(012) Setelah pesta usai…

(Catatan: jika Anda pembaca baru dan punya waktu luang, silahkan baca episode sebelumnya 001 s/d 011.. Tks..)

Setelah acara pesta pernikahan saya dan M hanya punya sisa waktu 3 hari cuti. Hari pertama kami ajak ibu dan tantenya M jalan-jalan ke Taman Bunga Nusantara di Cianjur dan Taman Safari di Bogor.  Di hari kedua kami antar mereka ke Singapura untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Australia. Dan di hari ketiga kami pun kembali ke Balikpapan, dan besoknya kami sudah kembali ke tempat kerja masing-masing, saya di Sangatta dan M di Samarinda.

Di hari pertama kerja Pak Boss-ku langsung cengar cengir sambal bilang ke saya:

“Welcome back to the jungle, Mrs. Aussie…”

Lengkap sudah hidupku.., punya boss orang Australia, punya suami pun orang Australia…hahaha..!

Setelah menikah tak banyak yang berubah dari hidup kami, selain bahwa setiap akhir minggu saya pergi ke camp tempat tinggalnya M di Tenggarong Seberang, sebuah kota kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang berbatasan dengan kota Samarinda. Jarak antara Sangatta ke Tenggarong Seberang sebetulnya tak terlalu jauh, sekitar 300 km, tetapi karena kondisi jalan yang berbukit, berkelok, dan rusak, maka waktu tempuhnya jadi 5 jam saja! Jadi biasanya Jumat sore jam 5 saya berangkat, tiba di tempatnya M jam 10 malam. Kemudian hari Minggu sore saya berangkat dari tempatnya M jam 2 siang, tiba di camp tempat saya tinggal di Sangatta jam 7 malam. Awal-awal saya naik kendaraan umum (travel Sangatta-Samarinda), tapi akhirnya beralih ke sewa mobil+sopir karena naik kendaraan umum membuat waktu tempuh lebih lama lagi.

Jadwal kerja M adalah Fly In Fly Out (FIFO) 5 minggu kerja 2 minggu libur, sementara jadwal saya adalah 5 hari kerja 2 hari libur plus libur 1 minggu setiap 6 bulan. Jadi ketika dia cuti 2 minggu tapi saya tidak bisa cuti, maka M akan tinggal dengan saya di camp Sangatta. Tapi kalau saya pas bisa cuti, maka ada 3 pilihan, entah itu ke Cianjur, ke Australia, atau ke tempat lain. Karena kondisi ini bisa dibilang kami seperti sedang pacaran daripada sedang menjadi suami istri.

Hal ini kami jalani selama setahun. Tidak mudah, tapi itulah kondisi yang ada. Ajaibnya, selama setahun tersebut, kami bisa berwisata ke Mesir di bulan Maret, mengajak ibu dan adik saya berlibur di Australia di bulan September, dan mengajak ibu dan adiknya M berlibur bersama di Hong Kong & Macau di bulan Desember, semua di tahun 2010. Pengaturan tiga perjalanan besar tersebut kami lakukan sendiri. Dan sama seperti mengatur acara pesta pernikahan, semua dilakukan dari kejauhan.  Alhamdulillah…, semuanya sukses lancar jaya…

Penampakan liburan di Mesir..

??????????????????????????????? 

Penampakan liburan di Australia..

IMAG0032   DSC07922

Penampakan liburan di Hong Kong & Macau…

DSC08433 IMG_3769

Di 2010 ini pula M kembali mengungkap wacana pindah kerja…(oh..tidak..!) Kali ini dia mau lebih go international.  Waktu itu pilihannya di 4 negara: Rusia, Prancis, Jerman, atau Kolombia. Hal pertama yang terpikir oleh saya adalah: koq tidak ada negara yang  bahasa resminya Bahasa Inggris saja ya…

M bilang, yang di Rusia dan Kolombia kami akan ditempatkan di kota besar terdekat tapi M sehari-harinya akan ada di mine site (yang tentunya berlokasi di daerah terpencil), sementara yang di Prancis dan Jerman kami akan tinggal di kota kecil tapi M akan lebih sering bepergian ke kota/negara lain di mana lokasi proyek berada. Jadi intinya saya akan sering ditinggal sendiri. Dia tanya apa saya siap dengan kondisi ini, karena bukan hanya akan lebih sering sendirian di negeri orang yang bahasa resminya bukan Bahasa Inggris, tapi juga saya harus mengundurkan diri dari pekerjaan di Indonesia dan kemungkinan besar tidak akan bisa bekerja di negara tempat tinggal yang baru. Selain itu, status penugasan bukan lagi FIFO 5 minggu kerja 2 minggu libur, tapi akan jadi residencial status yang artinya sebagian besar biaya hidup ditanggung tetapi hanya bisa libur panjang 1 kali saja per tahun, biasanya selama 3 minggu.

M kuatir saya tidak akan suka dengan ide pindah kerja plus pindah negara tempat tinggal ini karena kompromi terbesar pastinya dari pihak saya. Namun di luar dugaan dia, reaksi saya adalah: “Let’s do it!” Dia sampai harus tanya berulang-ulang karena tidak yakin dengan jawaban saya yang pertama…hehehe…

Di tempat kerja, saya “hembuskan” rencana pindah ini ke Pak Boss. Dia antara senang dan kesal. Senang untuk saya yang tampak antusias dengan kemungkinan petualangan baru, kesal karena ketika dia sudah merasa cocok dengan kerja saya.., eh sekarang harus mulai cari lagi pengganti (catatan: proses rekrutmen di tempat ini cukup rumit dan lama). Saya juga tentunya merasa tidak enak karena mengerti betul mencari orang pengganti itu memang gampang-gampang susah.

Dan akhirnya tibalah hari ketika saya dan M tahu ke negara mana persisnya kami akan pergi…

Coba tebak…, ke mana kah…?

Bersambung…

Advertisements

38 thoughts on “(012) Setelah pesta usai…

  1. Mbak Emmy salam kenal.. Aku udah baca cerber nya and I love your journey, your writing! Perasaan jd ikut campur aduk krn senang, lucu, ribet (waktu mempersiapkan pernikahan), kesel waktu perekrutan karyawan kok lama bgt, dll. Emang jalan hidup orang beda2 ya 😀

    Like

    • Hai.. Salam kenal juga.. Makasih ya sdh mampir dan baca2 blog-ku..
      Ya gitu deh hidup saya kayaknya penuh dengan kejutan..hehehe.. Tapi saya yakin setiap orang pasti punya kisah serunya masing2.. Betul gak..?

      Like

  2. Selamat pagi menjelang siang…. Mbak Emmy, mau ngabarin kartu posnya udah tiba ya mbak… Suka dengan sudut kota Medellin. Maju banget ya Mbak jika dirunut sejarahnya yang bekas pusat kokain sedunia… Gak nampak sama sekali dulu narkoba pernah membelenggu negara ini.

    Wah banget bagiku, macam di Penang yang kotanya bisa langsung lihat bebukitan/pegunungan di belakangnya. Maklum tinggal di Medan—kota di mana gunung jauh, pantai jauh, yang ada mall melulu—jadi macam oase terima post card macam ini. Seneng… Hehehe…

    Wish you with great luck with M from Sangatta, eh salah Medan. 🙂

    Like

    • Wah syukurlah kartu posnya sudah nyampe ya…😄 aku ikut seneng kalo kamu suka juga kartunya.. Sejarah Medellin memang menarik, kalo diibaratkan manusia, bagaikan wanita super cantik dengan masa lalu super kelam😄

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s