Firasat..(2)

Screen Shot 2017-08-22 at 9.53.17 pm.png

Sambungan dari post sebelumnya..

Kelima.. Saat itu Mei 2014.. Saya dan M sedang dalam penerbangan dari Singapura ke London, Inggris. Saat pesawat berada di atas wilayah udara Ukraina, tiba-tiba saya merasa gelisah luar biasa. Saya takut pesawat yang saya tumpangi saat itu, Singapore Airlines, bakal terkena rudal nyasar. Seingat saya, konflik di Ukraina saat itu sudah ada tapi belum memanas. Tapi entah kenapa, saya merasa pesawat ini bakal terkena rudal nyasar. Selama berada di wilayah udara Ukraina itu, mata saya tak lepas memandangi layar monitor, memantau flight path yang terpampang di situ. Tak sabar rasanya ingin pesawat segera berlalu dari wilayah tersebut.  Saya tengok M yang ternyata sedang tertidur lelap. Saya ketakutan tapi tak tega membangunkan dia. Akhirnya saya diam saja sambil berusaha menenangkan diri dari serangan rasa panik yang tak jelas itu. Ketika kami akhirnya tiba di London, baru saya cerita ke M. Dia bilang: “You had panick attack. Maybe because you were exhausted. It’s okay, darling. There are long distance missiles (rudal=peluru kendali) but I don’t think they can reach commercial jet plane on a cruise altitude. It’s way too high above for those missiles..” Dan, saudara-saudara.., apa yang terjadi beberapa bulan kemudian..? Pesawat Malaysia Airlines tertembak rudal nyasar, di lokasi di mana saya merasa sangat panik itu.. Duhhh.., saya langsung lunglai dengar berita itu.. Lalu saya bilang ke M: “Too bad.. Apparently those missiles can fly higher than you think..”

Keenam.. Sekitar Maret 2017.. Beberapa bulan setelah tinggal di Townsville, saya mendapat kabar bahwa salah satu sahabat saya di Cianjur, kita sebut saja Lynn, tiba-tiba jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Lynn adalah salah satu teman SMP, jadi kami berteman sudah sekitar 30 tahun pada saat itu. Menurut kabar, ada masalah dengan ginjalnya. Begitu mendengar berita ini, ya ampun.., bisikan itu datang lagi.. Bisikan yang terakhir kali melintas di otak saya 22 tahun sebelumnya: “Moal lami deui..(tidak akan lami lagi..) Kali ini saya pastikan saya tidak cerita ke siapa pun  yang ada di lingkungan pertemanan kami, mengingat pengalaman buruk yang saya alami akibat salah penafsiran perkataan saya waktu zaman kuliah dulu. Saya hanya cerita ke M soal ini, sambil berharap kali ini firasat saya salah. Beberapa kali dirawat di rumah sakit, kondisi Lynn membaik. Saya pun merasa senang, bisikan itu berarti khayalan saja, saya pikir.. Kemudian tak ada hujan tak ada angin, beberapa hari sebelum Ramadhan di bulan Mei, sebuah notifikasi di grup WA teman Cianjur berbunyi: “Innalillahi wa ina ilaihi rojiun.. Teman-teman, Lynn sudah pergi untuk selamanya.. Tadi pagi..” Saya benar-benar terhenyak..

Ketujuh.. Masih di tahun 2017.. Waktu itu Juni, sedang bulan puasa. Adik saya mengabari bahwa pekerja yang biasa mengurus taman rumah saya di Cianjur, kita sebut saja Pak Asep, sudah lama tidak bisa bekerja karena sakit. Pak Asep ini sudah lama kerja lepasan di keluarga kami, mungkin sudah 10 tahun. Kami suka dengan cara dan hasil kerja dia, karakternya juga baik. Jadinya sudah seperti keluarga. Kemudian saya minta adik saya untuk mewakili menengok dia dan memberi bantuan untuk berobat. Mendengar berita tentang Pak Asep tersebut, saya langsung waswas, jangan-jangan saya akan mendengar “bisikan” itu lagi. Dan ternyata saya tidak mendengar bisikan itu.. Oh..leganya.. Tapi, anehnya pikiran saya terus saja berkutat tentang Cianjur, kampung halaman saya, masa kecil saya. Sekedar gambaran, saya cinta kampung halaman tapi saya bukan tipe orang yang gampang homesick (rindu kampung).  Saya mulai merasa, “sesuatu” akan terjadi, sesuatu yang terkait dengan kampung halaman saya. Dan akhirnya beberapa hari kemudian, ibu saya mengabari bahwa sepupu saya, Dina, meninggal hari itu karena kecelakaan, dia terjatuh ke kolam saat sedang membersihkan tanaman.. Saya terpukul.. Teh Dina bukan hanya sepupu, tapi sudah seperti kakak sendiri. Dia kira-kira 10 tahun lebih tua daripada saya. Waktu saya dan adik-adik masih balita, Teh Dina ikut tinggal bersama kami sampai dia lulus SMA. Yang paling bikin saya sedih, dia tak sempat mengenal Bear..

Kedelapan.. Lagi-lagi di tahun 2017 dan di bulan Juni, beberapa hari menjelang Idul Fitri. Saya dapat invite grup WA dari teman-teman SMA satu sekolah, jadi grupnya berisi murid satu angkatan, bukan hanya satu kelas. Saya terima invite grup ini. Di grup itu saya lihat ada teman sekelas waktu kelas 1, tapi kelas 2 dan 3 tidak sekelas karena beda jurusan. Saya masuk Bio, dia masuk Sos. Namanya Anna. Saya dan Anna dulu berteman dekat, terutama waktu sekelas itu, tapi kemudian hilang kontak sejak lulus SMA. Kemudian bertemu lagi di Instagram, dan satu kali saja kami saling menyapa di situ, dan tak pernah bertemu langsung sekalipun. Begitu melihat namanya ada di grup tersebut, tiba-tiba saya ingin sekali kirim pesan ke dia, tapi anehnya ada saja halangan yang bikin saya tidak jadi kirim pesan. Begitu terus berulang-ulang selama seminggu. Entah kenapa, tiba-tiba saja saya merasa harus menghubungi dia, dan perasaan itu kuat sekali. Perlu diingat, kami tak pernah bertemu lagi sejak lulus SMA, dan itu sekitar 25 tahun yang lalu. Saya sadar ini aneh tapi tidak tahu kenapa. Dan ketika akhirnya saya benar-benar punya kesempatan untuk mengetik pesan ke dia, saya keburu baca notifikasi di grup tersebut, yang mengabarkan bahwa suaminya Anna meninggal mendadak di hari itu karena kecelakaan, terjatuh saat membersihkan tangki air di rumahnya.. Saya bengong, tak tahu harus berkata apa.. Yang jelas, saya tidak jadi mengirimkan pesan ke Anna hari itu..

Delapan kejadian tersebut terbentang dalam masa hidup saya dari masa awal remaja hingga sekarang dengan jeda waktu yang berbeda-beda. Saya tidak tahu apakah saya akan mengalaminya lagi atau tidak. Yang jelas, seandainya saya bisa memilih, saya akan memilih untuk “tidak bisa merasakan” firasat seperti ini. Ada momen di mana saya benar-benar merasa gelisah karena merasakan firasat itu, dan itu sangat menyiksa pikiran. Tapi kelihatannya.., hanya waktu yang akan menjawab..

 

Advertisements

13 thoughts on “Firasat..(2)

  1. Mau lanjut part 2 – nya aja bingung dan ragu, karena gue orangnya penakut, apalagi mau komen 🙁

    Mungkin bisa ‘dialihkan’ menjadi positif Mbak, seperti sebuah ‘kesiapan’ atau doa untuk orang yang di’firasat’kan. Terus terang ga paham, soalnya hal-hal seperti itu PGP (Percaya Ga Percaya) buat gue juga. Semoga Mbak selalu diberi kemudahan dengan firasat-firasat itu 🙂

    Like

  2. memang namanya umur kita gak tahu ya kak, aku dlu pas alm nenek sebelum meninggal berpesan gitu kak kayak ngasih tanda dia mau pergi selamanya tapi gak tahu itu jatuhnya firasat atau bukan

    Like

  3. firasat ini yang Papa aku juga alamin sebelum sepupu aku yang baru minggu kemarin meninggal,,
    ternyata sepupu waktu sebulan lalu ke Balikpapan sudah pamit ke kami semua tapi cuma Papa yg merasakan itu, kami cuma menanggapi hanya kalimat biasa saya. dan tepat 2 minggu sebelum dia meninggal papa dapat mimpi aneh dia cuma cerita ke mama. Ternyata mimpi itu adalah kronolagi bgmn sepupu saya meninggal dalam kecelakaan motor..

    Like

  4. Aku cuma pernah mimpi tante aku yang paling tua ( kakaknya papa ) 2 hari sebelum beliau meninggal, aku mimpi dia berangkat.. Tapi selain itu, gak pernah dan amit2, aku gak mau deh.. Takut..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s