(022) Kisah jam istirahat…

IMG_8582

Setelah sekitar dua bulan tinggal di Barranquilla, Kolombia, saya mulai harus membiasakan diri dengan rutinitas kehidupan sehari-hari, bukan lagi masa pemulihan dari kondisi jet lag, atau bahkan gegar budaya. Setidaknya itulah yang saya pikir, masa sih sudah beberapa bulan tinggal di sini statusnya masih saja gegar budaya..hehehe..

Salah satu hal yang saya harus pahami adalah urusan bayar tagihan. Meski apartemen yang kami tinggali ini dibayar kantor, tapi tagihan utilitas seperti listrik, gas, telpon & internet, dan TV kabel kami yang harus bayar. Idealnya memang lewat internet banking seperti yang biasa saya lakukan di Indonesia dan Australia. Tapi berhubung waktu itu belum punya rekening bank lokal, jadi saya titip ke sopir kantor yang memang hilir mudik setiap harinya. Nah.., karena wajib hukumnya bagi expats yang bekerja dan/atau tinggal di Kolombia untuk punya rekening bank lokal, maka pergilah kami hari itu ke salah satu bank lokal yang juga merupakan bank-nya kantor si M.

Hari itu saya dan M diantar sopir kantor, Ronaldo, ke bank yang dimaksud. Oh ya, kalau M sedang ada di kota, kami biasanya ke mana-mana pakai taksi atau kadang diantar sopir kantor untuk keperluan tertentu karena mobil dinas M hanya untuk di lokasi tambang, dan disimpan di sana. Ketika sampai di bank, rupanya ini adalah kantor cabang yang lumayan besar karena menempati satu gedung sendiri. Saat tiba di bank jam menunjukkan 13:45, saya pikir langsung saja masuk, tapi Ronaldo bilang (kayaknya…), belum bisa masuk karena masih jam istirahat dan baru mulai buka lagi jam 14:00. Saya heran, kenapa jam istirahatnya nanggung banget, berarti baru mulai isitrahat jam 13:00 ‘kan? Terus saya bilang ke Ronaldo bahwa kami mau duduk saja di ruang tunggu di dalam. Lagipula, ini ‘kan bank, institusi yang bersifat pelayanan, bukan kantor biasa yang kalau jam istirahat pasti kosong. Kalau karyawan bank istirahatnya pasti gantian dong…, begitu saya pikir.. Ronaldo tetap bilang: “No creo que pueda hacer eso, Señora..” Dia bilang duduk-duduk di dalam pun tak bisa..? Saya lebih heran lagi, dan yakin pasti ada salah paham. Jadi saya dan M pun melengganglah keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk gedung bank. Sesampainya di depan pintu, kami tercengang karena pintu terkunci, digembok, dan dirantai! Pintunya adalah pintu kaca besar yang tembus pandang, jadi kami bisa lihat di dalam tidak ada siapapun kecuali seorang petugas Satpam yang coba menjelaskan (dari balik pintu kaca yang tebal itu) dengan bahasa isyarat bahwa bank baru buka 5 menit lagi (waktu itu jam 13:55). Saya dan M hanya berpandangan bingung, bagaimana mungkin semua karyawan istirahat makan siang dalam waktu yang bersamaan..! Akhirnya kami berdiri di depan pintu sampai pintu tersebut dibuka tepat jam 14:00.

Urusan administrasi di bank itu sendiri berjalan lancar. Lucunya, selama di dalam ruangan, saya merasa seperti sedang berada di salah satu adegan telenovela karena para pegawai bank, pria maupun wanita, semuanya ganteng dan cantik bagaikan para bintang telenovela itu..hahaha.. Apalagi pas lihat nama para pegawai tersebut di name tag mereka: ada Luis Fernandez, Maria Luisa Alfonso, Carmen Hernandez, Rudolfo Alvarez, dan sejenisnya.. Wah tambah deh.. Untuk sesaat saya jadi ingat teman-teman di Indonesia yang tergila-gila dengan telenovela Amerika Latin itu..

Beberapa hari kemudian kami harus balik lagi ke bank tersebut untuk konfirmasi beberapa hal, salah satunya tes kartu debit di ATM-nya. Karena pengalaman di kunjungan sebelumnya, kami putuskan untuk tiba di sana sekitar jam 12:30, dan kami masih mengira waktu istirahatnya mulai jam 13:00. Sesampainya di sana, sekali lagi sopir kami Ronaldo bilang kami belum bisa masuk, katanya masih jam istirahat.. Saya bingung lagi, tapi kemudian saya bilang hanya perlu ke mesin ATM yang ada di luar (tapi biliknya menempel ke bangunan bank). Ronaldo bilang tetap tidak bisa. Kami tidak percaya dong…, dan tetap melenggang ke bilik ATM. Dan apa yang terjadi…? Bilik ATM tersebut terkunci, digembok, dan dirantai seperti pintu masuk! Dan…ketika saya tanya ke petugas Satpam (yang mengunci dirinya sendiri itu di dalam lobby bank..), dia bilang jam istirahat itu 12:00 s/d 14:00, dan SEMUA pelayanan berhenti karena semua karyawannya istirahat! Ha..?!? Dan yang bikin kami lebih melongo lagi adalah bilik ATM pun ikut “istirahat”!

Meski saya terkaget-kaget dengan urusan bank ini, saya belum mau memasukkannya sebagai gegar budaya nomer berikutnya. Saya pikir, ini mungkin bisa-bisanya si bank ini saja, bikin peraturan aneh-aneh, sampai suatu saat ketika saya benar-benar harus membayar sendiri tagihan-tagihan tersebut dengan cara pergi ke bank langsung. Bank di mana kami punya rekening ternyata internet banking-nya belum bisa dipakai untuk bayar tagihan. Saya tanya ke teman-teman entah expat maupun lokal, mereka tidak begitu mengerti cara bayar tagihan, karena biasanya dikerjakan oleh para asistennya (Duh..! tepok jidat). Ya sudahlah saya bergerilya sendiri mencari tahu dengan baca-baca lembar tagihannya (yang tentu saja dalam bahasa Spanyol..), pastinya tertulis di mana tempat/bank untuk bayar semua tagihan tersebut, yang ternyata berbeda-beda, saudara-saudara..(Duh..! Tepok jidat lagi)

IMG_8631

Tapi baiklah, saya jalani rutinitas bayar tagihan ini dengan “tabah”, anggap saja sedang mengenal lingkungan lagi.. Belakangan saya tahu ternyata durasi istirahat selama dua jam tersebut adalah hal yang yang umum di jadwal perkantoran di Kolombia. Kantor biasanya buka jam 08:00 s/d 12:00, istirahat jam 12:00-14:00, buka lagi 14:00 s/d 16:00. Ada beberapa variasi jam mulai dan jam pulang, tapi yang seragam adalah jam istirahatnya. Pada saat jam istirahat tersebut, semua karyawan beristirahat, termasuk karyawan bank, secara bersamaan, hanya menyisakan beberapa petugas Satpam yang bersiaga, sehingga kegiatan operasional benar-benar terhenti selama 2 jam tersebut. Pengecualian pastinya ada tapi inilah yang umumnya berlaku di negeri ini.

Nah, karena sudah lumayan tahu seluk beluknya, setelah beberapa lama saya jadi lebih pintar dong untuk urusan bayar tagihan ini.. Begitulah yang saya kira.. Dan di suatu hari dengan pede-nya saya datangi salah satu bank untuk bayar tagihan air yang hanya bisa dibayar di bank tertentu. Saya memutuskan jalan kaki saja karena lokasi bank yang terlalu dekat untuk dicapai dengan taksi. Karena harus dibayar dengan uang tunai, saya masuk ke bilik ATM dulu yang terletak menempel di luar bangunan bank tersebut, saat itu jam 11:20, saya pikir…, aman.., masih cukup waktu, kan istirahat mulai jam 12:00. Begitu urusan ATM selesai 10 menit kemudian, saya melangkah menuju pintu masuk ke lobby bank tersebut. Dan apa yang saya lihat…? Pintu masuk sudah dikunci, digembok, dan dirantai.., lengkap dengan petugas Satpam yang berdiri menghadang di dalamnya!

Dengan bahasa Spanyol seadanya saya tanya ke Pak Satpam…, ¿Por qué?…, why…, mengapa…jam 11:30 pintu sudah disegel? Pak Satpam dengan bahasa Spanyol campur bahasa isyarat bilang istirahat memang mulai jam 12:00, tapi…mulai jam 11:30 sudah tidak terima nasabah lagi dan hanya melayani nasabah yang sudah berada di dalam… Apa..?!? (Duh..!!! Tepok jidat berulang-ulang..) Ohhh…tega nian.., sudah jalan kaki di siang bolong yang panas itu.., ternyata masih kejadian salah momen juga!

Tapi kali ini saya tidak mau menyerah begitu saja, masih dengan bahasa Spanyol yang pas-pasan, saya protes berat ke Pak Satpam yang malang itu. Saya bilang, saya sudah ada di bank sejak jam 11:20, berhubung ke ATM dulu jadinya telat masuk ke lobby. Pak Satpam tetap tidak mengijinkan saya masuk (sudah bisa diduga sih..) Akhirnya, saya pakai strategi lain, dengan pasang muka setengah memelas setengah memaksa.., saya minta tolong dia untuk titip bayarkan tagihan saya. Dia akhirnya mau menolong… Saya tak menduga dia mau bantu.., mungkin antara kasihan dan jengkel lihat saya ngotot… Akhirnya dia minta saya masukkan uang dan lembar tagihannya lewat celah antara pintu dan lantai (keukeuh tak mau buka pintu..), dan minta saya tunggu di depan pintu masuk.. Akhirnya setelah 10 menit menunggu, Pak Satpam balik ke saya dengan kabar..:
Señora , lo siento . Nuestro banco ya no aceptan este pago la factura del agua . Entendemos que no se ha actualizado en la hoja de factura. Por favor, pagar en el otro banco .
Bu.., maaf. Bank kami tidak lagi terima pembayaran tagihan air ini.. Di lembar tagihan memang belum diubah datanya.. Silahkan coba ke bank lain…

Gubrakkk!!!! Tepok jidat entah berapa kali…

Akhirnya saya pergi dari bank tersebut sambil tak lupa mengucapkan gracias, terima kasih pada Pak Satpam yang mau saya recokin itu. Resmi sudah saya nyatakan bahwa jam istirahat kantor di Kolombia ini sebagai culture shock #9…

Bersambung…

Advertisements

48 thoughts on “(022) Kisah jam istirahat…

  1. Que dificil! Ini bener-bener gegar budaya ya Em. Eh jadi orang Kolombia kerjanya 6 jam/hari gitu? Dari 8.00 – 12.00 dan 14.00 -16.00? Kalo di Spanyol kan siesta juga lama tapi lanjut kerja dari 15.00 – 18.00 kadang 19.00.

    Like

    • Oh ya.., istirahat 2 jam di Kolombia ini awalnya dari siesta juga, maklum dulunya koloni Spanyol.., cuma karena si Kolombia ini juga pernah ada masa sangat tidak aman, jadinya acara siesta ini penuh dengan pengamanan tingkat tinggi terutama di bank..

      Like

  2. Oh noooooo.. Tu atm digembok beneran???? Emang nggak 24 jam ya??

    Well, aku disini sih masih kaget karena jam makan siang dimana2 tutup. Itu ngeselin siih buat aku. Dulu waktu awal2 disini, jam pulang sekolah ku 1.15 naah kan pulang sekalian ke supermarket ato toko beli makanan ato belanja kebutuhan lainnya. Supermarket sebagian tutup jam 1 sampe jam 3.30. Pasar juga tapi bukanya jam 4. Tempat makan buka cm sampai jam 3. Dan penuuuuuuh banget orang-orang yang pada makan siang. Kalau pulang sekolah jam segitu, karena aku sudah kelaparan biasanya aku beli. Masak cm malem aja. Tapiiiiiiiii ngantri segitu lama dan supermarket tutup nih bikin BT. Bikin ngamuk. Tau sendiri kalo laper itu urat sabar biasanya putus. Hehehe itu aku siih :p

    Like

    • Iya Gi, digembok😬 Aku gak tau apa ini aturan lokal atau nasional, tapi ya itulah yg aku lihat di kota itu.. Ribet juga ya jam bisnis di tempatmu.. Mirip kayak di kota2 ukuran kecil dan sedang di Australia, gak separah di tempatmu sih.. Tapi tetep malem weekend yg namanya mal tutup lebih awal😝

      Like

    • Wah kalo di Kolombia mana ada keistimewaan pelanggan macam gitu, bisa datang kapan pun sepanjang jam kerja.. Kalo protes kayak kejadianku ini mungkin gak akan dianggep kecuali ketemu yg baik hati kayak bapak Satpam-ku yg malang itu..hehehe

      Like

    • Kalo kita yang jadi karyawan iya sih, neng.. Tapi coba kalo kita sang karyawan harus ke bank sementara seisi bank istirahat 2 jam barengan semua.. Berarti harus minta ijin dong ke kantor supaya bisa ke bank di luar jam istirahat, ribet kan..

      Like

  3. Halloo Mba.. Biasanya jadi silent reader tp kali ini mau comment hihihi.
    Di kantorku juga ada expat orang Kolombia. Dan dia masih melakukan hal yang sama kayak di negaranya Mba. Istirahat 2 jam dari jam 12 sampe jam 2.
    Siesta pastinyaaa. Udah tinggal di Indonesia 5 tahun tapi kebiasaan di Kolombia masih kebawa hahahaha. Dan dia betah di Indo karena katanya apa2 mirip Kolombia terutama makanannya.

    Like

    • Ha?!?!? Di Indonesia sudah 5 tahun masih siesta juga..? Gak marah tuh para koleganya di kantor..? Oh ya aku juga ngerasa gitu tentang Kolombia, persis seperti Indonesia, kecuali orang-orang dan bahasanya..hehehe.. Aku juga betah koq tinggal di sana, meski agak ribet dengan bahasa dan kebiasaannya aja awalnya..
      Makasih banyak ya, Putri, sudah mampir ke blog-ku dan meluangkan wakt buat baca-baca.. Salam aja buat expat Kolombia di kantormu itu..hahaha…

      Like

  4. Kok aku mikir sistemnya ribet bngt yah kak disana, secara utk krywan kantoran seperti aku disini, selalu pakai jam makan siank utk urus2an pribadi ke bank n layanan publik lainnya.. Kl banknya jg istirahat, aku hrz ijin kntr utk kepentingan pribadi donk hehehe

    Like

    • Nah itu juga yang aku gak ngerti.., kalo karyawan non bank yang ada perlu ke bank berarti harus ijin dong ya.. Aku sih gak peduli mereka mau istirahat berapa jam juga.., cuma ya jangan barengan gitu dong terutama buat kantor yg sifatnya pelayanan gitu kayak bank, kantor pos, dll.. Yah namanya sudah budaya, Mey.. Warisan negara penjajahnya, Spanyol..

      Liked by 1 person

    • Hei Maria.. Salam kenal juga.. Makasih sudah mampir ke blog-ku.. Yah itulah jam istirahat di Kolombia.., karena dulunya koloni Spanyol jadi ada beberapa kebiasaan yg masih dijalankan.. Istirahat 2 jam ini punya nama khusus: siesta.. Di Spanyol sendiri dan beberapa negara Eropa lainnya masih dilakukan.. Yah kasian diriku juga waktu itu karena gak tau jadinya salah momen deh..hehehe

      Like

  5. Leticia : Fernando…. apakabar sayang?
    Fernando : ah leticia sayangku… aku sangat merindukanmu *berpelukaaann
    Leticia : Aku juga saaaagat merindukanmu…
    Fernando : kau tau tidak sayang… aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa dirimu sayaang…

    *korban telenovela… dulunyaaaaaa… 🙂

    Like

  6. salam kenal mbak, biasanya silent reader tapi sekarang mau ikutan komen.
    Kalau karyawan susah juga kalau ada urusan ke bank harus minta ijin bolak balik ya mbak.
    Ditunggu terus postingan2nya mbak, seru soalnya jadi tau hal2 yg beda banget sama budaya di Indonesia..:)

    Like

    • Hai😃.. Salam kenal juga. Makasih banyak sudah mampir dan baca blog-ku.. Yah gitu deh ternyata rasanya jadi orang asing..😄 Episode berikutnya sudah banyak cuma semua masih draft..hehe.. Kebetulan lagi sibuk banget.. Stay tuned aja okeh.. Tks ya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s