Bear 18 bulan..

Keterangan foto: dari atas ke bawah — usia 1 hari, 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan

Saya senyum-senyum sendiri baca judulnya. Kesannya saya update tentang Bear setiap bulan. Padahal terakhir cerita itu di sini..hehehe.. Sudah lama ya.. Tapi baiklah, mari kita lihat bagaimana perkembangan si Bear dari bulan ke bulan. Ini yang saya ingat saja ya..:
a) Sejak lahir (sampai sekarang juga) tidur di ranjangnya sendiri (boks bayi) yang ditempatkan di kamarnya sendiri. Banyak yang mengira ini mungkin karena “budaya bule”, tapi sebetulnya karena alasan praktikal saja awalnya. Kamar saya dan M di rumah Indonesia itu kecil. Kalau ditambahkan boks bayi tidak muat. Kami pun tidak ingin Bear tidur di ranjang kami karena kuatir terhimpit badan kami. Selain itu, memang demikianlah orang tua saya dan M dulu membesarkan kami dalam urusan tidur, yaitu anak-anak tidak tidur sekamar dengan orang tua. Kamar kami di rumah di Australia sebetulnya muat untuk ditempatkan boks bayi, tapi si Bear sudah terbiasa tidur di kamarnya sendirian. Dia jadi hilang fokus untuk tidur kalau melihat orang hilir mudik di dalam kamar sementara dia mau tidur. Jadinya dia tetap tidur di kamarnya sendiri juga
b) Umur 3 bulan sudah berkewarganegaraan ganda serta punya 2 paspor (Australia dan Indonesia)
c) Umur 4 bulan menjelang 5 bulan terpaksa berhenti minum ASI dan beralih ke susu formula karena “gentong” ASI-nya benar-benar berhenti berproduksi biarpun segala cara sudah dicoba supaya tetap mengalir.
d) Umur 5 bulan bisa duduk sendiri dan mulai mencicipi makanan pendamping susu. Mulai pakai baju di atas umurnya, di umur 5 bulan ini dia mulai pakai baju untuk usia 1 tahun ukuran Indonesia.
e) Umur 6 bulan tumbuh 2 gigi pertama, mulai makan makanan bayi instan. Pergi ke Australia untuk pertama kalinya. Hari pertama di Australia Bear tampak kurang sehat, padahal waktu berangkat sehat-sehat saja. Hari ke-2 dan ke-3 dia harus dirawat di RS karena ternyata belakangan diketahui terkena virus kategori enterovirus. Dokter bilang mungkin karena ada kondisi yang kurang higienis, ditambah pula kelelahan karena perjalanan jauh. M pikir mungkin Bear kena virusnya sewaktu di ruang bayi yang bau apek di Bandara Denpasar (kami transit di Denpasar). Setelah 2 malam di RS, Bear diperbolehkan pulang. Selama di RS dia hanya diberi obat penurun panas dan pereda sakit karena memang hanya itu yang diperlukan. Kapan-kapan saya cerita lebih lengkap tentang Bear dirawat di RS ini.
f) Umur 7 bulan bisa merangkak, mencicipi makanan bayi buatan rumah.
g) Umur 8 bulan merangkaknya makin cepat dan mulai berusaha berdiri sambil berpegangan. Mulai menunjukkan preferensi dalam makanan, dia lebih suka makanan bayi buatan rumah daripada yang instan. Pertama kali kena batuk pilek gara-gara kelamaan main air dengan bapaknya di garasi saat angin sedang kencang dan dingin (dan emaknya Bear pun murka..hahaha..). Tapi syukurlah sampai detik ini Bear tak pernah batuk pilek lagi.
h) Umur 9 bulan disunat. Mulai suka mendorong-dorong furnitur dan mainan ukuran besar. Makin suka dengan makanan buatan rumah, kemudian “sayonara” secara permanen ke makanan instan.
i) Umur 11 bulan bisa jalan tapi masih sambil pegangan ke tangan orang, perabotan, atau dinding. Mulai suka taste test (menggigit, menjilat, memasukkan ke mulut) apapun yang ditemukan yang bikin dia penasaran. Mulai memakai baju untuk usia 18 bulan ukuran Indonesia.
j) Umur 12 bulan, genap berumur satu tahun, merayakan ulang tahun bersama keluarga saja. Lulus rangkaian imunisasi tahun pertama. Bear diimunisasi oleh Bidan Puskesmas yang bisa dipanggil ke rumah kalau kami sedang tidak sempat pergi ke Puskesmas. Bear tak pernah demam setelah imunisasi, menangis pun hanya sekitar 10 detik. Masih suka taste test, kali ini kelihatannya lebih seru karena Bear sudah punya 12 gigi. Sudah bisa mengucapkan “Dadda” (Dad, sebutan ke Ayahnya), “Bubu” (Ibu, sebutan ke saya, ibunya), “mam” (emam-Sunda = makan), dan “baf” (bath-Inggris, ibak-Sunda = mandi)
k) Umur 13 bulan pindah domisili, dari Indonesia ke Australia, kali ini tanpa drama masuk RS.., hanya saja harus adaptasi cuaca. Kami mulai tinggal di Australia di saat musim panas. Suhu siang hari saat itu sekitar 32-35’C, malam hari sekitar 27-30’C. Sementara tempat tinggal semula di Cianjur-Indonesia sedang musim hujan yang bikin adem, suhu siang hari sekitar 24-26’C saja. Meski ada AC dan kipas untuk antisipasi musim panas, tentu yang lebih nyaman adalah cuaca sejuk alami. Bear sempat susah makan, pertama karena adaptasi cuaca, kedua karena sempat kembali makan makanan instan berhubung saya cape sekali dengan urusan memasak. Tapi untungnya ini berlangsung sebentar saja. Kemudian saya pun mulai memperkenalkan makanan orang dewasa ke Bear, tanpa bumbu yang berasa tajam tentunya. Sejauh ini lancar. Selain itu, kami juga harus mendaftarkan Bear ke klinik terdekat (setara Puskesmas kalau di Indonesia) untuk imunisasi selanjutnya. Ternyata jadwal pemberian vaksin di Indonesia dan Australia itu sedikit berbeda. Imunisasi yang sudah didapat di Indonesia jadi tidak “matching” dengan jadwal Australia. Akhirnya setelah konsultasi sana sini dengan para petugas medis terkait, si Bear harus diimunisasi dari awal lagi. Jadi dianggapnya seperti bayi baru lahir, diberi imunisasi jadwal tahun pertama dalam waktu 3 bulan, sehingga begitu menginjak usia 18 bulan, catatan imunisasi Bear akan sama dengan semua bayi 18 bulan lainnya di Australia. Apalagi ya.. Oh ya Bear sudah bisa berjalan sendiri meski kadang jatuh. Kemudian, dia mulai pakai baju untuk usia 18 bulan dan 24 bulan ukuran Australia (tergantung modelnya juga).
l) Umur 14 bulan Bear tampaknya mulai merasa betah dengan lingkungan barunya, dan sudah bisa berlari dengan baik juga. Dia mulai bisa makan sendiri. Sarapan dan cemilan biasanya dimakan sendiri tanpa disuapi, sementara makan siang dan makan malam tergantung jenis makanannya. Jika masih bisa dipungut dengan jarinya maka dia akan makan sendiri, jika tidak memungkinkan ya disuapi. Kemudian sehari-harinya dia jadi lebih suka main di luar, entah itu di teras, pekarangan, atau di taman umum dekat rumah.
m) Umur 15 bulan mulai suka menyimpan barang-barang, kadang di tempat biasa, kadang di tempat tak biasa. Misalnya remote control TV disimpan di atas meja TV (biasa), mainan disimpan di kotak mainan (biasa), bantalnya disimpan di ruang penyimpanan barang bekas (tidak biasa), HP-ku disimpan di lemari baju M (tidak biasa). Bear selalu tertarik dengan kegiatan menyikat gigi. Kalau saya atau bapaknya sedang sikat gigi, dia memperhatikan dengan seksama sambil tersenyum-senyum. Karena itu kami beri dia sikat gigi balita dan mulai  belajar menyikat gigi sendiri.
n) Umur 16 bulan mulai punya kosa kata baru seperti “Ba..ba..ba..” (bird), dan mulai menyerocos dengan intonasi seperti percakapan. Mulai tertarik dengan bongkar pasang mainan Lego, meskipun statusnya yang pasang saya dan yang bongkar dia. Mulai suka memanjat apapun yang bisa dipanjat. Misalnya naik ke kursi makan, kemudian ke meja makan untuk mengambil mainannya yang kebetulan ditaruh di situ, terus turun lagi ke kursi kemudian ke lantai. Atau pernah saya memergokinya bergelantungan di sandaran sofa, sedang berusaha meraih remote control AC yang tertempel di dinding.. Duh.., bikin jantung emak mau copot saja sih, Nak..
o) Umur 17 bulan sudah bisa lari dengan kencang, bahkan kadang dia berusaha melarikan diri dari samping saya atau bapaknya saking ingin bebasnya berlari. Gigi sudah ada 16 buah, berarti tinggal 4 lagi yang belum tumbuh. Masih berlanjut dengan kegiatan menyikat giginya sendiri, tapi jangan membayangkan dia menyikat gigi seperti orang dewasa ya..   Bear lebih ke menggigit/mengunyah sikat gigi daripada menyikat gigi. Kami tentu saja setiap saat mengajarkan menyikat gigi yang benar. Tapi namanya anak bayi.., ya begitulah.. Namun setidaknya lumayan dia mau menyikat giginya sendiri.. Makin sering bermain dengan Lego-nya, Bear mulai tertarik merancang sendiri apa yang mau dipasang, sementara “jabatan” saya tidak berubah: “asisten Lego”, alias tukang pasang blok Lego berdasarkan hasil pemikiran sang perancang cilik..
p) Umur 18 bulan kurang lebih sama seperti umur 15-17 bulan. Pertama kali mengalami masuk angin gara-gara sewaktu bermain di taman tiba-tiba suhu udara berubah dari hangat ke dingin ditambah angin kencang. Hasilnya.., si Bear muntah..! Tapi dengan perawatan yang tepat, dia pulih keesokan harinya. Apalagi ya.. Oh ya.., waktu lahir BB/TB Bear adalah 3.8kg / 51cm, saat ini di usia 1.5 tahun menjadi 15.2kg / 86.5cm. Di Kartu Menuju Sehat (KMS) berat segini setara dengan berat anak usia di atas 2 tahun. Sementara di grafik persentil, BB/TB segini masuk ke 97 atau 98 persentil. Intinya kalau di atas kertas, orang pasti menyangka ini anak gemuk bahkan cenderung kegemukan. Tapi jika melihat langsung, si Bear tampak normal saja (menurut saya..hehehe). Tidak besar tapi tidak kecil juga. Kalau kata ibu mertua: solid body katanya alias padat berotot..hehehe.. Saat ini dia sudah mulai memakai baju untuk usia 2 dan 3 tahun ukuran Australia, meski masih sedikit longgar, tapi ini tergantung modelnya juga. Sementara baju ukuran sesuai usianya, 18 bulan, masih cukup tapi mulai nampak sempit.

Kalau dilihat dari tulisan ini mungkin terkesan semunya berjalan mulus. Padahal sebetulnya dan sesungguhnya, seperti umumnya membesarkan anak di mana pun, tentu ada manis pahitnya, ada naik turunnya. Atau seperti yang Tika pernah bilang di blognya: everyone has its own battle.. Tapi yang namanya hidup ya dijalani saja..

Dan begitulah cerita saya tentang Bear kali ini..

Advertisements

40 thoughts on “Bear 18 bulan..

  1. Mba Emmy..aku suka dengan konsep melatih anak bobok sendiri di kamarnya dan sunat dari usia dini. Klo yang kedua untuk menghindari pemborosan pesta sih buatku hehehe dan saluran pembuangan air seni juga lebih sehat. Keponakan2 aku juga mirip seperti Bear dalam hal ini. Sehat terus ya Bear..semoga jadi anak yang pintar, soleh dan berbakti 😘😍

    Like

    • Hehehe.., makasih buat doanya, Anita.. Kalo aku sebetulnya tidak berniat melatih apapun utk urusan tidur ini karena ortuku dulu juga begitu. Jadi aku pikir semua keluarga sama..😄 Naif ya.. Oh pas tau si Bear udah disunat diam-diam, banyak orang tanya kapan pestanya, aku bilang gak ada pesta, yg penting selamat..hehehe.. Ada sih bagi-bagi kue ke tetangga dekat aja..

      Liked by 1 person

  2. Suka updatenya Emmm. Sehat terus ya Bear 😊 Ngomong2 soal tidur sendiri, nanti kalo aku punya anak memang mau dibegitukan juga. Aku dari kecil tidurnya sekamar dgn orangtua lanjut loh sampai SMP. Krn kebiasaan sama orang, kalo sendiri nggak bisa tidur. Sampe sekarang juga gitu, kalo tidur sendirian harus sambil baca atau nonton sampai ketiduran, kalau cuma buat tidur aja nggak bisa.

    Like

  3. Happy 18 month buat Bear ya Em semoga sehat selalu dan makin lincah😜 Sepertinya kalo anak cowoq memang energinya kayak baterai AAA deh Em, my boys dulu juga gitu! Aku juga penganut paham anak tidur sendiri dikamarnya, menurut aku baik untuk kesehatan mereka sendiri juga, plus as a parents kl tidur kita cukup besoknya bisa look after the kids dengan ok juga kan. Mungkin krn aku light sleeper ya jadi kalo tidur dgn bayi itu si bayi gerak dikit aku pun ikut kebangun. Plus dari kecil aku juga tidurnya dikamar sendiri.

    Like

    • Hehehe..makasih doa dan ucapannya, Ria..😘 Tau tuh si Bear juga bawaannya main terus loncat lari sana sini.. Gak pernah berhenti bergerak pokoknya.. Soal tidur itu dulu aku pikir semua keluarga sama: ortu dan anak gak tidur sekamar kayak di keluargaku. Ternyata gak toh..hahaha Naif.. Tapi aku juga lebih setuju untuk tidur di kamar masing-masing aja sejak dini, dengan alasan seperti yg kamu bilang itu..

      Liked by 1 person

  4. Waaah lengkaaaaap, aku anak pertama masih hapal tuuh perkembangannya dan setiti ngatiati, anak ke-2 mulai cuek hahaha…. gawat deh mesti diinget2 lagi buat bekal daftar sekolah biasanya ditanyain niiih tumbuh kembang sesuai usianya….
    pinter ya Bear udah bisa tidur sendiri, aku masih kruntelan sekamar sama 2 anak plus si bayi masih “ngempeng” terus semaleman *sigh *ibulelaaaaah tapi berusaha dinikmati aja deh.. pasti ada waktunya anak2 bisa tidur mandiri…

    Like

    • Oh baru tau kalo masuk sekolah ditanya soal tumbuh kembang juga..
      Dulu aku pikir semua keluarga sama dalam urusan pengaturan tidur: ortu dan anak tidur di kamar terpisah sejak dini. Karena begitulah di keluargaku.. Ternyata beda-beda ya.. Kalo si Bear sih mungkin karena dari lahir dia taunya tidur itu sendirian ya jadi terbiasa aja.. Jadi susah tidur malah kalo ditemeni..hahaha.. Jadi inget soal empeng/dummy, biarpun sejak umur 4 bulan full susu formula (yg mana pake dot tentunya), tapi si Bear gak pernah doyan empeng tuh, mau merek apapun.. Heran.. Tapi mungkin bagus juga ya, katanya bisa susah lepas kebiasaan ngempeng..

      Like

      • Di sekolah anakku sih ditanya termasuk imunisasinya jg. Kalau aku dulu tidur terpisah juga sih, sekarang sm anak2 karena masih menyusui jd aku males mesti bangun malem2 jd tidur bareng tinggal miringin badan eh keterusan sampe anaknya selesai nyusuin. Yg gede udah kubujuk tidur sendiri tp anaknya blm mau. Yawis nunggu sampe minta sendiri aja

        Like

      • Nyaman buat ibu menyusui memang tidur sekamar atau satu ranjang dengan si bayi itu.. Aku pernah nyoba pas tidur siang doang.. M gak setuju kalo Bear tidur seranjang sama aku karena aku tidurnya berantakan alias gak bisa diam. Dia sudah jadi “korbannya”..hahaha.., gak sengaja kena tendang atau timpukan tangan/kaki aku.. Kebayang kan kalo bayi yang tidur seranjang sama aku..
        Yah pada akhirnya apapun yg terbaik utk masing-masing keluarga ya.., sesuai sikon yg dipunya..

        Like

      • Iya.., Shin.. Aku ngerti yg kamu maksud empeng itu putingnya”gentong” ASI kan..hahaha.. Aku tadi jadi inget aja dengan empeng beneran (pas kamu nyebut empeng) dan si Bear yg gak pernah doyan empeng..

        Like

  5. Waah Em klo liat foto 1.5thnnya Bear emang udh spt anak umur 3 thn dan mmg dia tinggi sih ya. Koalaku kmrn br imunisasi 18bln dan beratnya br 11.5kg tinggi 81 doang haha…duuh enak deh Bear ttp mau tidur di kamarnya. Aku struggle bgt sejak kami pindah ke Sydney dan dia sakit, tdr bareng kami dan sekarang susah bgt ditrain tidur sendiri pdhl dr bayi jg udh tidur sendiri 😦

    Like

    • Oh gitu ya..hahaha Tau tuh anak ngikut gen bapaknya kali, tinggi gede.., secara diriku mah cuma 156 cm gitu loh.. Nah waktu si Bear sakit atau sekedar gak enak badan pun aku pernah coba tidur di kamar dia atau dia kubawa ke kamarku.., eh dia malah jadi susah tidur.. Malah pas abis disunat itu aku pikir dia pasti pengen nemplok ke aku, emang bener nemplok tapi beberapa jam aja, abis itu eh dia malah minta tidur di boksnya sendiri..hahaha. Ntar deh kapan-kapan aku tulis pengalaman lengkapnya..

      Liked by 1 person

  6. Dan samir pun merasa iri krn bear dah punya dua kewarganegaraan :-)). Btw perkembangan bear hampir mirip2 dgn samir mbak Em, usia 5 bulan juga dh duduk, bajunya sekarang untuk anak usia 1 tahun malah sempit, klo ktemu orang pasti dia di sangka umurnya dh setahunan gitu,hehe dan saya masih salut dengan bear yg dh disunat usia segitu, samir kalo imunisasi nangisnya 2 hari berturut2, apa kabar di sunat ya…sigh

    Like

    • Hahaha..tenang aja, Samir.. Pasti kamu punya dua paspor juga akhirnya..😄
      Nah nanti siap-siap aja bilang ke yg mau kasih kado baju ke Samir, tolong kasih ukuran 1 tahun lebih tua dari umurnya..😄 Ini kejadian ibuku ngasih kado baju utk umur 1 tahun waktu Bear ultah ke-1.. Kekecilan dong.. Gak kepake lah.., akhirnya dihadiahkan ke orang lain..😄 Eh kamu pernah bilang bahwa tingkat ketahanan rasa sakit kamu itu rendah kan.. Nah mungkin itu nurun ke Samir.. Kayaknya kalo anak cowok sering mewarisi sifat/karakteristik ibunya..

      Like

      • Eh ini aku baru sadar kayaknya bener kata mbak Em deh si samir nih gak tahan sakit sama kayak emaknya makanya kalo mau imunisasi emak bapaknya mimpi buruk 2 malam berturut2,ahhahaa nangisnya itu loh gak berhenti2, padahal anak lain abis imunisasi kok ya anteng aja, paling lemes2 dikit samir si anak ajaib ini gak tau dpt tenaga dari mana kok nangisnya awet gitu *elap keringet*

        Like

      • Dan aku cuma bisa bantu doa..: semoga ortunya Samir diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi imunisasi dan hal lainnya yg melibatkan rasa sakit bagi Samir..☺️
        Soalnya bingung juga mau saran praktikal apa ya.. Kalo orang dewasa mungkin bisa pake terapi hipnosis (katanya..)

        Like

      • Ahahhha iya nih mbak Em, mana imunisasi masih banyak pula, belum sunat, ya ampuun baru denger aja udah kebayang itu anak nangisnya bakal kayak apa ya :-)). Semoga semakin gede dia makin pinter deh, makin bisa nahan sakit maksudnya, hehe amiin kenceng 😀

        Liked by 1 person

  7. Muacchh lucu banget foto fotonya, yang 18 bulan dah keliatan besar. Beda banget ama si kembar. Si kembar harus pake baju satu nomor lebih kecil dari ukuran baju seusianya. Sepertinya mereka akan mengikuti jejak ibunya kecil, walaupun tidak semungil ibunya tapi mereka tetap yang paling mungil hingga saat ini di kelasnya.

    Like

    • Hehehe.., makasih, tante Yayang..😀 Kalo anak kembar kan berhimpitan dulunya waktu belum brojol jadi emang cenderung mungil.. Tapi gak apa-apa yg penting sehat kan.. Semoga kamu sekeluarga selalu sehat ya..😘

      Liked by 1 person

  8. Waahhh, meni kasep pisan anaknya Ibu…sebagai anggota ibu-ibu yang suka bernostalgia, saya juga suka bikin catatan serupa untuk tiap anak, dan ujung-ujungnya mellow, kenapa bayi-bayi ini cepet banget jadi besar, hahaha…Selamat menikmati saat-saat indah Bear jadi balita ya, Emmy

    Like

    • Hehehe..makasih, Pungky.. Catatanku sebetulnya tak terlalu rapi, soalnya lebih sering mengandalkan ingatan.. Tapi emang bener sih kalo buat para pengasuhnya, bayi itu berasa cepat aja tumbuhnya ya..hahaha..

      Like

  9. Hehehe..makasih..
    Pindah antar negara itu pastinya lebih ribet daripada pindah antar kelurahan.. Tapi karena dikondisikan untuk bisa menjalani semua, ya kejadian juga pindah antar negara, meski pasti aja ada barang (yg penting gak penting) yg lupa dibawa pindah..
    Pengen sih nulis tentang pindahan ini.. Ntar kalo ada waktu deh..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s