Day 4: What’s your favorite childhood memory..?

Kenangan masa kecil yang paling saya sukai adalah gerhana matahari total (GMT) tahun 1983, tepatnya Sabtu 11 Juni 1983. Ini terjadi sekitar tengah hari dan berlangsung selama 5 menit 11 detik (sumber: Wikipedia).

Saat itu saya kelas 2 SD di Cianjur, Jawa Barat. Kalo tidak salah, beberapa minggu setelah gerhana itu sekolah libur tahun ajaran baru sehingga begitu masuk sekolah lagi saya kelas 3 SD.

Sebagai anak SD, GMT ini bagi saya adalah kejadian yang mengagumkan. Bayangkan saja, di tengah hari bolong secara perlahan-lahan matahari menghilang sebentar. Suasana jadi gelap seperti malam, kemudian sedikit demi sedikit matahari kembali bersinar. Saya bersama orang tua dan adik-adik melihat kejadian ini melalui permukaan air di baskom. Seperti itulah kami harus melihat gerhana karena kalau melihat langsung (mendongak ke atas melihat matahari) mata kita akan rusak (katanya…). Kejadian ini juga disiarkan secara langsung oleh TVRI, satu-satunya stasiun TV di Indonesia saat itu. Menurut gambar di bawah ini, GMT saat itu melewati Indonesia, Kepulauan Solomon, dan Papua New Guinea. Di Indonesia GMT ini tampaknya hanya melewati Jawa dan pulau-pulau kecil di sebelah kanannya serta Sulawesi bagian selatan.

en.m.wikipedia.com

Hal-hal lain yang saya perhatikan saat itu, beberapa waktu sebelum kejadian, GMT ini dikampanyekan dengan sangat intensif ke publik. Tidak boleh begini, tidak boleh begitu. Harus begini, harus begitu. Berhubung tahu sendiri kan pemerintahan zaman itu siapa dan seperti apa, ya kami mah rakyat jelata muhun muhun we (iya iya saja..)

Belum lagi semua himbauan resmi tersebut dicampuradukkan atau saling berpapasan atau malah bersinggungan dengan mitos, klenik, dan sejenisnya. Pening saya menyerap semua informasi tersebut. Maklumlah dulu saya ini anak kecil yang lebih sering berinteraksi dengan orang dewasa daripada dengan anak-anak. ย Untung orang tua saya tipe orang yang simpel-simpel saja, cukup lihat di baskom dan di TV, tak perlu ambil pusing himbauan ajaib lainnya.

Nah belakangan saya pernah baca sebetulnya tidak apa-apa melihat langsung GMT dengan mata telanjang. Tapi saya belum yakin soal ini, kelihatannya harus cari info lebih banyak lagi. Apalagi ketika tahun 2016 lalu GMT terjadi lagi di sebagian wilayah timur Indonesia. Rasanya tidak heboh seperti tahun 1983. Entahlah.. Apa ada di antara kalian yang mengalami sendiri kedua-duanya, 1983 dan 2016? Silahkan berbagi cerita di sini.

Advertisements

23 thoughts on “Day 4: What’s your favorite childhood memory..?

  1. tahun 83 kelas 2 SD. Aku kelas 1 SD. Berarti kita seumuran ya Emm? *panggil nama boleh ya?*
    Itu lupa soal GMT itu…yg pasti saban gerhana matahari mau taun berapapun ya paling keren kalo liat di tipi (hasil pengambilan gambar orang lain) ketimbang ngeliat sendiri pake alat bantu wahahaha ๐Ÿ™‚

    Like

  2. Tahun 1983 aku belum lahir Mbak, kalau yang tahun 2016 sempat lihat karena dipaksa adik aku (aku anaknya males dan ga hobi tentang itu, kebalikan dengan adik aku). Sampe niat ke jembatan yang dekat rumah biar lebih kelihatan jelas karena kalo dari rumah kehalang tembok-tembok rumah orang.hahahaha

    Like

  3. Wah, kalo saya hanya lihat yang 2016 mbak, itupun cuma lihat dari tv, karena Sidoarjo cuma kebagian sedikit banget… entah apakah di kota lain heboh atau tidak, yang jelas saya lebih hebohnya karena Pos Indonesia memproduksi perangko edisi khusus GMT hehehe

    Tapi, pas dengar kakak sepupu dari Maluku atau ibu saya cerita tentang GMT 83 kok saya sampe merasakan feelnya banget yaa?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s