(036) What happened to the “S”..?๐Ÿ˜ง

Daniela: Emmy, is Bali islandย (is-lan) beautiful? I want to go there..?ย 

Saya: ๐Ÿ˜ฏ๐Ÿ˜ Do you mean Bali island (ay-lฤ—n)..? Yes, it is beautiful..ย 

Daniela: I don’t understand..๐Ÿ˜

Saya: About going to Bali..? I’ll help you out..

Daniela: No… Aboutย “island” (ay-lฤ—n) and “isla” (is-la).. One is English and the other one is Spanish, both have the same meaning but why the S in “island” is not pronounced like the one in “isla”..? Quรฉ paso con el “S”..? What happened to the “S”..?ย ๐Ÿ˜ง

Saya: Well…, it’s been my question too…๐Ÿ˜•

Itu adalah selintas percakapan saya dengan Daniela, teman saya yang asli orang Kolombia, ketika dia pulang kampung ke Barranquilla untuk menghindari dinginnya cuaca akhir tahun di Kanada, kampung suaminya. Di awal-awal saya belajar Bahasa Spanyol, guru-guru saya bilang bahwa saya termasuk cepat bisanya, kemampuan saya berbahasa setelah enam bulan belajar sama dengan umumnya expats lain setelah dua tahun belajar (hehehe..tersanjung deh..)

Saya les tiap hari dari Senin s/d Jumat selama satu jam dengan dua guru yang berbeda, yang satu guru pria (profesor), satunya lagi guru wanita (profesora). Yang pak guru namanya Edwardo, datang ke apartemen kami, dia sebetulnya guru Bahasa Inggris di kantornya M yang juga dwifungsi sebagai guru Bahasa Spanyol untuk para expats. Sementara yang bu guru namanya Tamara, saya yang datang ke apartemen dia atau kadang belajarnya sambil ngopi-ngopi cantik. Les dengan Tamara ini atas rekomendasi Evelyn, dan saya bayar sendiri.

Setelah delapan bulan belajar, saya bisa memperkirakan kenapa saya bisa lebih cepat bisa: otak saya sudah terbiasa dengan multilingual mode. Seperti umumnya orang Indonesia, bahasa pertama adalah bahasa daerah, baru setelah itu Bahasa Indonesia dan mungkin satu bahasa asing. Bahasa pertama saya adalah Bahasa Sunda, di umur 10 tahun baru belajar Bahasa Indonesia, umur 12 tahun mulai belajar Bahasa Arab dan Inggris, umur 18 tahun mulai belajar Bahasa Rusia. Ketika belajar Bahasa Spanyol, saya perhatikan secara tata bahasa banyak kemiripan dengan Bahasa Rusia dan Inggris, sementara tipe pelafalan huruf lebih mirip dengan Bahasa Indonesia dan Sunda.

Sebagai perbandingan, sebagian besar expats yang ada di sekitar saya waktu itu hanya mengenal satu bahasa, umumnya Bahasa Inggris, dari lahir sampai dewasa. Atau orang-orang Kolombia sendiri umumnya dari lahir sampai dewasa hanya bisa Bahasa Spanyol.

Para expats penutur asli Bahasa Inggris suka mengeluh tentang sulitnya Bahasa Spanyol (termasuk suamiku M), terutama mengenai tata bahasa yang jauh lebih rumit dan pelafalan huruf ‘R’ yang harus jelas diucapkan. Sementara teman-teman saya yang orang Kolombia, penutur asli Bahasa Spanyol, mengeluh betapa susahnya Bahasa Inggris karena pelafalan huruf atau pengucapan kata-kata yang menurut mereka “tak beraturan/tidak konsisten”. Sebagai orang yang bukan penutur asli dari kedua bahasa tersebut, saya cuma cengar-cengir jika ada pertanyaan seperti yang Daniela ajukan di atas. Lha.., mereka mengeluh karena kesulitan dalam belajar SATU bahasa baru, sementara saya seumur-umur rasanya belajar bahasa baru melulu..hehehe..

Ketika saya ceritakan betapa beragamnya bahasa daerah di Indonesia (ada sekitar 250 bahasa daerah menurut berbagai sumber yang pernah saya baca), dan betapa setiap hari selalu ada kemungkinan atau keharusan untuk belajar bahasa baru karena alasan pindah domisili misalnya (selain kebutuhan untuk berbahasa Indonesia), barulah mereka sadar, keluhan mereka tak ada apa-apanya..hahaha..๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

So.., what happened to the “S”…? I absolutely got no idea.. Bahkan M pun (salah satu penutur asli Bahasa Inggris itu.., yang kebetulan adalah suamiku..) bingung juga pas saya tanya soal ini..hahaha…๐Ÿ˜„๐Ÿ˜๐Ÿ˜„
Dan kepada semua orang Indonesia yang masih multilingual alias sehari-hari menggunakan lebih dari dua bahasa, entah itu beberapa bahasa daerah dan bahasa Indonesia, atau bahasa Indonesia dan bahasa asing, atau kombinasi dari ketiganya, berbanggalah.. Tak semua orang diberkahi anugerah budaya berbahasa lebih dari dua dalam kesehariannya. Berbahagialah bahwa otak Anda diberikan kesempatan untuk selalu lebih aktif sehingga fungsi utamanya tetap terjaga..

Bersambung..

Advertisements

57 thoughts on “(036) What happened to the “S”..?๐Ÿ˜ง

  1. Menarik. Bahasa Inggris itu sebenernya sangat2 iregular. Kita saking udah biasa aja jadi nggak menganggap ajaib. Teman2 yang baru belajar jadinya pada komplen kaya si Daniela itu.

    Masih untung nggak belajar bahasa Danish. Si spelling ke Kampung Rambutan, pronunciationnya ke Ancol.

    Liked by 2 people

    • Whoaaaa…hahaha!!! spelling ke Kampung Rambutan..pronunciation ke Ancol..setidaknya masih di Jakarta lah ya..
      Kalo bhs Prancis kan entah maruk entah malas.., spelling 1 kata 10 huruf, begitu pronunciation yg kedengaran cuma 3 huruf doang..

      Like

  2. Betul Em. Lidah orang Indonesia itu supel karena konsonan dan vokal dalam bahasa Indonesia pengucapannya netral. H ya H, R ya R. Ngga kaya bahasa Spanyol dan bahasa Perancis yang dalam tulisan ada huruf H tapi dalam pengucapan ngga kedengeran huruf H nya ๐Ÿ™‚

    Suka banget pos ini, bagus dan mencerahkan.

    Liked by 1 person

    • Hehehe..makasih Lorraine..
      Oh ya aku suka becanda tuh soal huruf H, aku bilang di Kolombia (dan negara berbahasa Spanyol lainnya) gak ada “hotel”.., adanya “otel” (biarpun spelling-nya h-o-t-e-l..hahaha..

      Like

      • Atau huruf “LL” atau double L dibaca “Y” atau “JY” seperti dalam “paella” (baca: paejya).. Atau kota tempat kami tinggal itu, Barranquilla, dibaca ‘barrankijya’.. Aneh juga emang..๐Ÿ˜
        Tapi buatku kalo soal pengucapan masih lebih konsisten Spanish lah daripada English.., contohnya: huruf ‘u’ aja bisa jadi macam-macam bunyinya: dalam kata ‘bus’ jadi bunyi ‘a’, dalam kata ‘push’ jadi bunyi ‘u’.., kalo berdiri sendiri bunyinya jadi ‘yu’, belum kalo ketemu huruf vokal lainnya.., lain lagi bunyinya.. Rempong gak sehhh..๐Ÿ˜•

        Like

      • Nah bahasa Rusia tuh kayak Jerman juga kalo soal pronunciation.., huruf dengan bunyi sama.., gak enaknya mungkin karena punya alfabet sendiri..(cyrillic..) Tapi aku tetep suka tuh hurufnya.., jadi bisa nulis rahasia, gak ada yg bisa baca..hehehe..๐Ÿ˜„

        Like

  3. hebat mbak, bahasanya banyak yang dikuasai… saya aja english belepotan..wkwkwk… dulu sempat les bahasa jepang dan arab tapi lupa lupa karena tak melakukan latihan….., kalau bahasa daerah saya tahu Bugis dan Makassar .. iya kita memang negeri yang kaya bahasa daerah.. sama dengan negara Asia lainnya kayak India dkk… bahasanya ratusan…

    Liked by 1 person

    • Yang sudah dipelajari banyak, Sit.. Tapi yg masih fasih cuma 3 (Sunda, Indonesia, Inggris), Rusia dan Spanyol mulai lupa, bhs Arab cuma dipake buat baca Al-Quran..
      Negara kita memang kaya budaya bahasa.., hebatnya dulu para bapak pendiri bangsa kepikiran buat bikin bhs nasional bhs Indonesia.. Sayangnya, banyak generasi sekarang yg tidak lagi menggunakan bhs daerah dengan berbagai alasan..

      Like

  4. Aiihh aku suka dengan tulisan ini. Mengingatkan bahwa sebenarnya kita sebagai orang Indonesia banyak banget bahasa yang bisa. Kamu hebat Emmy, banyak belajar bahasa asing. Tapi memang benar, moment terpaksa seringkali bikin kita untuk harus bisa ๐Ÿ™‚
    Aku bahasa daerah bisa dan fasih Jawa dan Madura (karena orang jawa yang tinggal di lingkungan Madura). Bahasa asing Inggris (yang masih standard), Arab (karena dulu madrasah), baru2 ini “terpaksa” belajar bahasa Belanda, dan mulai praktek sama suami. Kalo suami malah multilanguage lagi. Inggris, Belanda, Jerman, Perancis (suka heran aku bagaimana belajarnya orang2 yang bisa banyak bahasa itu :D)

    Liked by 1 person

    • Nah berarti kamu berpotensi banget utk jadi multilingual.., bhs Belanda sudah menanti tuh.., dan bhs Inggris pasti jadi pengen lebih bisa lagi kan..๐Ÿ˜„ Selamat belajar bahasa.. Berbanggalah jadi orang Indonesia yang multilingual..๐Ÿ˜€

      Like

  5. Mbak emmy sempat madrasah belajar bhs arab? Hehehe kesannya yg belajar bhs arab pernah skolah di madrasah ya. Mbak tulisannya kirim di gado-gado femina (pasti banyak yg nyaranin deh). Dari bahasa-bahasa yg mbak pelajari (atau semua yg komen disini monggo respon) kata apa yg menjadi favorit dan paling sulit
    diucapkan?
    Terimakasih matursoewoen ๐Ÿ™‚

    Like

    • Dulu waktu umur 12 s/d 15 tahun ikut sekolah madrasah tiap sore selama 2 jam selain sekolah umum di pagi hari. Salah satu yg dipelajari adalah bhs Arab utk bisa baca Al-Quran dan mengkaji tafsirnya. Sekarang baca Al-Quran dalam huruf Arab masih bisa, tapi mengkaji tafsir yg juga dalam bhs Arab sudah blank sama sekali karena perbendaharaan katanya sudah banyak yg lupa..

      Like

    • Kirim tulisan ke majalah gitu malah gak kepikiran, sudah ada beberapa orang yg nyaranin nulis buku atau artikel di majalah cuma minatnya belum ke sana aja kali..hehehe..
      Nah soal kata favorit bingung jawabnya.., kayaknya gak ada deh.. Trus kata yg paling susah diucapkan.., semua kata dalam bhs Inggris menurut saya susah diucapkan karena pelafalan bunyi huruf yang tidak konsisten dari satu kata ke kata yg lainnya.. Contoh: huruf ‘u’ dalam ‘bus’ diucapkan seperti bunyi ‘a’ dalam kata ‘baca’, sedangkan dalam ‘push’ diucapkan seperti dalam kata ‘buku’.. Kalo di bhs lain yg pernah saya pelajari, pelafalan bunyi huruf lebih konsisten..

      Like

  6. Pingback: The irritable vowel syndrome | Si Koper Biru

  7. Mbak Emmy, aku agak bangga dengan org Indonesia terkait mslh bahasa krn lidah kita emang fleksibel ya. Karena dari awal udah konsisten antara baca-tulis.
    Mbak Emmy hebat banget bs banyak bahasa ๐Ÿ˜ฎ bhs daerah aku lumayan bisa Jawa dan Manado (pdhl org Batak ๐Ÿ˜† ) trus bhs asing masih bhs Inggris dan Mandarin. Pengen nambah yg lain sesuai minat tp blm ketemu ๐Ÿ™‚

    Like

    • Wah kamu lebih hebat lagi.., orang Batak tapi lumayan bisa bhs Jawa dan Manado..hahaha.. Bhs asing Inggris dan Mandarin bagus banget tuh buat salah satu modal kerja.. Kalo mau nambah cari bhs yg entah itu banyak jumlah penuturnya.., atau penting dalam dunia bisnis internasional.., idealnya sih satu bahasa yg punya dua karakteristik itu sekaligus..

      Like

  8. Lucky you bisa belajar berbagai bahasa dengan cepat, Karena saya percaya masalah bahasa itu adalah masalah bakat. Dan sialnya saya ga begitu berbakat dengan bahasa. Lahir di Bandung, besar di Jakarta dan berasal dari keluarga Jawa, tidak menjadikan saya bisa bahasa Jawa, Sunda atau Betawi, bisanya cuma bahasa Indonesia doang…. ๐Ÿ˜ฆ
    10 tahun terakhir ini tinggal di Middle east yang bahasa sehari-harinya bahasa Arab…. Bahasa Arab tetap Nil… he he he… dan saya menyalahkan bahasa Indonesia yang terlalu mudah, ga ada tenses dan ga ada male & female noun, yang membuat pengertian bahasa menjadi minim… :p

    Liked by 1 person

    • Hahaha..๐Ÿ˜„ Dirimu ini berarti mirip suamiku.., udah tinggal di beberapa negara tapi bahasanya gak gitu nempel, gak bakat katanya.. Trus parahnya lagi dia bilang pelajaran bhs Inggris aja di sekolah dulu dapet nilai jelek๐Ÿ˜„๐Ÿ˜ Aku sih gak ngerti berbakat atau gak…, tapi yg jelas minat sih iya.., seneng rasanya bisa jadi mengerti apa yg orang lain omongin..๐Ÿ˜ƒ

      Liked by 1 person

  9. privet, kak u vas dela?
    hehehe..aku suka deh baca blognya mbak. selama ini cuma jadi silent reader, baru sekarang kepingin nulis sesuatu ๐Ÿ™‚
    aku dewi mbak, dulu sempet kuliah di rusia 3 tahun, sekarang di jakarta. menikah dengan orang turki dan sudah punya 1 anak..salam kenal mbak ๐Ÿ™‚

    Like

    • ะฏ ั…ะพั€ะพัˆะพ, ัะฟะฐัะธะฑะพ . ะบะฐะบ ะดะตะปะฐ ? Wah senengnya ada yg bisa bhs Rusia juga.., bhs rusia-ku udah hilang sih sebenarnya, udah lama gak dipake ๐Ÿ˜ž
      Wah menarik sekali sejarah hidupmu.. Koq bisa sampe kuliah di Rusia? Jadi ngiri nih..๐Ÿ˜„ Sekarang jadi bisa bhs Turki dong.. Makasih ya sudah mampir dan baca blog-ku..๐Ÿ˜„ Kalo boleh tau sekarang menetap di mana..?

      Like

  10. hiks saya mah parah-.- ngaku lemah banget berbahasa asing.tapi kalau pasif sih ngarti.pernah kursus bhs inggris kr jrg di praktekan y mlongo jg kl di ajak ngomong.tapi kalau baca2 mah tetap ngarti.sunda jawa krn dl 9 tahun study di jogja. skrg turki.dulu bhs arab cuma nyantol dikit.skrg nyesel jg knp ga semua diseriusin.padahal banyak org suriah yg pada ngungsi di turki termasuk yg deket2 rumah kami jg mulai banyak.pengen gitu ngobrol2 lumayan kan ya buat cerita di blog:D drpada bc2 diberita yg kadang syarat kepentingan. buku2 udah dibeliin sm suami.rencana mau kursus ketunda krn hamil dan jauh lokasinya*dulu*hii otodidak..dan nekad praktek langsung aja sm tetangga:D kl pasif terus ga berkmebang..trus kapan bs menjelajah turki nya hahah kan syaratnya harus bagus turkche nya dulu..dududu

    Like

    • Ayo semangat belajar bahasa baru lagi..๐Ÿ˜ƒ Terutama bahasa Turki yang pastinya bakal kepake.. Aku juga tinggal 3 bahasa yg masih fasih: Sunda, Indonesia, Inggris. Bahasa Rusia dan Spanyol pasif aja, bhs Arab sudah lupa, kalo baca Al-Quran dalam huruf hijaiyah masih bisa..

      Like

  11. keren kak Emmy bisa banyak bahasa, aku bahkan bahasa daerah di indonesia aja gada yg bisa selain bahasa chinese karna dirumah diajarin ngmg chinese..
    kalo temen ngobrol pake jawa sunda seru kayanya tp ga ngerti apa2 hehe

    Like

  12. sama kaya orang korea yang susaahh banget diajarin huruf R, hehehe… baik di awal kata atopun di akhir kata…
    Rambut jadi lambut. Bogor, jadi bogore….

    Kadang kocak juga pas ngajarin mereka, hehehe

    Like

  13. keren deh bisa banyak bahasa.. saya mah org sunda, tinggal di jawa barat tp kemampuan ngomong bahasa sunda nihil.. trus sempet tinggal 4 thn di jogja tp gak bisa bahasa jawa, padahal suami juga org jawa.. sempet les bahasa korea, tp pas pertemuan ketiga langsung KO. trus pernah pas SMA les bhs jepang juga, mayan sampai lulus tingkat dasar to dgn nilai dan kemampuan bicara yg menggenaskan! hihhihi.. emang gak bakat di bidang bahasa kl yaa.. tp sebenrrnya aku tertarik sih buat belajar bahasa baru cuman gak didukung sama kegigihan buat terus blajar dan praktekin

    nice blog Em

    Liked by 1 person

    • Hehehe..makasih, Amel..
      Mungkin dirimu tidak berbakat atau mungkin juga tidak ada kondisi memaksa utk pake bhs tsb sehingga tidak ada praktiknya. Waktu tinggal di Kolombia saya cepat bisa ngomong bhs Spanyol karena selain minat juga dipaksa keadaan dan lingkungan.. Dan selama masih ada minat, belajar bahasa baru akan lebih mudah.. Gitu deh pengalaman saya..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s