(021) Dunia memang sempit…

IMG_8555 IMG_8556

Pernahkan mendapat momen seperti judul di atas? Suatu momen ketika kita sedang berada di tempat baru, dikelilingi orang baru, dengan lingkungan baru, tiba-tiba ada suatu koneksi atau keterkaitan dengan orang dan/atau lingkungan tersebut yang membuat semuanya itu terasa tak asing lagi? Saya lumayan sering mengalaminya, namun apa yang saya alami ketika tinggal di Kolombia mungkin benar-benar tak terduga, setidaknya dibandingkan dengan momen sejenis lainnya yang pernah saya alami.

Saya pernah sebutkan di posting sebelumnya tentang Irma, satu-satunya orang Indonesia yang saya kenal di Kolombia. Saya dan Irma sama-sama kenal Yosie, wanita Indonesia lainnya, di tempat dan waktu yang berbeda. Suatu hari kami janjian makan siang bareng di sebuah cafe. Sambil makan siang saya dan Irma yang membawa anak bungsunya mengobrol ngalor ngidul seputar urusan sehari-hari, dan ini yang paling seru…, bisa ngobrol dalam bahasa Indonesia! Otak kami ini kadang lelah juga harus berbicara dua bahasa asing (Spanyol dan Inggris) berganti-gantian setiap harinya.

Entah kami awalnya bicara soal apa, tapi akhirnya sampai ke pembahasan mengenai Yosie. Irma tanya kabarnya Yosie karena benar-benar hilang kontak sejak Yosie dan suaminya Jeff balik ke Australia . Kebetulan M suamiku baru dapat kabar dari Jeff bahwa dia dan keluarganya sedang bersiap-siap mau pindah lagi ke salah satu negara di benua Afrika. Irma bilang dia merasa kuatir dengan Yosie karena ketika masih tinggal di Kolombia, dia melihat Yosie diperlakukan kurang begitu baik oleh suaminya. Awalnya saya tidak mengerti, karena bagi saya Yosie dan suaminya tampak baik-baik saja. Kemudian Irma menjelaskan kenapa dia kuatir, dan mengalirlah cerita tentang Yosie, yang bagi saya terdengar bagaikan kisah sinetron kejar tayang tentang seorang perempuan yang tertindas lahir batin dalam kehidupan rumah tangganya.

Saya tidak bermaksud tidak percaya dengan apa yang dikatakan Irma, ataupun tidak prihatin dengan apa yang dialami Yosie…, hanya rasanya janggal sekali mendengar “sisi lain” dari kehidupan pribadi seseorang yang saya kenal dari seseorang yang baru saya kenal, di tempat antah berantah yang baru saya kenal. Dunia memang sempit…, begitu “sempitnya” sehingga saya bisa tahu detil kehidupan rumah tangga orang lain yang saat itu jaraknya puluhan ribu kilometer dari tempat saya berada…

Di lain waktu saya dan Sofia main ke rumah Laura. Salah satu pembicaraan kami adalah tentang di mana kami tinggal sebelum Kolombia ini. Rupanya sebelum tinggal di negara ini, kami semua tinggal di negara asal masing-masing. Saya di Indonesia, Laura di Afrika Selatan, dan Sofia di Argentina. Kemudian mereka tanya di mana persisnya saya tinggal di Indonesia. Laura tanya apa saya tahu kota Bontang dan Sangatta, sementara Sofia tanya apa saya pernah ke Samarinda dan Balikpapan. Saya pikir…, kenapa juga dua wanita ini tahu tempat/kota yang mungkin orang Indonesia sendiri tak tahu persis di mana letaknya..?

Dan ternyata oh ternyata, beberapa tahun sebelumnya, suami Laura yang juga orang Afrika Selatan pernah bekerja di sebuah perusahaan di Bontang, dan mereka tinggal di kota ini, bahkan suaminya pernah bolak balik Bontang-Sangatta (jaraknya sekitar 60 km) untuk urusan pekerjaan. Kejutan lainnya, saya dan Laura ternyata kenal orang yang sama pula, dokter perusahaan di tempat saya dulu bekerja di Sangatta dan istrinya yang sama-sama berasal dari Afrika Selatan. Sementara Sofia, suaminya yang orang Australia pernah bekerja di Samarinda, di perusahaan yang sama di mana M suamiku pernah bekerja! Itu sebabnya dia beserta suami dan anaknya semata wayang pernah tinggal di Samarinda, Balikpapan, dan Jakarta. Bukan hanya itu, usut punya usut, M gabung di projek Samarinda ini ternyata untuk menggantikan posisi seseorang yang katanya pindah kerja ke Argentina, ya suaminya Sofia ini… Ajaib ‘kan..? Saya sampai takjub mendengarnya. Saya pikir, berarti pekerjaan suami-suami kami ini memang tipikal nge-bolang nyungsep yang lumayan parah..hehehe.. Dan Sofia bilang, itulah sebabnya dia bisa langsung menebak bahwa saya muslim ketika pertama kali kami bertemu di rumah Belinda. Waktu itu saya memilih minuman non alkohol, dan karena pernah tinggal lama di Indonesia, dia lumayan tahu budaya Indonesia.

Kemudian kami bertiga jadi bernostalgia tentang Indonesia, khususnya Sangatta, Bontang, Samarinda, Balikpapan, dan Jakarta. Dan kami bertiga sepakat, hal yang kami rindukan tentang Indonesia adalah…., creambath..! Hahaha!!! Kami bertiga setuju, di negara lainnya yang pernah kita datangi, belum pernah ketemu perawatan rambut ย di salon/spa dengan pijat kepala plus harga damai di kantong seperti yang kita temukan di Indonesia.. Sebelum tinggal di Kolombia, kami bertiga tidak saling kenal, tapi setelah berbagi cerita begini, rasanya ada satu ikatan batin yang unik. Sekali lagi, dunia memang sempit…

Ada satu lagi momen…”Oh..dunia memang sempit..” ini, tapi mungkin yang akan diceritakan berikut agak berbeda. Suatu hari Belinda yang orang Inggris keturunan Inggris-India ini mengajak saya makan di luar bareng anak-anaknya yang sudah mulai remaja. Seru juga makan-makan bareng ABG cowok yang kelihatannya dekat sekali dengan ibunya ini. Belle (begitu biasa kami memanggil Belinda) kemudian tanya tentang salah satu selebritis perempuan asal Indonesia. Saya heran bagaimana dia bisa tahu tentang si seleb ini. Apa dia pernah tinggal di Indonesia cukup lama sehingga nge-fansย sama dia..? Ternyata bukan itu, dia dan suaminya yang orang Belgia itu tidak pernah tinggal atau berada di Indonesia. Tapi….., mereka bersahabat dengan…coba tebak siapa…? Bukan dengan sang seleb…, tapi dengan suaminya si seleb ini, seorang expats/WNA, kita sebut saja John, petinggi sebuah perusahaan di Indonesia. Dan secara tersirat, dia bilang bahwa hubungan John dengan sang seleb Indonesia ini hanya memperparah keretakan rumah tangga John dengan istri yang sebelumnya (yang tentunya bersahabat juga dengan Belle) sehingga akhirnya mereka bercerai. Alamak..! Gosip euy…! Hahaha..!!!

Di kemudian hari saya sempat cari info tentang si seleb ini. Dari sekian banyak berita tentang dia, mungkin ada 1% yang menyinggung atau menyiratkan bahwa dia mungkin merebut suami orang. Saya tahu persis seleb mana yang dimaksud Belle, tapi tolong jangan minta saya untuk menyebutkan ya… Bukannya saya tidak percaya apa kata Bell, atau membela si seleb… Saya hanya yakin setiap kisah pasti punya beberapa sudut pandang, minimal dua biasanya, yang meski bertolak belakang tapi mungkin dua-duanya ada benarnya. Selain itu, “cerita lain” tentang si seleb ini tampaknya memang tertutup rapat dari media. Beda dengan kisahnya Anang-KD misalnya, atau Sophia Latjuba dan suami bulenya yang dulu, benar-benar terbuka untuk publik.

Dan begitulah… Dunia memang sempit… Jadi sebisa mungkin berbuatlah banyak kebaikan…, sehingga itulah gema yang akan bergaung tentang siapa kita bahkan hingga ke ujung dunia… (Pesan moral untuk diri saya sendiri yang sering merantau jauh..)

Bersambung

Advertisements

57 thoughts on “(021) Dunia memang sempit…

    • Wuiiihhh..bener banget, Lor..! Siapa yg nyangka udah segitu nyungsepnya aku nge-bolang ke Kolombia, masih aja terkait atau tersambungkan dengan beraneka macam hal tentang Indonesia dengan cara yg tak terduga..hehehe..

      Like

  1. Huwwaaa aku sempat ngira yang skarang lagi dekat sama vokals band terkenal itu, ternyata salaah… berbuat baik ke orang itu kayak investasi itu yang temanku bilang, “teman dan sahabat kita juga adalah investasi ” kalo2 bokek bisa pinjem duit *hihi bcanda doang

    Liked by 1 person

  2. setuju kak, dunia memang sempit yahh ๐Ÿ˜€
    duh penasaran sama selebnya, tp mungkin aku gatau juga kalo disebut namanya, agak kurang kenal sama seleb indo.. yg diexpose aja suka ga ngeh apalagi yg ga terekspose gini selebnya hahaha

    Like

  3. Ngendus ngendus insert, kiss, dan silet nih di postingan ini. Ah untunglah saya bukan orang yang hobi nonton TV. Kasihan juga sih, gegara dekat dekat seleb, rumah tangga jadi retak. Seleb gak dapat istri melayang. But, langgeng ya mbak…

    Like

  4. Ya, memang dunia memang sempit kalo kita sudah bergulat di satu industri saja… dan inilah dunia mining, oil/gas, construction, hospitality industry…. kalo lebih besar lagi mungkin dunia expat….

    Liked by 1 person

  5. karena aku penasaran dan masih jam kerja tadi sy mikir aku tahu deh seleb yang punya suami bule dengan jabatan tinggi bukan MK ? and suaminya dulu bos besar di kantorku he he si ganteng EM.. benar nggakkk???

    Like

  6. wwaaaa… asli sempet banget kaya gitu namanya… dejavu abisss

    ngomong2 soal si artis, walopun udah bertahun2 ngga nonton tv (dvd baruu, hehehe) tapi artis yang suaminya petinggi perusahaan adalaahhh Ma*** K…. sok tau ya ayeee….. ๐Ÿ™‚

    Like

  7. Hola, salam kenal ya…Tebakan pertama saya sama dengan komentar2x yang di atas…buat artisnya (MK….etapi, bukan urusan saya sih… ya sudahlah…) ๐Ÿ™‚

    Bener, setuju banget dengan dunia itu lebih kecil dari yang kita kira, buat humanitarian worker juga gitu. Waktu di Aceh ketemu temen atau temennya temen yang pernah di East Timor, di East Timur trus ketemu yang pernah di Kosovo, trus di Sri Lanka ketemu yang kenal orang yang sama di Aceh, di Haiti ketemu yang pernah di Afganistan dll..dll… kayaknya di setiap lokasi bencana atau emergency area ya orangnya pasti ada yang dia lagi, dia lagi juga…selalu ada common denominator-nya.

    Like

    • Hola, mi colega indonesio.. Como esta..?
      Makasih banyak sudah mampir dan baca-baca.. Aku sdh follow blog-mu juga.. Seru banget..! Suka bacanya..!
      Tentang tebakan artis, no comment ah..hahaha..
      Tuh kejadian kan sama kamu, dunia (pekerjaan) memang sempit.. Wah hebat kamu ya, sudah lebih “nyungsep” daripada aku..hehehe… Oh ya, kerjaan kamu tuh mirip kerjaan adikku, tapi dia masih taraf lokal skalanya.. BTW, dulu tuh aku pengen banget loh punya kerjaan kayak kamu, tapi gak nasib.. Jadi, selamat ya sudah punya kerjaan yg luar biasa.., bacanya aja seru apalagi ngejalaninnya..

      Like

      • Muy bien, gracias….

        Baca cerita2x dirimu di blog juga seru kok… some stories seems familiar to me…. been there, done that (bagian pindah2x dan adaptasi dengan lingkungan baru, bagian sering ditinggal2x, bagian culture shock) hehe … :D) Sekarang saya dan hubby dalam tahap settling down di Oslo, padahal masih pengen ‘jalan2x’ ๐Ÿ™‚

        Like

      • Hahaha..tuh kan mirip lagi jalan hidup kita.. Kalo aku sih masih bolak balik Indonesia-Australia 3x dalam setahun karena kerjaan suami.. Kayaknya setahun lagi deh kita menetap..entah di mana..hihihi…

        Like

  8. dunia emang sempit yaa

    eh jd keingetan tentang “6 degrees of Kevin Bacon”, jd itu istilah tentang berapa langkah seorang aktor terhubung
    dengan Kevin Bacon lewat kemunculan dalam satu film.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s