Day 8: Describe “The Good, the Bad, and the Ugly” of yourself..

Gambarkan “Hal Baik, hal Buruk, dan hal Jelek” tentang dirimu..

Hal Baik
Murah hati..
Ini kata orang-orang loh ya.. Murah hati di sini dalam pengertian mudah dimintai tolong dari segi finansial, bahkan ketika penghasilan saya sebetulnya hanya cukup untuk makan dan bayar kontrakan rumah. Dalam urusan bermurah hati ini rasanya saya cukup selektif dalam “memilih” kepada siapa dan dalam situasi apa saya perlu bermurah hati, karena saya tahu tidak semua orang berniat tulus. Tetapi kenyataannya tentu ada saja yang menyalahgunakan kebaikan saya ini.

Hal Buruk
Sarkastis..
Sarkastis adalah kata sifat bagi sesuatu atau seseorang yang menggunakan gaya bahasa sarkasme (sarcasm dalam bahasa Inggris). Sementara sarkasme itu sendiri menurut Wikipedia Indonesia adalah sebagai berikut:
Suatu majas atau gaya bahasa yang dimaksudkan untuk menyindir, atau menyinggung seseorang atau sesuatu. Sarkasme dapat berupa penghinaan yang mengekspresikan rasa kesal dan marah dengan menggunakan kata-kata kasar. Majas ini dapat melukai perasaan seseorang. Dalam Bahasa Indonesia, arti sarkasme berbeda dari kepercayaan banyak orang bahwa sarkasme berarti penyindiran yang menggunakan kata yang terbalik dari maksudnya, seperti ironi.
Biasanya sarkasme digunakan dalam konteks humor. Contohnya:
• Putih benar wajahmu, sampai bisa disendoki bedaknya.
• Jadi koruptor banyak hartanya, kasihan hidupnya lebih banyak di penjara.
Sarkasme erat hubungannya dengan ironi. Fyodor Dostoyevsky, seorang sastrawan Rusia, mendefinisikan sarkasme sebagai “pelarian terakhir dari orang-orang berjiwa bersahaja dan murni ketika rasa pribadi jiwa mereka secara kasar dan paksa dimasuki.”
Nah.., persis seperti yang Dostoyevski katakan di atas, saya akan jadi seorang yang sarkastis ketika benar-benar sedang marah (untungnya jarang marahnya). Saya tidak akan berteriak atau menggunakan kata-kata kasar yang biasa disensor oleh stasiun TV, tetapi berkata-kata dengan menggunakan gaya bahasa sarkasme untuk meluapkan perasaan marah tersebut. Selain itu, dalam konteks humor, saya juga kadang menggunakan sarkasme. Misalnya, seperti ini:

  • “Oh.., Brangelina bercerai toh..? Tumben..” (hampir semua orang tahu, si Brad dan Angelina sudah pernah bercerai dari pasangan sebelumnya, dan betapa umumnya kasus perceraian di Hollywood)
  • Saya jelas-jelas sedang membaca buku, kemudian seseorang berbasa-basi dengan bertanya seperti ini kepada saya: “Em.., lagi apa kamu..?” Saya jawab: “Lagi berenang..”

Tidak semua orang paham sarkasme. Banyak orang di sekitar saya menyamakannya dengan judes, jutek, galak, dan bermulut pedas. Karena itu saya sering dikomentari tidak enak soal ini.

Hal Jelek
Egosentris
Kelihatannya “Hal Jelek” ini adalah sesuatu yang lebih parah daripada “Hal Buruk“ yang disebutkan di atas. Astaga.. Bongkar “aib” lagi nih.. Tapi baiklah.. Di kondisi tertentu saya bisa jadi orang yang egosentris. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya adalah sebagai berikut:
egosentris/ego·sen·tris/ /égoséntris/ adalah kata sifat yang artinya menjadikan diri sendiri sebagai titik pusat pemikiran (perbuatan); berpusat pada diri sendiri (menilai segalanya dari sudut diri sendiri).
Lumayan “parah” ya.. Kadang saya heran juga, di satu sisi saya murah hati, tapi di sisi lain saya bisa egosentris juga. Meskipun hanya muncul di saat-saat tertentu yang sangat jarang terjadi, saya sadar kadar egosentrisme ini harus dikurangi, kalau bisa ditiadakan. Bagi saya caranya adalah dengan lebih banyak melihat, mendengar, dan membaca bagaimana kehidupan orang lain berjalan, tapi bukan berarti kepo ya.. Kata orang-orang terdekat sih katanya saya sudah mulai “mereda”.. Karena sudah tua kali ya..hahaha..

Advertisements

16 thoughts on “Day 8: Describe “The Good, the Bad, and the Ugly” of yourself..

    • Mungkin kamu yg berwajah lebih dewasa ya..*kabuurrrr..😝 langsung ngumpet di kolong meja.. Eh serius nih, kayaknya aku mah bawaan orok aja kali, Jeng.. Maksudnya, anakku kan masih balita jadi orang pikir umurku paling 30an gitu.. Anyway, I take that as compliment.. So, thank you..😘

      Like

  1. Hihihi.. murah hati tp egois kyny aku juga gitu, tp egois cuma sm pasangan doang, pengen diperhatiin tp males merhatiin balik 😅

    Klo murah hati ya gitu aku suka gampang percaya&kasian sm org tp org yg ditolongin kadang malah suka ga tau diri 😥😥

    Like

  2. kalau lihat fotonya sih masih muda ya mba Emy. Sarkatis itu gaya bahasa yang aku sering dengar dari kawan-kawan yang cerdas atau lama tinggal di luar negeri. Kritis tapi bahasanya nggak pasaran, eleganlah. Sayang (di Indonesia ) kadang ada yang kurang paham gaya bahasa ini, entah karena cuek atau tidak terpikir ke arah sana…dan itu suka membuat kawan yang mengucapkan suka jadi gemas..:)

    Liked by 1 person

    • Hehehe..makasih dibilang tampak muda..😀
      Saya sarkastis sejak lama, bahkan ketika saya belum mengenal istilah sarkastis itu sendiri.. Saya tahu ucapan saya itu bisa sangat pedas (karena sarkasme). Hanya saya paling sebel kalo itu dikaitkan dengan siapa saya dan/atau di mana saya (pernah) tinggal.. Itu sebabnya, di banyak kumpulan orang, saya lebih baik diam, bicara seperlunya atau bicara tentang hal umum saja..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s