(026) Pengawal, tebak-tebakan asal usul, dan asisten domestik…

(Foto berasal dari koleksi pribadi dan berbagai sumber lainnya)

¿Es usted extranjera? De dónde eres? ¿Eres chino, japonés , coreano ?

Anda orang asing ya..? Asalnya dari mana? Anda orang China, Jepang, Korea..?

Saat itu sekitar Mei 2011… Saya pernah cerita sebelumnya bahwa di Kolombia ini beberapa perusahaan yang mempekerjakan karyawan asing ada yang menyediakan fasilitas pengawal pribadi alias bodyguard bagi karyawan dan keluarganya. Sayangnya di tempat M kerja tidak ada fasilitas ini…(ahhh…penonton kecewa…hehehe..), tapi kebanyakan teman-teman expats punya. Sang bodyguard ini biasanya satu paket dengan kendaraan dan driver, jadi pengawal merangkap sopir dengan mobil kantor untuk dipakai keperluan pribadi, biasanya untuk dipakai keluarga karyawan dalam beraktivitas sehari-hari. Sang karyawan sendiri disediakan kendaraan operasional lainnya. Jadi dalam satu keluarga biasanya ada 2 mobil perusahaan.

Tempat M kerja hanya menyediakan fasilitas mobil satu saja untuk M kerja di lokasi tambang, dan mobil itu hanya boleh digunakan di lokasi tambang. Jadi di luar itu kami pakai transportasi umum, dan sangat disarankan hanya menggunakan taksi, karena moda transportasi lainnya dianggap kurang aman bagi orang asing. Saya sebetulnya kurang setuju, karena setelah beberapa bulan tinggal di sana, saya perhatikan Transmetro (kembarannya TransJakarta) itu kelihatannya cukup aman. Saya tidak pernah naik Transmetro karena jalurnya tidak menjangkau tempat kami tinggal. Dan daripada kena masalah, saya dan M memutuskan hanya naik taksi.

Nah.., karena tidak ada mobil dan pengawal, jadinya sering sekali naik taksi. Dan saya pun jadi lebih tahu tentang karakter umumnya orang Kolombia melalui sopir taksinya. Tentu ini tidak bisa dijadikan acuan baku karena hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi ceritanya begini, entah karena logat Spanyol saya yang aneh, atau tampang saya yang misterius (sulit ditebak aslinya dari mana), atau memang orang Kolombia, dalam hal ini sopir taksi, rasa ingin tahunya tinggi, setiap kali naik taksi, sang sopir pasti penasaran dengan asal usul saya. Saya awalnya enggan menjawab karena alasan keamanan. Tapi lama-lama dengan berbekal “sixth sense” alias naluri untuk menilai apakah orang tersebut cenderung baik atau tidak, akhirnya saya jawab seminimal mungkin. Dan untunglah sepanjang saya menggunakan taksi, saya tidak pernah mengalami kejadian buruk.

IMG_8890 IMG_8891 IMG_8892

Pertanyaan atau pernyataan standar para sopir taksi setiap kali saya naik taksi biasanya: Anda orang asing ya..? Aslinya dari mana..? Anda pasti orang China, Jepang, atau Korea..? Saya yakin Anda orang Asia, tapi tidak yakin negara Asia yang mana..  Wajah Anda mirip orang-orang suku Indian di sini, tapi saya yakin Anda bukan orang suku Indian karena bahasa Spanyol Anda agak “aneh”.. Anda cantik sekali, dan yang lebih menarik dari itu, sulit sekali saya menebak, Anda ini aslinya orang mana..?

Dan saya biarkan mereka menebak-nebak sampai menyerah, tak satu pun tebakannya benar..hehehe.. Begitu saya bilang bahwa saya orang Indonesia, semuanya tercengang! Ada yang tercengang karena tahu betapa jauhnya Indonesia dari Kolombia, ada yang tidak tahu di mana Indonesia, ada juga yang terkagum-kagum karena sang sopir taksi tersebut suka sekali sejarah dunia sehingga dia langsung berseru “Ahhh…, Jakarta…, Soekarno..!!!” begitu dia tahu saya orang Indonesia.. Oh ya.., pak sopir taksi yang ini tahunya presiden Indonesia itu Soekarno saja karena dia rupanya mengikuti perkembangan sejarah Indonesia hanya sampai periode tahun 60an..

Untuk perbandingan, silahkan perhatikan gambar-gambar berikut. Mirip kan..?

Gambar A…, orang-orang dari berbagai suku Indian di Kolombia…

IMG_8857 IMG_8858 IMG_8859 IMG_8860 IMG_8861  IMG_8863  IMG_8865 IMG_8866 IMG_8867    IMG_8871 IMG_8872 Kuna woman selling Molas in Panama City IMG_8874 Belém - PA. Indios participantes do FSM no Acampamento da Juventude  IMG_8877

Gambar B.., orang Indonesia pada umumnya…

IMG_8878 IMG_8879 IMG_8880 IMG_8881 IMG_8882 IMG_8883  IMG_8885 IMG_8886 IMG_8887

Ketika saya ceritakan ini ke ibu-ibu expats lainnya, terutama yang terbiasa dengan mobil dan pengawal pribadi, mereka tercengang juga…, bukan karena cerita tebak-tebakan asal-usulnya, tapi lebih ke “Oh my God..!!! You’re such a brave girl, getting around on the taxis on your own..!!! Please be extra careful…” Rupanya mereka sudah “didoktrin” sedemikian rupa sehingga selalu berpikiran bahwa naik kendaraan umum di Kolombia itu tidak aman, sementara saya yang waktu itu belum genap 6 bulan tinggal di sana sudah dengan santainya kemana-mana naik taksi. Bahkan suatu hari ketika Irma, satu-satunya teman saya yang orang Indonesia itu, entah mobil dan pengawalnya kemana, terpaksa pergi naik taksi ke tempat kami akan bertemu, dan sesampainya di tempat tujuan, dia masih gemetaran dan keringatan saking tegangnya naik taksi pertama kali! Padahal dia sudah tinggal di Barranquilla sekitar setahun.

Sebetulnya wajar mereka berpikiran begitu karena sejarah Kolombia sendiri dan juga karena tampilan mereka. Saya tidak pernah bilang ini ke ibu-ibu expats itu, takut dianggap rasis, tapi maksud saya begini, mereka itu semuanya bule/white/caucasian (kecuali Irma yang asli Indonesia itu) yang berasal dari negara maju, yang biasanya memang jadi target penculikan. Sementara saya, dengan tampang Asia yang “misterius” ini, yang katanya mirip orang-orang suku Indian setempat, membuat keberadaan saya sebagai orang asing tersamarkan, setidaknya sampai saya buka mulut dan bicara bahasa Spanyol, ketahuan deh “penyamaran” saya.. Dan kalaupun “orang-orang jahat” itu tahu saya orang asing yang berasal dari Indonesia, mungkin mereka pikir..”Ah..gak seru nyulik orang Indonesia.., mending orang Amrik saja…” Hehehe…

Dan teori ngasal saya tentang keuntungan bertampang Asia atau suku Indian itu mungkin ada benarnya. Di kantor M ada pasangan expats baru, suami istri asal New Zealand namanya Randy dan Molly. Randy yang bekerja, Molly seperti saya dan Tess, jadi trailing spouse. Pasangan ini sebelumnya tinggal di China selama 3 tahun. Seperti biasanya, Tess memberikan orientasi dasar ke Molly, sama seperti ke saya dulu. Hanya Molly ini agak “bandel”, agak susah dinasehati. Suatu hari dia jalan kaki sendirian di daerah sepi dan menurut Tess berpenampilan layaknya white people from wealthy country. Dan apa yang terjadi…? Molly ditodong dengan pistol oleh seseorang di siang bolong! Ini terjadi belum genap seminggu Molly ini tinggal di Barranquilla. Untungnya si penodong keburu panik karena ada beberapa orang lainnya lewat situ dan akhirnya kabur. Saya sebetulnya sering juga jalan kaki kalau untuk jarak dekat, biasanya saya pilih jalur yang melalui perumahan mewah karena biasanya lebih aman meskipun kadang sepi. Dan mungkin karena tidak bertampang bule, keberadaan saya sebagai orang asing tersamarkan, sehingga saya tidak pernah mengalami kejadian buruk seperti Molly. Atau mungkin Molly hanya sedang kurang beruntung. Entahlah…, sekedar teori gak penting..

Nah.., balik ke urusan transportasi. Karena sering terlihat wara wiri dengan taksi, ibu-ibu expats ini suka menawarkan untuk menjemput saya kalau kami akan kumpul-kumpul. Awalnya saya tolak, kuatir merepotkan, apalagi suami-suami mereka tidak bekerja di perusahaan yang sama dengan M. Tapi mereka tetap saja menjemput, ya sudahlah.., saya sih senang saja..hehehe.. Karena sering menjemput, mereka jadi tahu kalau saya tidak punya asisten domestik. Apalagi setiap kali mau dijemput, saya pasti sedang mengerjakan pekerjaan domestik. Ujung-ujungnya, Tess dan Belle menawarkan salah satu asisten mereka untuk kerja di tempat saya. Mereka kira saya tak punya asisten karena tak tahu harus cari ke mana, padahal saya memang merasa tidak perlu punya. Tapi karena apartemen kami itu lumayan luas dan penuh dengan dinding/jendela kaca yang besar-besar, akhirnya saya pun setuju untuk punya asisten tapi hanya datang dua kali seminggu untuk pembersihan apartemen secara total. Di antara ibu-ibu expats, hanya saya dan Evelyn yang hanya punya satu asisten dan datang dua kali saja dalam seminggu. Yang lainnya pasti punya lebih dari satu dan datang setiap hari bahkan ada yang tinggal di tempat mereka (live in assistant).

Asisten saya ini namanya Marta, usianya sekitar 27 tahun, sudah menikah dan punya dua anak, suaminya pekerja konstruksi. Kalau dari ciri-ciri fisiknya, kemungkinan besar dia keturunan Afrika dan salah satu suku Indian, mungkin ada sedikit Spanyol-nya juga. Marta ini persis seperti gambaran asisten domestik di telenovela. Dia hanya tahu beberapa kata dalam bahasa Inggris, sementara bahasa Spanyol saya belum bisa diandalkan. Walhasil, kami selalu bawa kamus kalau berkomunikasi. Salah paham, lost in translation, kebingungan.., itu hal yang terjadi setiap kali kami berkomunikasi. Tapi akhirnya kami jadi saling belajar bahasa karena dia pun sangat berminat untuk bisa bahasa Inggris, jadi nilai tambah kalau mau bekerja dengan orang-orang asing katanya. Satu hal unik tentang asisten domestik yang saya lihat di sini adalah mereka selalu berseragam ketika sedang bekerja, umumnya warnanya putih atau warna lembut lainnya, dilengkapi dengan celemek berwarna gelap. Marta minta dibelikan seragam dan celemek ini ketika akan bekerja di tempat saya. Seragam tersebut disimpan di tempat saya dan Marta memakainya hanya ketika bekerja di tempat saya juga.

Itulah sekelumit hal-hal sehari-hari tentang kehidupan di Barranquilla, Kolombia. Tentu masih banyak lagi cerita lainnya. Sabar menanti ya..hehehe..

Bersambung..

Advertisements

28 thoughts on “(026) Pengawal, tebak-tebakan asal usul, dan asisten domestik…

  1. Seram sih kalo ekspats ditodong di siang bolong. Berarti kriminal memang tinggi. Di Medan sendiri ekspats mau jalan di tengah bolong malah ditodong dengan kamera dan pertanyaan eskumis mister…. Untunglah M belum pernah punya kisah ditodong ya Mbak Em.

    Mbak Em, request episode selanjutnya tentang kuliner boleh? Sampai sejauh ini belum masuk ke babak yang ini kan? 🙂

    Like

  2. Wah seru ceritanya.. Sepertinya upah asisten domestik cukup murah yah makanya ada yg pny lebih dr 1..
    Serem jg yg molly ditodong kak, mmg rawan bngt berarti daerahnya kl siang bolong gt bs ditodong pistol 😢 😦

    Like

    • Di mata para expats yg berasal dari negara maju ya asisten domestik di kolombia itu dianggap murah, buatku sih mahal. Upah per hari sekitar 30 ribu peso (150 ribu rupiah)..
      Kolombia bisa lumayan aman utk expats asalkan dipatuhi rekomendasinya, yg terutama tentu saja harus ekstra hati2.. Sayangnya ada beberapa expats yg menyepelekan hal ini, sampe ada kejadian baru nyadar..

      Like

    • Ya Ge, aku sih aman2 aja untungnya..
      Ada banyak riset yg menunjukkan bahwa orang Asia kemungkinan besar memang berkerabat dengan penduduk asli benua Amerika (Indian), dilihat dari studi DNA-nya yg ternyata mirip, selain ciri-ciri fisik yang jelas2 sangat mirip.. Menurut riset, di jaman es, jauh sebelum orang Eropa mulai kolonisasi, orang2 dari Asia sudah banyak yang menyeberang ke benua Amerika melalui daratan penyambung yang sebetulnya lautan yang membeku. Sekarang daratan tsb sudah mencair sehingga benua Asia dan Amerika terpisah..

      Liked by 2 people

      • Iya sih masalah geologis (apa geografis ya. istilahnya?) sebenarnya. Aku juga pernah baca mbak Emmy, zaman duluuuuuu bgt laut/samudra cuma satu, daratan cuma satu, tapi krn ada perubahan alam dan bencana2, beberapa daerah jadi terpecah. Terbentuklah benua, pulau, dll. Unik ya 🙂

        Liked by 1 person

      • Iya bener banget, Ge.. Aku juga sering baca/nonton dokumentari tentang perubahan struktur geologis+geografis yg bikin planet bumi menjadi seperti yg sekarang kita kenal.. Aku demen banget loh ilmu pengetahuan yg beginian, termasuk teori tentang migrasi manusianya..

        Like

      • Aku juga suka, mbak Emmy ^^ Sebenernya sih aku suka semua mata pelajaran di sekolah dulu, sayangnya ada bbrp guru yg kurang menarik membahasnya.. Aku pun baca buku2 dr luar ajah, puji Tuhan ortu support pengetahuan umum kya gini ^^ Trus kalo mo jadi archeologist di Indonesia agak susah, kurang didukung pemerintah.. Capek deh pdhl byk bgt cerita sejarah dari wilayah geografis Indonesia itu sendiri

        Like

  3. jadi menarik ya mbak mengamati orang, betapa Beragamnya wajah manusia. bahwa ternyata warga asli keturunan di benua amerika sana yang bermil-mil jauhnya dari negeri kita ada yang mirip warga purwokerto situbondo hehehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s