(047) Roster…

Setelah beberapa saat saya berada di Cianjur, di sekitar akhir April 2012 suamiku M akhirnya dapat giliran libur. Dan kali ini dia menyusul saya ke Cianjur, menghabiskan jatah liburnya di kampung halaman saya selama dua minggu. Rencananya setelah itu kami berdua kembali ke Sangatta bersama-sama. Dalam situasi seperti ini di mana saya sudah berada di Cianjur lebih dulu, biasanya saya bersama sopir menjemput M di bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan langsung meluncur ke Cianjur.
Menghabiskan masa liburan di kampung halaman, entah itu kampung halaman saya atau pun M, dilakukan secara bergantian. Hal ini lebih mudah dilakukan ketika kami kembali ke Sangatta karena di tempat kerja M yang ini kami memilih tipe penugasan/penempatan Fly In Fly Out (FIFO), bukan tipe Family Residencial (FR) seperti yang dilakukan ketika masih bekerja/tinggal di Kolombia.
Sebagian besar orang mungkin tidak akrab dengan istilah FIFO dan FR ini. Namun setahu saya sistem ini umumnya diterapkan di sektor pertambangan, minyak, gas, dan proyek konstruksi skala besar. Di sektor/industri lainnya mungkin diterapkan juga, terutama di bidang pekerjaan yang melibatkan ekspatriat dan/atau lokasi kerja terpencil.
Secara garis besar perbedaan FIFO dan FR adalah sebagai berikut. Sistem FIFO memungkinkan pekerja mendapat giliran libur yang lebih sering dalam jangka waktu tertentu (setahun misalnya), tetapi fasilitas akomodasi dan biaya transportasi yang disediakan oleh perusahaan hanyalah untuk pekerja terkait. Keluarga pekerja tentu boleh menjenguk atau berkunjung atas biaya sendiri, tetapi dalam beberapa kasus hal ini bisa saja tidak mungkin dilakukan karena lokasi yang sangat sulit diakses misalnya. Sementara itu sistem FR memungkinkan pekerja mendapat giliran libur yang lebih jarang dalam jangka waktu tertentu (setahun misalnya), tetapi semua fasilitas akomodasi dan biaya transportasi pekerja dan keluarganya (baca: pasangan dan anak-anak) ditanggung perusahaan. Akomodasi di sini artinya pekerja dan keluarganya diberikan fasilitas tempat tinggal di lokasi terdekat dengan tempat kerja pekerja tersebut. Jadwal giliran hari kerja (day on) dan hari libur (day off) yang dimaksud dalam sistem FIFO dan FR disebut roster.

“Roster: a list or plan showing turns of duty or leave for individuals or groups in an organization”
Contoh: “next week’s duty roster”
synonyms: schedule, list, listing, register, agenda, calendar, table
Contoh: “Check to see if your name’s on the roster for next week’s work” — Sumber: Wikipedia

Nah, sebagai ilustrasi, akan saya jelaskan contoh FIFO dan FR yang suami saya, M, pernah jalankan.

Sewaktu kembali bekerja di Sangatta ini, roster FIFO yang dijalankan adalah 5:2, angka yang pertama disebut adalah jumlah minggu kerja dan yang terakhir disebut adalah jumlah minggu libur. Roster 5:2 artinya 5 minggu kerja dan 2 minggu libur. Jadi setiap selesai 5 minggu kerja, dia libur selama 2 minggu, dan begitu seterusnya sampai ada perubahan roster yang biasanya diatur pihak manajemen perusahaan. Rentang waktu roster ini bisa beraneka ragam disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, ada yang 5:2, 6:2, 8:2, 4:4, bahkan 1:1 juga ada. Jika diambil rentang waktu setahun, maka dengan roster 5:2 ini M dapat giliran libur sebanyak 7 kali dalam setahun. Biasanya 7 kali libur itu dihabiskan 3 kali di Australia, 3 kali di Indonesia, dan 1 kali di luar Indonesia dan Australia. Ketika M berada di tempat kerja selama 5 minggu itu, saya ada di Cianjur selama 1 atau 2 minggu, kemudian bergabung dengan M di Sangatta sambil menunggu jadwal libur dia berikutnya. Akomodasi yang disediakan sebetulnya hanya untuk pekerja, namun kompleks karyawan di Sangatta ini meski terpencil tapi masih bisa diakses dengan mudah, dibandingkan dengan lokasi pertambangan lainnya, sehingga saya bisa berkunjung dan tinggal bersama suami saya dalam jangka waktu tertentu. Masih karena FIFO, maka segala biaya kunjungan dan biaya sehari-hari selama saya tinggal di sana juga menjadi tanggung jawab pribadi. Contohnya urusan tiket pesawat, setiap kali libur M mendapat travel allowance senilai tiket pesawat pp Indonesia-Australia, tapi saya tidak. Atau urusan kendaraan: hanya diberikan mobil kerja untuk M. Atau contoh yang lebih simpel: urusan makan; meski sama-sama makan di kantin perusahaan, hanya makanan saya yang ditagihkan (otomatis dipotong dari gaji suami), meski seringnya saya belanja dan masak sendiri, karena M lebih suka makan di rumah daripada di kantin.
Lalu bagaimana dengan FR? Sistem inilah yang dijalani sewaktu M bekerja di Kolombia. Dalam setahun kami mendapat jatah libur 1 kali saja selama 3 minggu, tapi semua biaya transportasi ditanggung (termasuk tiket pesawat untuk saya). Akomodasi juga benar-benar dipilih tipe keluarga, itulah sebabnya meski kami ini cuma berdua waktu itu tetapi ditempatkan di apartemen besar berkamar 3, lengkap dengan kamar pekerja rumah tangga pula. Sempat pula diberikan fasilitas mobil pribadi, yang waktu itu statusnya benar-benar baru keluar dari dealer, untuk saya pakai di kota (selain mobil kerja untuk M di lokasi tambang), meski akhirnya dikembalikan karena saya lebih suka naik taksi..hehehe..) Namun ada sedikit variasi dalam sistem FR yang ini. Meskipun tipe Family Residential, tetapi karena lokasi tambang yang jauh dari “peradaban dunia” dan sulit diakses. M tinggal di akomodasi tambang selama 10 hari, dan 4 hari libur baru berada di kota bersama saya, begitu seterusnya dari waktu ke waktu. Dari kota tempat kami tinggal ke lokasi tambang berjarak sekitar 1 jam penerbangan dengan pesawat jet kecil milik perusahaan yang konon dulunya pesawat ini milik seorang rock star Amerika. Waktu itu ada pula karyawan ekspat lain yang memilih 5 hari kerja di tambang dan 2 hari libur di kota bersama keluarga.
Dan sementara saya sepanjang waktu tinggal di apartemen cantik di kota Barranquilla, seperti apakah tempat M tinggal di lokasi tambang selama setiap 10 hari tersebut? Ini dia penampakan akomodasi dan si private jet yang dimaksud .
IMG_0012 IMG_0005 IMG_0002 IMG_0001 IMG_0015 IMG_0014 Our Plane (2) 008

Interior pesawat.. Rekan kerja M sedang mengantuk berat..

Interior pesawat.. Rekan kerja M sedang mengantuk berat..

Akomodasi di atas terbuat dari kontainer. Ya, betul.., kontainer yang sama seperti untuk transportasi pengapalan barang antar kota/negara/benua itu. Kalau sudah melihat hal seperti ini, saya suka sedih.. Kasihan sekali suamiku itu, kerja dari shubuh sampai maghrib.., pulangnya ke kontainer pula..hiks..hiks..
Tapi untunglah.., di Sangatta ini M tak lagi pulang ke kontainer, tapi ke rumah sungguhan meski kecil. Dan dia pulang ke istrinya yang sudah siap dengan masakan untuk makan malam..hehehe.. Selain itu, kami juga punya waktu berlibur 7 kali dalam setahun. Karena hal ini, dalam setahun kami jadi sering mondar mandir antara Cianjur/Jabar-Sangatta/Kaltim-Townsville/Australia. Saking seringnya, saat ini saya perhatikan bahwa dalam 1 bulan saya jarang berada di tempat yang sama sepanjang bulan tersebut, dan dalam 1 tahun rata-rata saya menjalani 30 kali penerbangan. Si M suka bercanda, katanya jadwal terbang saya yang ibu rumah tangga ini lebih padat daripada jadwal terbangnya CEO perusahaan..hahaha..

Nah.., kembali ke urusan berlibur di Cianjur.. Suatu hari ketika saya dan M sedang berleha-leha di rumah, tiba-tiba dia berkata: “I think we need a big vacation, like real vacation, not just spending time at home..” Saya memandangnya keheranan. Kemudian lanjutnya: “Don’t get me wrong, darling.. I like spending time at home.., but what do you think if we go to Paris this summer..?” Dan saya hanya bisa berucap: “…??!!??$#$%&*:-)”

Bersambung…

Advertisements

53 thoughts on “(047) Roster…

  1. Waaaahhh…ada rencana mo ke sangatta lg ya mba?coba aja sya lg ada di sangatta jg, pengen jg ketemuan sm mbak nya 😊😊 sayangnya sya blm ada rencana balik kesana ni 😅

    Like

      • 😂 ya ampun sya kok ga ngeh klo ini cerita flashback ya mba 😄…..klo sya sekarang malah udh ga pernah ke sangatta lg mba….terakhir kesana akhir 2013 lalu….tp kayaknya masih belum byk yg berubah….kecuali jalan trans nya yg makin ancur 😁

        Like

      • Ah gak apa-apa..😀 Kadang saya suka telat update cerber juga jadinya para pembaca baru kayak kamu banyak yg gak ngeh..
        Eh serius jalannya tambah parah? Saya sih terakhir lewat darat mungkin sekitar akhir 2012.., selebihnya naik pesawat.. Ah berarti kasihan sekali suamiku kemarin lewat darat dari Sangatta ke Balikpapan..😁

        Like

  2. Kirain istilah FIFO cuma ada di accounting aja first in first out….
    Hihihi bener ini IRT yg lbh sibuk dari CEO, tapi kan emang begitu adanya…. IRT apa apa musti sigap…. Trus nanyain barang ilang aja nanyain nya oasti ke emaknya, ga anak ga suami hihihi

    Like

    • Eh dulunya aku juga taunya FIFO itu first in first out😄 Di dunia pertambangan lain lagi artinya ternyata.. Emang sibuknya IRT tuh gak ada matinya.., apalagi yg punya anak dan tak punya asisten seperti dirimu.. Wahhh..kebayang deh..😁

      Like

  3. Fasilitas akomodasi di lokasi penambangan sebenarnya not too bad, meskipun tinggal di dalam container, tapi kan ada jendela dan bisa keluar ke ‘halaman’ yang tertata bersih dan apik….
    Tapi memang hidup gaya expat yang ini adalah keras, tapi kan imbalannya lebih KERAS lagi… makanya bisa jalan-jalan ke Paris.. “…just like that…” dibandingin orang biasa yang lain harus ngeden dan nabung bertahun-tahun…. 🙂

    Liked by 1 person

    • Oh ya tentu saja si kontainer itu secara fisik cukup nyaman.. Maksudku bilang kasihan tuh karena M itu orang lapangan yg harus berbasis di lokasi tambang, sementara ekspats lain yg orang manajemen atau orang “office” lainnya tinggal di kota sepanjang waktu dan pulang tiap hari ke keluarganya.., hanya ke mine site sesekali..
      Kehidupan kayak gini emang berat apalagi buat keluarga yg punya anak kecil.. Si ibu jadi kayak single parent😀 Bayangin aja yg punya roster 5:2 misalnya, sang ayah ada di rumah hanya di periode tertentu.. Tapi sebanding sih dengan imbalannya..👍🏼😄 Cuma memang semua pihak yg terlibat harus kuat mental dgn gaya hidup macam ini..

      Liked by 1 person

  4. Kalau rosternya Gak ballance, suaminya kerja di pertambangan ya mba? ..hehe..

    kalau saya sekarang rosternya 14hr-14hr, terus sebelumnya pernah 28hr-28hr..

    Smangat bwt para wifey yang sering ditinggal2..hehe…

    Like

    • Balance maksudnya jumlah hari libur dan hari kerjanya gak sama gitu ya? Di perusahaan lain ada juga yg seperti itu, hari kerja dan libur sama jumlahnya.. Iya suami kerja di pertambangan.. Emang nih para istri memang harus lebih tangguh kalo kerjaan suaminya kayak gini..😩

      Like

  5. Waks, mondar-mandirnya kok ngeri mbak, dari cianjur-sangatta-australia 😀

    Wahaaa yang mau diajak liburan ke paris cihiiir :p nggak bisa berkata apa-apa selain “…??!!??$#$%&*:-)” ya kwkww

    Like

  6. Yg aku sistem FIFOnya accounting hahaha. Btw aku dulu sempat cem2an ama org minyak dan pertambangan tapi ya gt deh gak work out krn jdwl mrk. Apalg dulu HP dan internet gak secanggih skrg haha. Kunjungan balikkk Em. Ceritamu seru2 dan menarik. Me love!!!

    Liked by 2 people

    • Hai Mikan..😃 makasih udah mampir dan follow blog-ku..😃 Aku dulu taunya FIFO itu ya first in first out juga..hahaha.. Pas pindah ke sektor pertambangan aja jadi tau ada arti lain ternyata.. Menyesuaikan jadwal sama yg ngejalanin FIFO tuh susah banget emang.., apalagi setahun pertama kami nikah, aku masih ngantor loh dengan jadwal konvensional belum FIFO kayak suamiku.. Tapi kalaupun waktu itu aku sudah FIFO, belum tentu juga jatuhnya sama persis dengan fifo-nya suami.. Ah rempong deh pokoknya..😁 Tapi untunglah masa itu sudah lewat begitu aku jadi pengacara (pengangguran banyak acara)😝😝😝

      Liked by 1 person

  7. Pingback: (048) Belok kiri atau belok kanan…? | Crossing Borders

  8. sebenernya sekarang teh Emmy tinggal dimana yah? masih bolak balik sangatta-cianjur-australia? gak ada niat balik ke kolombia lg? seru baca cerita yg di baranquilla

    Like

    • Masih hilir mudik Cianjur-Sangatta-Australia.., neng..:-) Macam setrikaan aja..hahaha.. Pengen dong balik lagi ke Kolombia.., cuma belum ada kesempatan yg pas.. Seru berada di lingkungan/kebudayaan baru..

      Like

    • 30 kali itu maksudnya 30 kali penerbangan. Satu kali terbang itu kan dapat 1 lembar boarding pass. Hitungannya gini, 1 kali perjalanan Indonesia-Australia itu saya naik pesawat 4x perginya dan 4x pulangnya, jadi 1x trip saya naik pesawat 8x. Sementara saya ke Australia itu 3x dalam setahun. Jadi 3 trip x 8 penerbangan kan 24 penerbangan, ditambah penerbangan jakarta-balikpapan, ya rata-rata saya terbang 30x dalam setahun, dapat 30 boarding pass terdiri dari penerbangan internasional, penerbangan domestik di Indonesia dan domestik di Australia.. Kira-kira begitulah..hehehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s