(028) Now let’s talk about the food…

“My food philosophy: Wherever you are, food is food. At first you might think it’s different, but at the end of the day you would realise that basically it’s just all the same..”

Sama seperti di Indonesia, makanan khas Kolombia sangat beraneka ragam tergantung lokasi daerahnya. Misalnya di beberapa daerah makan semut panggang atau hamster panggang dianggap lumrah, sementara di daerah lainnya tak akan ada satu orang pun yang mau memakan makanan “ajaib” tersebut. Jadi ingat di beberapa daerah di Jawa ada menu khusus: belalang goreng. Makanan khas Kolombia banyak mengandung protein hewani, jadi tidak cocok bagi vegetarian atau siapapun yang tidak suka atau tidak bisa makan daging dan sejenisnya. Di daerah pesisir seperti di kota tempat kami tinggal, Barranquilla, bahan makanan seperti ikan, lobster, dan hasil laut lainnya banyak diolah dengan menggunakan santan.

Secara umum, sarapan dianggap penting oleh orang Kolombia, dan biasanya berisi jus buah, secangkir kopi atau coklat panas, buah-buahan, telur, dan roti. Makan siang yang biasanya disajikan antara jam 12 s/d 2 siang adalah jam makan utama, setidaknya di kota-kota kecil dan daerah pedesaan. Makan siang biasanya terdiri dari sup, hidangan utama, minuman, dan kadang diakhiri dengan dessert yang biasanya sangat manis. Sedangkan makan malam bentuk dan porsinya lebih mirip cemilan. Di kota-kota besar jam makan utama adalah makan malam yang biasanya disajikan sekitar jam 7 atau 8 malam.

Berikut adalah beberapa makanan khas Kolombia yang mungkin mirip dengan makanan khas negara tetangganya. Ada yang pernah saya cicipi, ada juga yang tidak. Yang jelas, semua makanan yang pernah saya cicipi mirip sekali dengan makanan Indonesia, entah bahan-bahannya, pengolahannya, bumbunya, maupun rasanya.

1. Ajiaco adalah sup berisikan potongan daging ayam, kentang, jagung, krim asam, capers (saya tidak tahu apa bahasa Indonesia-nya), alpukat, dan guasca (rempah khusus yang tumbuh di seluruh daratan benua Amerika yang membuat sup beraroma khas)

2. Arepa adalah roti pipih yang terbuat dari tepung jagung, bentuknya mirip pancake tebal. Biasanya dimakan dengan olesan mentega.

3. Arroz con coco adalah nasi yang dimasak bersama air, santan, garam, dan gula.. Kalau di Indonesia mungkin semacam nasi uduk.. Asisten saya, Marta, sering bikin nasi uduk a la Kolombia ini.

4. Bandeja Paisa saya sebut sebagai nasi rames-nya Kolombia. Dan karena hidangan ini mirip dengan makanan serupa dari negara tetangga mereka, semua orang di Kolombia berusaha mengukuhkan bandeja paisa ini sebagai Hidangan Nasional Kolombia. Hidangan sepiring (one dish meal) ini isinya adalah nasi kacang merah (nasi liwet versi mereka), daging panggang, sosis goreng, telur mata sapi, irisan alpukat, dan keripik pisang manis.

5. Buñuelos adalah makanan gorengan berbentuk bulat yang umum ditemukan di banyak negara di Amerika Selatan. Di Kolombia gorengan ini terbuat dari adonan dadih keju putih (dough of curd of white cheese) yang digoreng sampai kecoklatan, biasanya disajikan saat Natal. Kalau di Indonesia mungkin ini semacam tahu goreng, bedanya tahu terbuat dari sari/susu kedelai (protein nabati), sedangkan bunuelos terbuat dari sari/krim keju (protein hewani).

6. Chuncullo adalah gorengan usus sapi atau ayam yang diisi campuran sayuran dan tepung

7. Cuchuco de trigo adalah sup gandum yang dicampur kentang, kacang-kacangan, dan iga sapi.

8. Empanadas adalah gorengan pastel isi, rasanya bisa manis atau asin, isinya biasanya daging sapi/ayam, keju, atau nasi dan ketumbar.

9. Fritanga adalah sajian dalam piring besar yang isinya terdiri dari makanan panggang (daging, ayam, iga, sosis) dan gorengan usus sapi/ayam (chuncullo) yang disajikan dengan kentang dan roti jagung, atau singkong goreng dan pisang goreng (pisang besar yang rasanya gurih setelah digoreng, bukan manis)

10. Hogao adalah saus khas Kolombia yang terbuat dari bawang bombay dan tomat yang digoreng.

11. Hormigas Culonas (terjemahan harfiah: semut berpantat besar) ini sebetulnya bukan makanan yang umum dikonsumsi, tapi semua orang tahu ada makanan ini. Ini adalah semut yang besar sekali, bukan semut yang biasa mengerubungi gula itu. Pada saat musim hujan semut-semut tersebut biasanya dipanen. Yang diambil adalah semut-semut ratu, kaki dan sayapnya dibuang, badannya direndam dalam air garam dan kemudian dipanggang di wajan tanah liat. Tradisi ini dimulai sebelum masa terbentuknya negara Kolombia, dan biasanya dilakukan oleh para petani yang tinggal di daerah timur laut Kolombia. Semut panggang ini sering dipersembahkan sebagai hadiah pernikahan karena dipercaya mengandung zat perangsang birahi (aphrodisiac). Riset menunjukkan bahwa semut-semut tersebut adalah sumber protein tinggi. Namun, seiring dengan popularitasnya, semut jenis ini sekarang nyaris punah.

12. Lechona ini adalah babi panggang versi Kolombia. Bentuknya berupa babi utuh yang diisi nasi, kacang-kacangan, bawang daun, dan rempah/bumbu, dan dimasak perlahan selama 10 jam di dalam oven tanah liat, disajikan dengan arepa (roti jagung), biasanya merupakan hidangan pesta atau acara makan-makan lainnya.

13. Morcilla rellena adalah sosis darah atau puding darah, biasanya dipanggang atau digoreng.

14. Pandebono adalah sejenis roti yang terbuat dari tepung jagung, keju, dan telur. Biasanya dimakan selagi hangat, atau baru keluar dari oven.

15. Patacones adalah pisang hijau besar (jenis pisang yang tidak manis) yang dipipihkan sehingga bentuknya melebar, kemudian digoreng sampai kecoklatan. Rasanya mirip keripik pisang yang biasa ada di Indonesia. Patacones ini biasa dimakan sebagai cemilan atau sebagai makanan pelengkap makan siang.

16. Puchero adalah sup yang berisi singkong, pisang hijau, talas, dan segala macam daging, disajikan dengan aji (saus pedas), telur rebus, dan puree alpukat.

17. Quesillos adalah keju (double cream cheese) yang dibungkus daun pisang.

18. Tamales adalah adonan tepung jagung yang diisi daging/ayam dan sayuran, dibungkus daun pisang, kemudian dipanggang.

19. Viudo de pescado adalah sup ikan air tawar yang disajikan dengan pisang hijau goreng dan singkong rebus.

20. Manjar blanco adalah caramel susu yang terbuat dari susu, gula, dan perisa seperti vanila, kayu manis, atau jeruk; dimasak perlahan selama beberapa jam agar warnanya jadi krem kecoklatan, mengental, dan tidak hangus. Disajikan sebagai dessert.

21. Natilla adalah puding jagung manis, disajikan sebagai dessert.

22. Postre de natas adalah susu cair dan susu kental yang dimasak dengan gula, kayu manis, dan kismis, disajikan sebagai dessert.

Dan berikut ini penampakan dari sebagian makanan yang disebut di atas. Semua yang ada nasinya adalah bandeja paisa dengan berbagai versi. Meski mirip dengan masakan Indonesia, ciri khas makanan Kolombia adalah sering menyertakan irisan alpukat, gorengan pisang hijau, dan nasi yang dimasak dengan kacang-kacangan..

A. Makanan berat

IMG_8796IMG_8794IMG_8793IMG_8791IMG_8790IMG_8788IMG_8787IMG_8783IMG_8779IMG_8777IMG_8776IMG_8773 IMG_8772IMG_8764IMG_8762IMG_8760   IMG_8757IMG_8752IMG_8750IMG_8749

B. Makanan ringan…

IMG_8789IMG_8785IMG_8767IMG_8774   IMG_8771IMG_8770IMG_8769IMG_8768IMG_8766IMG_8765IMG_8763IMG_8759IMG_8758CAMINOIMG_8753IMG_8756IMG_8755IMG_8754IMG_8751IMG_8792

Dan pada akhirnya saya berkesimpulan: Makanan adalah makanan. Karena iklim yang sama persis sehingga hasil bumi pun sama persis, maka jarak puluhan ribu kilometer yang setara dengan setengah lingkaran bumi antara Indonesia dan Kolombia tak berdampak banyak atas variasi makanan. Semuanya mirip, yang berbeda hanya penamaan yang tentunya disesuaikan dengan bahasa setempat.

Fakta yang menarik ‘kan…?

(Materi tulisan dan foto berasal dari catatan dan dokumentasi pribadi dan juga dari beberapa sumber lainnya)

Bersambung..

Advertisements

47 thoughts on “(028) Now let’s talk about the food…

    • Hahaha…emang iya enak..maklum mirip makanan Indonesia semuanya.., tapi kata suamiku M dan juga ibu-ibu bule expats lainnya gak enak mereka bilang.. Harus hi five nih kita sama orang Kolombia..hehehe..
      BTW, makasih ya udah follow blog-ku.. Aku follow blog-mu juga.. Seru sih..hehehe..
      Salam – Emmy

      Like

  1. Wah Em, makanan beratnya emang beneran berat ya, ada nasi pake kentang pula, double the carbo😀 Itu yg kayak pastel atau panada kalo orang menado bilang, apa namanya disana?

    Like

  2. Keliatannya enak banget, mungkin karena sama2 di daerah tropis kali ya. Sayuran yang tumbuh juga sama, pola makan juga sama.

    Disini rata2 makanan cuman variasi kentang dan daging yang bikin bosen. Semakin ke utara semakin “ngawur” menunya 😛

    Liked by 1 person

    • Hehehe..iya bener… Semakin ke selatan (benua Australia) juga makin hambar dan monoton.. Untungnya Australia bagian utara masih terbilang tropis jadi aku masih bisa masak a la Indonesia yg full rempah-rempah itu..

      Like

      • Eh serius aku lihat foto fotonya kok macamnya presentasi makanannya kok agaknya semrawut gitu ya mbak… Tapi biasanya yang semrawut itu yang enak… Presentasi yang menarik malah biasa bland aja…. Ah… Apa pun itu yang penting bisa dimakan.

        Btw, apakah di Kolombia juga ada jengkol beserta sohib karibnya: Pete?

        Mbak, request lagi, masih seputar food: fruit dan veggie… Ada gak yang unik di sana?

        Like

      • Kalo yg di foto tuh udah lumayan cantik lah, kalo aslinya ya biasa aja, tapi rasanya tetep enak sih.. Mungkin jengkol dan pete ada tapi saya belum pernah lihat..
        Oh aku juga udah niat mau post hasil bumi, sayur dan buah, dan hal unik apa saja yg biasanya ada di supermarket/pasar.. Tunggu aja ya..

        Like

  3. hahha chuncullo ..mereka makan usus juga ternyata…….benar adanya iklim menentukan juga pada habit makanan di suatu wilayah ya………… pastel nya mirip pastel kita ya…………..

    Like

  4. nama makanan lucu2 kak hihihi tp intinya kalimat diatas loh kak “Wherever you are, food is food. At first you might think it’s different, but at the end of the day you would realise that basically it’s just all the same..” philosphynya itu dalem!

    Liked by 1 person

  5. Aku terdistract sama gambar2 makanannya hehehe… Soo yummy nampaknya. Tapi kalau aku disana bakalan susah ga ya dengan makanan. Karena aku ga makan segala jenis daging dan unggas. sesekali masih makan ikan. Suka banget raw vegetables dan fruits. Ditunggu postingan sayur mayur, buah dan segala hasil bumi yaaa 🙂

    Like

  6. Wah Em, ternyata banyak banget ya makanan2 aneh2nya di kolombia….secara umum di South Amerika yang keingat ya pisang goreng dan ubi goreng ada disetiap menu nasi…tadinya aneh, tapi lama2 enak juga. pernah pesan marinated parilla apa gitu deh,…keluarnya ayam bakar utuh , bumbunya enak sih tapi ayamnya guedee, sampai mba bungkus buat lauk makan berikutnya.

    Liked by 1 person

    • Iya mba kalo makan di luar saya juga suka pesan apalah gitu yg namanya unik dan eksotis.., eh..yang keluar nasi goreng + ikan bakar misalnya..hahaha.., untungnya enak.. Sering tuh kejadian kayak gitu awal-awal tinggal di sana.. Tapi setelah ngerti bhs Spanyol gak terlalu banyak lagi momen kejutannya..hehehe..

      Like

  7. Yg dadih goreng itu ada juga di sulsel teh, dari kab enrekang atau pinrang gt klo g salah. Namanya dangke. Ak pnh makan rasanya mirip keju tp dgoreng. Count it as celebes cheese kali ya. Hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s