Day 12: What are you most looking forward to in the next 6 months..?

Apa yang kamu nantikan dalam 6 bulan ke depan..?
Jawabannya: cuaca sejuk di bulan Agustus dan September..
Sejak Desember tahun lalu saya mulai tinggal di Australia. Negara ini terletak di bagian bumi sebelah selatan (southern hemisphere) yang jadwal musim cuacanya kebalikan dari wilayah di utara (northern hemisphere) seperti Eropa dan Amerika Utara. Jadi Desember itu bagi sebagian wilayah Australia adalah musim panas. Saya bilang “sebagian” karena ada wilayah Australia yang beriklim murni tropis seperti di Indonesia. Sementara Desember di belahan bumi bagian utara adalah musim dingin.
Saya tinggal di kota Townsville di daerah North Queensland. Cuacanya secara umum menurut saya adalah campuran antara iklim tropis, padang rumput, dan gurun. Berdasarkan teori, suhu rata-rata di siang hari sekitar 31’C. Tak terlalu panas kan.. Jakarta saja sehari-hari itu sekitar 29-30’C.. Tapi di Desember itu, begitu keluar dari pintu bandara Townsville, saya langsung “ditampar” suhu 33’C dengan sinar matahari yang sangat menyilaukan. Padahal saat itu baru jam 10 pagi! Welcome to Australian summer..!
Hari berganti, bulan berlalu, tahun berubah.., tapi cuaca Townsville tetap panas dan terik. Bahkan di hari-hari tertentu sampai 34-35’C. Namun beberapa minggu sebelum Cyclone Debbie (yang terjadi hari Selasa lalu), cuaca mulai aneh. Tetap panas dan lembap, kemudian bisa mendung seharian, berhari-hari, kemudian hujan besar beberapa detik (ya.., detik), kadang beberapa menit, berkali-kali dalam sehari, setelah itu tiba-tiba panas terik lagi. Begitu berulang-ulang. Persendian saya benar-benar menderita. Sekedar informasi, badan saya itu sangat peka terhadap perubahan cuaca, atau jika saya berada di cuaca yang lebih dingin atau lebih panas daripada biasanya. Bukan batuk pilek dan sejenisnya, tetapi setiap kali cuaca akan berubah, misalnya dari panas ke hujan, maka sendi-sendi saya akan terasa sakit, kepala mendadak migrain, bahkan ketika hujannya sendiri belum terjadi. Secara ilmiah ini yang disebut barometric pressure headache. Gara-gara ini setiap hari saya merasa lelah sekali, padahal aktivitas fisiknya biasa saja.
Dan ketika Cyclone Debbie berlangsung, angin berhembus kencang dan menakutkan. Ketika saya tidur di Senin malam itu, rasanya atap rumah seperti mau terbang saja. Untungnya tidak ada yang terbang. Kota Townsville tidak mengalami kerusakan berarti. Beberapa hari setelah badai reda, cuaca di kota ini kembali panas terik, hari ini saja tembus 34’C. Dan entah kenapa, angin yang tadinya bertiup sangat kencang saat badai, sudah 2 hari ini nyaris tak ada angin. Bahkan rumput pun berhenti bergoyang gara-gara tak ada angin. Jadinya, suhu terasa makin panas! Sementara kota-kota di daerah South Queensland sedang prihatin terkena banjir besar bawaan hujan dari Cyclone Debbie, kami yang di Townsville-North Queensland tak kebagian hujan sedikit pun! Oh..semoga semua yang terkena bencana itu diberikan kekuatan dan ketabahan..
Nah.., kembali ke topik jawaban. Di bulan Agustus dan September itu cuaca biasanya sekitar 15-25’C, kira-kira seperti suhu di daerah Puncak-Bogor, adem begitu.. Tapi matahari masih bersinar seperti biasa, dan sesekali hujan. Orang sini menyebutnya musim semi alias spring.
Sebetulnya sudah beberapa kali saya mengalami musim panas Australia, bahkan sewaktu berada di Sydney tahun 2011, pernah mengalami suhu tembus ke angka 40’C. Hanya baru kali ini saya ada di sini dengan status “tinggal” bukan sekedar berlibur 2 minggu. Jadinya semua “hingar bingar” musim panas ini jauh lebih terasa.. Yah sudahlah.., sekian dulu ya, mau peluk AC..hahaha

Advertisements

17 thoughts on “Day 12: What are you most looking forward to in the next 6 months..?

  1. Emmy, berapa jauh Townsville ke Gold Coast atau Cairns? Yup, disana udaranya memang panasnya bisa panas banget ya. Saya dulu tinggal di Melbourne, ga sepanas di Queensland tapi tetep panas kalo summer bisa sampe 40 C lebih.
    Disini I am looking forward for the warmer weather, karna disini winternya itu dingin sekali dan kadang summer pun suka ga terlalu panas juga.

    Liked by 1 person

    • Ke Cairns itu sekitar 4 jam berkendara, ke Gold Coast 2 jam naik pesawat.. Melbourne kayaknya lebih nyaman ya, meski sesekali kebagian juga suhu 40an.. Maaf saya lupa, kamu di US atau Kanada? di daerah mana persisnya kalo boleh tahu?

      Like

      • Thank you Em, saya sudah lihat di map deket juga dari Cairns ke Townsville ya. Saya tinggal di Toronto, Canada deket Niagara Falls.

        Like

      • Ya deket aja Townsville-Cairns.. Oh ya tentu saja kamu yg pernah ngomongin Niagara Falls Canadian side dulu itu.. Duh sekali lagi maaf ya ingatanku agak berantakan..hehehe..

        Like

  2. Aku suka deh post mbak Emmy, ilmiah sekali. Aku pernah merasakan panas tembus 40 derajat saat umroh. Ketika pelembab kulit maupun bibir yg dibawa dari tanah air sama sekali gak pengaruh dan beli di drugs store lokal. Jakarta belakangan ini cenderung labil, kalo gak panas ya hujan.

    Like

    • Hehehe.., makasih, Frany..😀 Ini mah sekedar pengetahuan umum aja sih.. Sebagian besar wilayah Australia itu emang gurun seperti di Arab, hanya daerah pesisir itu agak banyak hujannya jadi lumayan subur. Cuaca Jakarta labil mungkin karena badai tropis juga tuh, cuma anginnya gak nyampe situ.., kebagian hujan dan panas saja..

      Like

  3. Pernah! Siang2 janjian ama temen mo ke museum yg di pinggir Circular Quay…. emg summer siy tp kok nggak biasanya seterik ini ya? Pas dicek, ya Salam…. 40 dercel ajeeee maleeeeh. 😂😂 tp ya tetep berangkat dong krn kami udah pada mo back for good to Indo…. mo mejeng dulu selfie2 di museum, hahaha….

    Like

  4. Sudah semingguan ini, di Jakarta tiap hari hujan.. kadang pagi, kadang siang, kadang sore, hahaha.. jemuran apa kabar yaaa… DI NZ pulau selatan pas awal Januari kemarin, panas juga bisa sampe 30 derajat, cuma mungkin anginnya lumayan kenceng jadi gak berasa terlalu panas, tapi kaki ku pun belang gara2 sering sepedaan dan celananya sepaha.. jadinya pahanya 2 warna, belum pudar pula sampe sekarang hahahha

    Like

  5. Emmy, ari sayah kaman wae? Eh? 🙂
    Ternyata udah tinggal lagi di Australi? Sempet kepikiran pingin kopdar klo ke Indonesia, karena kakak tinggal di Cianjur. Eh udah ga ada lagi disana. Trus mikir pantesan aku kehilangan jejakmu ternyata selama ini aku ga follow dirimu, dulu kayaknya mampir terus terusan tanpa follow, bingung juga kok bisa? Hahaha. Dan selama beberapa lama aku jarang nulis aku lupa toong menoong, jadi ilang jejak. Hihihi lupakan keanehanku…..
    Tentang cuaca panas…. Sekarang kalau temperatur bisa mencapai 20 an serasa summer aja, bahagia luar biasa dan begitu bisa nyampe 28 mulai berkeluh kesah kepanasan, dasar ya. Dan temperatur idamanku adalah sekitar 25-26 an, enakeun!
    Bicara tentang temperatur terpanas sepanjang sejarah yang pernah dirasakan, waktu bulan juli 2013, waktu itu kita ada di kota Sevilla, Spanyol. Melintas deket stadion Seville. Amboi terbelalak kaget liat board di pinggir jalan nunjukin 47 derajat Celcius! Kaget sejadi jadinya, pas turun dari mobil langsung ngaheab gak kuat. Ngeri……

    Liked by 1 person

    • Hehehe😄 aku mah ngamaklum.. Ieu oge karek nongol deui setelah 1 tahun vakum.. Tapi da pindah ka Oz na oge teu khusus pengumuman, saterangna we pokona mah..
      Aku juga kejadian sama, ada satu blog perasaan udah follow dari dulu tapi ternyata belum, jadi selama ini kumaha coba saling komentar teh..😄 Jadi we follow ulang bari pupuntenan ka nu gaduhna..
      47’C mah killer pisan atuh.. Ayeuna di Townsville mulai musim gugur, mulai sejuk, ke Juni-juli-Agustus musim dingin enyaan tiris meski tak bersalju.. Tapi satiris-tirisna Townsville moal satiris kota kamu pastinya😄

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s