lipat dari apa yg diterima di Jakarta utk posisi yg sama.. Belum lagi hampir semua kebutuhan sehari2 ditanggung perusahaan, akomodasi, transportasi, makan..sehari2, uang cuti, uang tiket..dll Jadi gaji utuh, paling buat beli pulsa dan make up aja..hehehe..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s