(008) Slow motion and fast forward…

Bagi saya Juni 2009 terasa lama bagaikan adegan slow motion di film Hollywood setelah kepergian M di akhir Mei…(OK, agak lebay sih, tapi intinya: lama…hehehe) Di minggu pertama perasaan saya masih campur aduk. Tapi di minggu kedua saya putuskan untuk kembali jadi orang yang berpikir rasional dan bersikap realistis. Sederhana saja, jika M memang jodoh saya, dia akan kembali, kalau bukan, berarti akan ada pria lain yang datang. Oleh karena itu, kehidupan harus berjalan seperti biasa.

Sementara itu Pak Bos di kantor tampaknya mendengar apa yang terjadi. Maklum, kumpulan expatriate di site camp lingkungannya lebih kecil sehingga berita di antara mereka lebih cepat menyebar. Hari itu kami membahas agenda kerja harian dan delegasi tugas ke wakilnya selama dia cuti ke Australia untuk dua minggu. Dan kemudian dia berkata: “I heard what happened to your boyfriend… Are you okay?” Saya pikir, perhatian juga si Pak Bos ini, saya jawab: “Yes, thanks… We’re good, he’s off site for awhile but we still talk…”

Ya betul, kami masih tersambung ternyata, sejak hari pertama M berada di Australia lagi, dia selalu menelpon saya setiap malam. Bahkan ada satu momen ketika M memperkenalkan saya ke ibunya via telpon. Ibunya M ini kedengarannya sangat ramah dan keibuan. Saya dan M mengobrol seperti biasa tanpa ada beban dari kejadian sebelumnya ataupun harapan berlebihan terhadap apa yang akan terjadi berikutnya. Seolah-olah kami kompak bahwa jika memang jodoh maka tak akan lari ke mana. Saya bahkan tidak bicara apapun ke ibu saya mengenai situasi ini.

Setelah sebulan masih belum ada kabar pasti mengenai penugasan M berikutnya. Suatu malam di awal Juli, saya tanya apa kami masih tetap jalan dengan rencana menikah ini.

M: “Yes, unless you change your mind. You got a new boyfriend or something?”

Saya: “No… What about you? Find someone new there?”

M: “No, I just want to get back to you soon. It looks like I’m not going back to Sangatta site. However, I’ve contacted some people at Samarinda’s. See what they will come up with by next week…”

Saya: “Ok then..”

Beberapa hari kemudian, M mengabarkan bahwa penugasan Samarinda sudah disetujui dan urusan administrasi mulai diproses. Yaaayyyy!!! Rencananya M akan mulai kerja di pertengahan Juli. Alhamdulillah…

Setelah itu, semua kembali ke fast forward mode, berjalan sangat cepat dari satu momen ke momen lainnya. M mulai kembali ke rencana perkenalan saya dengan keluarganya. Dia minta saya segera urus visa kunjungan ke Australia. Kami putuskan untuk pergi ke Australia di pertengahan Agustus, bertepatan dengan libur panjang M yang pertama, dan libur tengah tahun saya yang pertama.

Pengurusan visa berjalan lancar, toh saya sudah punya paspor. Pak Bos bahkan membantu dengan memberikan contoh surat sponsor untuk ditandatangani M sebagai sponsor utama saya. Komentar Pak Bos:

“Wow.., you certainly are moving fast and did not waste your time, young lady!” Saya cuma cengar cengir menanggapinya..hehehe

Ada satu momen yang membingungkan mengenai visa ini, bagaimana caranya agar M bisa menandatangani surat sponsor saya. Lewat pos tidak akan keburu dan kuatir tidak sampai. Waktu itu dia sudah mulai kerja di site Samarinda sementara saya di Sangatta. Waktu tempuh Samarinda Sangatta sekitar 5 jam berkendara dengan kondisi jalan lumayan rusak, jadi bolak balik 10 jam. Dan tidak mudah menyelaraskan jadwal kami saat itu yang bukan hanya beda tipe tapi juga beda kota. Akhirnya saya yang pergi ke Samarinda di hari Minggu naik mobil travel dan janjian untuk bertemu M di sebuah restoran. M sedang tidak libur tapi dia permisi sebentar untuk ini. Waktu tempuh dari lokasi tambang ke pusat kota sendiri sekitar 1,5 jam. Di sinilah kami pertama kali bertemu lagi sejak M pindah dari Sangatta hampir 2 bulan sebelumnya. Dia tampak sehat, dan tentunya kami sangat senang bisa bertemu lagi.

Tak lama kemudian semua dokumen perjalanan selesai. Saya telpon ibu saya dan bilang: “Mak, minggu depan saya ke Australia, berangkat langsung dari Balikpapan via Singapura. M mau memperkenalkan saya ke keluarganya. Doakan supaya lancar ya, Mak..”

Ibu saya seperti biasa menanggapi dengan santai: “Oh begitu ya, Nak.. Hati-hati di jalan.. Tentu Mak doakan..” Belakangan saya baru tahu dari adik saya bahwa ibu sempat kuatir tapi akhirnya memutuskan percaya dengan pilihan saya.

Dan tak terasa tibalah hari keberangkatan ke Australia. Ini merupakan penerbangan jarak jauh pertama bagi saya. Kami memulai perjalanan ini dari tempat terpisah, saya dari Sangatta ke Balikpapan naik pesawat kecil, dia dari Samarinda ke Balikpapan via jalan darat. Kami tidak pernah bertemu lagi sejak urusan visa itu, jadi pertemuan berikutnya ya di bandara Balikpapan ini.

Dari Balikpapan kami terbang ke Singapura dengan Silk Air selama 2,5 jam. Kemudian dari Singapura ke Brisbane dengan Singapore Airlines selama 8 jam. Setelah itu dari Brisbane ke Townsville dengan Qantas selama 2 jam. Dan akhirnya di Townsville kami menyewa mobil dan lanjut jalan darat 2 jam ke Charters Towers, sebuah kota sangat kecil di mana keluarga M tinggal.

Total perjalanan sekitar 20 jam, melewati 5 bandara di 3 negara dengan 4 airlines yang berbeda. Jetlag…? Sangat…! (Saat itu saya belum pakai antimo, tolak angin, minyak angin, dll). Saking jetlag-nya, akhirnya bukan hanya calon mertua yang harus saya temui di Australia, tapi juga dokter gigi..! Lho…?!?

Lalu bagaimana rasanya bertemu calon mertua untuk pertama kalinya?

G’Day, mate…! Welcome to Australia!

Bersambung…

Advertisements

5 thoughts on “(008) Slow motion and fast forward…

  1. hahhahah episode nya bersambung..seru seru seru nih..lanjutannnya mana donk…nih cinta benar benar kilat yaa..seru sekali kisahmu………kayak sinetron betulan..deh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s