Day 9: Describe the best day of your life to date..

Ceritakan tentang hari terbaikmu sejauh ini..
Mungkin ada yang mengira saya akan menulis tentang hari bertemu jodoh, punya anak, punya pekerjaan bagus, berkelana ke sana sini, dan sejenisnya. Jangan salah, semua itu hari baik juga tentunya. Tapi hari terbaik bagi saya adalah ketika lulus UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sehingga bisa kuliah di sebuah universitas negeri di Bandung. Ini ceritanya di tahun 1993 ketika saya berumur 18 tahun.
Saat itu saya merasa sangat senang (dan bangga) karena di antara teman-teman sekelas di SMA, hanya saya yang lulus UMPTN. Padahal saya bukan murid terpintar, saya bahkan tak pernah masuk 5 besar ranking teratas. Saya pun bukan murid yang suka ikut les atau Bimbel (Bimbingan Belajar). Bukan karena merasa sudah pintar, tapi saya tidak tahan kalau harus belajar terus menerus, pusing.. Dipikir-pikir lagi sekarang, mungkin saya malah tak pernah suka sekolah. Tapi di akhir masa SMA itu, saya bahagia bisa membuat orang tua bangga. Ayah saya bahkan menyimpan guntingan koran Pikiran Rakyat di mana nama saya tercantum sebagai salah satu peserta yang lulus, dan memperlihatkan lembar tersebut ke teman-temannya…hahaha.. Untuk yang tidak tahu, dulu hasil UMPTN diumumkan di koran, belum ada grup WhatsApp soalnya..hehehe…(tahun 1993 gitu loh)
Selain itu, di hari tersebut saya juga merasa senang karena akhirnya akan merantau ke kota lain (kos dan kuliah di Bandung). Kampung halaman saya, Cianjur, adalah kota yang indah, tetapi saya ingin melihat dunia lain. Dan itu dimulai dari “merantau” ke Bandung yang hanya berjarak 60 km dari Cianjur. Jika diibaratkan membangun rumah, hari terbaikku ini ibaratnya seperti peletakan batu pertama atas perjalanan hidup yang sesungguhnya sebagai orang dewasa. Begitu tinggal di Bandung dan bertemu banyak orang, kebiasaan, pola pikir, kebudayaan, dan latar belakang, saya berpikir, mungkin saya tak akan pernah kembali ke kampung halaman, kecuali untuk mudik. Dan itulah yang terjadi.. Semakin jauh saya melangkah, kampung halaman terasa makin jauh di mata tapi tetap dekat di hati. Bagi saya, masa kanak-kanak dan kampung halaman selalu mendapat tempat istimewa dalam ingatan. Namun seiring waktu, sebagian besar keinginan jiwa selalu mengarah pada pembelajaran hal-hal baru, mencoba tantangan menarik, menikmati petualangan berikutnya..
Hari terbaikku itu telah menjadi “pintu” untuk melihat dunia. Setelah hari kelulusan UMPTN tersebut, banyak sekali hari baik yang saya alami, tapi tak sedikit pula hari buruk yang saya dapatkan. Dan karenanya saya selalu berusaha untuk tidak sombong di hari baik, dan tidak terpuruk di hari buruk. Karena sesungguhnya tidak ada yang abadi di dunia ini, termasuk hari baik dan hari buruk. Semua ada akhirnya.

Advertisements

11 thoughts on “Day 9: Describe the best day of your life to date..

    • Hehehe.. Makasih, Franny.. Wah adikmu berarti kayak adikku.. Dia di SMA juga biasa aja, malah sama sekali gak masuk top 10 di kelasnya. Eh malah dia yg lulus UMPTN FISIP Unpad, teman sekelasnya gak ada yg lulus.. Nular dari aku kayaknya..😄

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s