(035) Nongkrong bareng barranquilleros…

Setelah bulan puasa 2011 selesai, tentu saya beredar kembali di dunia kumpul-kumpul di Barranquilla. Hanya kali ini saya lebih sering kumpul dengan ibu-ibu lokal orang Kolombia dari studio latin dance aerobic, atau orang setempat menyebutnya clase de rumba (rumba class), karena ibu-ibu expats makin sedikit jumlahnya dan makin sibuk orang-orangnya, maklum sudah menjelang akhir tahun waktu itu.

Bagi yang pernah dengar tentang Zumba Fitness, rumba ini adalah versi lain dari zumba. Zumba sendiri memang awalnya produk asli Kolombia. Diciptakan secara tidak sengaja oleh Alberto Perez, seorang instruktur aerobik di Kolombia di tahun 90an ketika suatu hari dia lupa membawa kaset musik reguler untuk kelas aerobiknya. Karena kelas harus tetap jalan, dia kemudian mengganti musiknya dengan kaset musik latin yang kebetulan ada di mobilnya. Dan ternyata orang-orang suka. Singkat kata, zumba sukses di Kolombia, kemudian Perez menawarkan konsep ini ke publik Amerika Serikat, dan ternyata sukses juga, dan akhirnya jadi mendunia (sumber: Wikipedia).

Nah.., balik ke urusan nongkrong dengan barranquilleros (sebutan untuk orang Barranquilla), sebetulnya dari awal saya lebih sering bertemu dengan ibu-ibu lokal ini (daripada dengan ibu-ibu expats), tiap hari malah, Senin s/d Sabtu setiap jam 7 pagi di kelas rumba. Mungkin karena ini, saya jadi cepat bisa Bahasa Spanyol, soalnya cuma saya orang asing di kelas ini, dan ibu-ibu lokal tak begitu bisa Bahasa Inggris, jadinya “terpaksa” berbahasa Spanyol. Tadinya ada Sofia, teman expats asal Argentina tapi tak lama kemudian dia pindah ke Afrika Barat. Selain itu, bahasa nasional Argentina memang Bahasa Spanyol, jadi saya anggap Sofia orang lokal..hehehe..

Anggota kelas rumba ini datang dari beraneka ragam rentang usia (20an sampai 60an), pekerjaan (ibu rumah tangga, dokter gigi, guru, pengusaha, pensiunan, dll) dan kelas sosial/ekonomi (S, M, L; ini istilah “ngasal” bikinan saya sebetulnya), dan berbagai tipe orang (dari yang pendiam sampai yang super rame ada). Dan semuanya seru-seru! Yang menarik, sama seperti bule di Indonesia yang suka jadi pusat perhatian, saya juga mengalami hal ini di sini: jadi pusat perhatian..hehehe..

Acara nongkrong ini seringnya dilakukan setelah kelas rumba di pagi hari. Ada acara ulang tahun+sarapan bareng di rumah salah satu anggota, seperti ulang tahun Camilla di bawah ini.. Makanan dan dekorasi pesta yang cantik lengkap dengan organ tunggal dan penyanyinya dipesan dari katering, sementara yang ulang tahun dan undangannya teuteup pakai baju olahraga yang masih berkeringat..hahaha..

Emmy's iPhone_110811 279Emmy's iPhone_110811 276Emmy's iPhone_110811 274 Emmy's iPhone_110811 272Emmy's iPhone_110811 271Emmy's iPhone_110811 270Emmy's iPhone_110811 269Emmy's iPhone_110811 265
Emmy's iPhone_110811 278Emmy's iPhone_110811 275Emmy's iPhone_110811 264

Atau sekedar sarapan bareng sambil belanja kebutuhan dapur di supermarket terdekat seperti foto-foto berikut. Oh ya.., di Kolombia mayoritas supermarket punya kedai kopi di dalamnya, jadi bisa nongkrong dulu di situ kalau kaki cape setelah keliling lorong supermarket.

Emmy's iPhone_110811 210Emmy's iPhone_110811 209Emmy's iPhone_110811 208Emmy's iPhone_110811 207

Dan ada juga acara nongkrong yang dilakukan di malam hari, seperti ulang tahun Gabriella berikut. Nah, kalau acara di malam hari begini, para ibu dandan cantik, tidak lagi berseragam baju olahraga yang keringatan itu..hehehe..

DSC00318DSC00316DSC00315DSC00314DSC00313DSC00312DSC00323DSC00317

Sebetulnya acara nongkrong dengan ibu-ibu lokal ini jauh lebih banyak dari jumlah foto di atas, tapi saya rasa yang ditampilkan di post ini sudah cukup mewakili. Dan jika saya ditanya tentang kiat-kiat hidup di luar negeri, cobalah bersosialisasi dengan penduduk setempat. Istilah “tak kenal maka tak sayang”ย itu menurut saya sangat relevan untuk memperkecil kemungkinan berprasangka buruk terhadap sesama manusia..

Bersambung…

Advertisements

35 thoughts on “(035) Nongkrong bareng barranquilleros…

  1. Mau cepat menguasai bahasa, bergaul dengan penduduk asli memang cara paling cepat… Dan memang paling enak menjadi orang asing yang diterima dengan hangat dan terbuka. Kita pun jadi gak minder.

    Enak mbak Barranquilleros ini. Membumi banget…

    Liked by 1 person

    • Gak tau pasti mba.., cuma kalo yg saya perhatikan mungkin awalnya sama, namun pada perkembangannya si rumba ini jadi lebih merangkul semua jenis musik latin.., jadi gerakan Classic Ballroom Rhumba-nya udah dikit banget, malah nyaris gak ada..

      Like

      • Hahaha..seru tuh.. Tapi grogi saya kalo dibandingin sama yg Classic Ballroom, soalnya yg saya pelajari di zumba dan rumba hanya gerakan dasar dari latin dance dan classic ballroom dance, trus semuanya digabung dengan hip hop, reggae, bahkan kadang asia juga kayak bollywood dance dan gerakan taichi.. Gado-gado lah pokoknya..hehehe..

        Like

  2. Eeeh kursi plastik kyk yg merah gt ada juga loh di Oz ๐Ÿ˜† tp warnanya putih biasa. Ntahlah mereknya apa. Mungkin LION ST#R juga, hihihi.

    Like

  3. aku juga suka ikutan kelas zumba di fitness first sini.. kalo guru.nya filipino gt.. mrk kadang2 juga ajarin rumba. ahahha. seru jugaa.. ngomongin kursi itu. mungkin semua.nya made in china yaa. jadi pembeli.nya dimana2. hahaha.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s