(023) Internet banking dan 24 hour banking…

Internet-Banking

Episode ini terkait erat dengan episode (022) Kisah jam istirahat… tentang seluk beluk  urusan di bank. Jadi setelah beberapa lama, keahlian saya dalam hal bayar tagihan sudah lebih “terasah” (ehemm…, berdehem gak penting..) Saya sudah hafal bayar apa di bank mana jatuh tempo tanggal berapa, dan selalu tiba di bank di jam yang tepat, bukan pada saat pintu lobby sudah digembok di jam istirahat yang dua jam itu ya..hehehe..

Nah.., suatu hari saya dapat kabar dari bank lokal di mana saya dan M punya rekening. Mereka menawarkan akses internet banking. Meski saya tahu internet banking mereka belum bisa dipakai untuk bayar tagihan utilitas, tapi tak apalah, siapa tahu saya perlu untuk hal-hal lainnya.. Jadi pergilah saya dan M ke bank untuk daftar, ambil password, dll.. Kemudian di rumah kami coba tes semua password dan kawan-kawannya itu untuk login. Awalnya agak ribet karena sistem password/aksesnya berbeda dengan umumnya bank di Indonesia dan Australia. Saya lupa bedanya di mana, cuma kami berdua sempat jengkel karena bingung cukup lama, ditambah lagi dengan faktor bahasa. Meski ada versi Inggris-nya, tapi entah kenapa setiap selesai buka page selalu balik ke versi Spanyol-nya, sementara kemampuan Bahasa Spanyol kami masih minimalis saat itu.

Setelah beberapa lama, suatu malam saya dan M mengakses internet banking tersebut untuk sekedar cek saldo dan cek beberapa hal lainnya. Tidak biasanya kami akses di malam hari, biasanya siang. Entah mengapa, ketika sampai ke bagian mengecek hal-hal lainnya (fitur-fitur lainnya) yang biasanya bisa diakses, tiba-tiba laman website tersebut tidak bisa dibuka, tidak bisa diklik, macet. Setelah ditunggu beberapa saat baru bisa, begitu berulang-ulang. Kami kira karena koneksi internet yang sedang ngadat, tapi setelah coba buka website “berat” lainnya seperti YouTube, tidak masalah, lancar-lancar saja. Akhirnya kami putuskan untuk telpon Customer Service mereka. Setelah lempar sana sini, akhirnya tersambung juga dengan CS berbahasa Inggris. M yang bicara, setelah beberapa saat mendengarkan penjelasan, si M tambah suram mukanya. Kemudian percakapan telpon selesai. Menurut M, penjelasan si CS kira-kira begini: “Internet banking setelah jam 7 malam tidak bisa digunakan secara maksimal karena sudah melewati jam kerja reguler. Jika ingin mendapatkan fungsi lengkap, silakan diakses antara jam 9 pagi s/d jam 5 sore.”

Haa..??!!?? Ini pasti ada yang salah! Mungkin salah paham terkendala bahasa. Jadi kami putuskan untuk telpon CS lagi. Kali ini saya yang bicara dengan CS berbahasa Spanyol, berharap mungkin kalau dengan bahasa aslinya akan ketahuan di mana salah pahamnya. Saya belum fasih Bahasa Spanyol tapi waktu itu kalau untuk percakapan standar sehari-hari bolehlah, sementara M masih kesulitan terutama kalau disuruh mengucapkan kata-kata yang ada huruf ‘R’-nya. Dalam Bahasa Inggris huruf ‘R’ dilafalkan sekilas, kadang nyaris tak terdengar, sementara dalam Bahasa Spanyol dilafalkan sejelas-jelasnya. Terbayang ‘kan ribetnya bagi seorang English native speaker seperti si M ini.. Buat saya mah lancar jaya saja itu si ‘R’..hahaha…

Nah, balik ke urusan internet banking, saya sampaikan permasalahannya. Kemudian si CS memberikan penjelasan SAMA PERSIS dengan yang disampaikan CS berbahasa Inggris ke si M! Kali ini muka saya yang tambah suram! Saya protes dong..(ih ini emak-emak.., gak satpam bank gak CS bank diprotes melulu..hihihi..) Seperti biasa saya bilang: Por que…? Why…?  Mengapa fungsi internet banking dibatasi jam kerja reguler begitu…?!?!? Dan seperti biasa, percuma saja protes, si CS cuma bilang: “Lo siento, Señora.. Asi es como funciona..” Maaf, Bu.. Begitulah cara kerjanya..

Setelah tepok jidat berulang-ulang (ahhh..jidatku yang malang…), saya dan M sudah tidak berminat lagi buka website-nya malam itu. Akhirnya, untuk mengurangi kekesalan, malam itu kami pergi makan pizza di warung sebelah… Tak ada hubungannya sih.., memang lapar saja pada dasarnya..hehehe…

banner-247access

Lain internet banking, lain lagi cerita tentang 24 hour banking. Kejadian ini dialami teman saya, Evelyn, yang orang bule Afrika Selatan itu. Ceritanya dia juga sama seperti saya, sedang “berjuang” alias beradaptasi dengan kehidupan di Barranquilla. Dia mulai menetap di kota ini hanya sebulan sebelum saya datang. Jadi ceritanya begini, keluhan saya tentang jam istirahat bank juga dialami Evelyn. Mendengar hal ini, seorang kolega di tempat kerja suaminya bilang ada bank asing di kota ini yang melayani “24 hour banking”. Si Evelyn senang dong mendengarnya.

Akhirnya, sore-sore sekitar jam 6 meluncurlah dia ke bank yang dimaksud dengan tujuan mau ke bagian Customer Service. Sesampainya di sana, dia heran. Bank sudah tutup. Tak ada orang di dalam lobby. Di luar hanya ada petugas Satpam. Evelyn pun tanya Pak Satpam terutama tentang “pengakuan” si bank bahwa mereka punya layanan 24 jam. Dan Pak Satpam menjawab dengan polosnya: “Señora,  servicio de banca por 24 horas es solo para la ATM..” Bu, layanan perbankan 24 jam itu hanya untuk ATM.. (Saya coba bayangkan ekspresi muka si Evelyn ini setelah mendengar penjelasan Pak Satpam, pasti konyol tingkat dewa) Dan Pak Satpam pun menunjukkan bilik ATM yang memang kelihatannya tidak digembok, tapi dijaga selama 24 jam setiap hari oleh petugas Satpam bersenjata lengkap, seperti Pak Satpam yang bertugas sore itu.

Seandainya di Afrika Selatan ada istilah tepok jidat, mungkin si Evelyn temanku yang malang itu sudah tepok jidat entah berapa kali.. Saya yang mendengar cerita ini dari Evelyn ketawa ngakak habis-habisan… Dan dia cuma bisa bilang, “I should’ve known better that it was too good to be true for this town to have what’s so called 24 hour banking..”, sambil cengar cengir sendiri mengenang kekonyolan sore itu.

Saya tidak tahu pasti apakah dua “keunikan” ini masih terjadi sampai sekarang. Atau apa ini hanya terjadi pada bank tertentu. Kami tak pernah sempat cari tahu. Tapi yang jelas pada saat kami pindah lagi ke Australia, semuanya masih sama.

Namun, baiklah…, saya resmikan saja internet banking dan 24 hour banking (yang “unik” itu) sebagai culture shock #10…hehehe..

Bersambung…

Advertisements

18 thoughts on “(023) Internet banking dan 24 hour banking…

    • Iya emang ajaib banget sih… Pas aku bilang aku tanya ke si CS apa gunanya internet banking kalo berfungsi 100%-nya hanya di jam kerja reguler, dia bilang untuk orang-orang yg gak bisa ke bank di jam kerja… Halaaahhh..gubrakkk..!!!

      Like

  1. Wow aneh aku kira sudah maju ternyata masih maju indonesia, mungkin bank tidak mau ambil resiko kali cos tinggkat kriminalita disana tinggi tapi kan tapi keamanan tiap bank pasti kan sama saja udah ada prosedurnya ehhh aneh.

    Like

  2. Di bank indonesia juga ada yg seperti itu mbak. Bedanya hanya beberapa jenis transaksi tertentu saja. Karena kan ada cut off time transaksinya. Bisa dikerjakan oleh customer hanya akan di proses pada keesokan harinya (smoga mbak ngerti maksud saya). Tapi kalo di kolimbia pas mbak disana waahhh sistem kita tampaknya jauh lebih baik ya 🙂

    Like

  3. Ikutan shock.. Sepertinya pelayanan umum di kolombia krg maksimal yah hahaha.. Masa internet banking aja hrz jam kerja, dan banking 24 hour juga hanya atm.. Di jakarta aja skrg ada weekend banking hehe
    Tapi ada enaknya utk para pekerja di bidang jasa perbankan disana, istirahatnya terjamin 😊😊

    Like

    • Kalo jawaban si CS sih gini.., internet banking tuh utk orang2 yg gak bisa ke bank di jam kerja reguler, krn karyawan di sana kan siesta bersamaan, termasuk karyawan bank… Kalo karyawan non bank pergi ke bank di jam istirahat kan percuma, karyawan bank-nya aja istirahat semua barengan…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s