Oh..Bear suka makan ini dan itu..?

Ini ceritanya tentang Bear yang selera makannya kadang memberikan saya kejutan. Maksudnya, sebagai orang tua kadang kita berpikir, anakku mungkin suka atau tidak suka makanan ini itu. Padahal kadang itu hanya ada di pikiran kita saja sebagai orang tua. Dengan kata lain, kalau tidak dicoba ditawarkan (beberapa kali kalau bisa), mana mungkin kita tahu anaknya mau memakan makanan tersebut atau tidak.

Bear saat ini berusia 22 bulan. Pola dan menu makannya sudah nyaris sama seperti orang dewasa, istilahnya sudah makan “table food”, memakan makanan yang disajikan untuk seluruh keluarga. Tentu ada beberapa pengecualian, seperti makanan pedas, berminyak, dan berbumbu pekat misalnya, atau makanan yang mengandung sodium (MSG), atau penguat rasa secara kimia (flavour enhancer). Intinya sebisa mungkin kami sekeluarga memakan masakan rumahan, sehingga semua prosesnya bisa lebih terkontrol.

Dan ini dia makanan atau bahan makanan yang saya kira Bear tidak suka tapi ternyata dimakan juga. Asumsinya berarti dia menganggap makanan itu sesuai selera lidahnya.

  1. Brokoli.. Dulu sebelum punya anak, sering banget saya dengar anak kecil tidak suka sayuran, terutama brokoli. Kemudian ketika Bear sempat rawat inap di RS di Townsville, salah satu menu makanannya adalah puree brokoli. Dan dia tidak suka, karena begitu sampai di lidahnya, si puree langsung disemburkan..hahaha.. Waktu itu Bear berumur 6 bulan. Seiring waktu, dia sering lihat saya dan M makan brokoli rebus sebagai bagian dari menu makan malam kami. Nah dia sudah ada di tahap “penasaran dengan isi piring orang lain” ketika jam makan. Suatu malam, dia menunjuk-nunjuk brokoli yang ada di piring saya. Saya kasih sedikit, setelah dipotong kecil-kecil dulu tentunya. Ehh.., ternyata si brokoli dimakan sampai habis, dan minta lagi.. Sejak saat itu, secara rutin saya kasih brokoli kukus/rebus di menu makanannya.
  2. Kornet, alias corned beef.. Yang dimaksud kornet di sini adalah kornet yang saya buat sendiri di rumah, bukan kornet kalengan seperti yang biasa ada di Indonesia. Proses pembuatan kornet pada dasarnya merupakan proses pengawetan protein hewani, dalam hal ini daging sapi. Jadi sekali buat biasanya saya memasak sekitar 2.5 kg daging sapi utuh. Setelah jadi, si kornet bisa tahan di kulkas selama 2 minggu. Saya coba kasih kornet ke Bear, untuk tahu apa gigi dan rahangnya sudah cukut kuat untuk mengunyah daging. Tentu saya iris tipis dulu kornetnya. Dan ternyata dia suka, dan sekarang malah jadi salah satu makanan favoritnya.
  3. Steak (daging sapi atau daging domba)..Β Suatu malam ketika kornet di piring Bear habis dia makan, dia masih ingin makan lagi, dan menunjuk-nunjuk makanan yang ada di piring saya. Menu saya dan M adalah steak daging domba saat itu. Saya ragu sebetulnya memberi Bear steak, karena daging steak teksturnya tidak semudah daging kornet ketika dikunyah. Steak hanya digoreng pan fried beberapa menit, sementara kornet direbus selma 1 s/d 2 jam. Tapi saya kasih juga, setelah dipotong kecil-kecil terlebih dahulu. Dan ternyata dia suka dan tidak ada masalah ketika mengunyah/mencernanya. Sehingga di lain hari saya coba kasih steak daging sapi, dan sukses juga.
  4. Smoothies buah-buahan dan puree apel hijau.. Smoothies yang biasanya saya buat terdiri dari aneka buah berry (strawberry, raspberry, blackberry, bluberry, atau gabungan dari semuanya) dicampur pisang dan 2 sendok makan santan kelapa (coconut milk) atau almond (almond milk), dan sedikit jus apel. Santan kelapa/almond ini sebagai pengganti susu/yoghurt karena saya punya intoleransi laktosa, sementara jus apel sebagai pemanis alami. Smoothies ini sebetulnya untuk saya, tapi lagi-lagi Bear penasaran dan ingin coba. Dan ternyata dia suka.. Sementara puree apel hijau saya buat awalnya karena kebetulan, kebetulan di supermarket si apel hijau sedang diskon 50%..hehehe.. Ketika apel tersebut saya cicipi di rumah, ternyata rasanya manis asam, bukan manis saja seperti apel lainnya yang biasa dibeli. Tapi tetap saya jadikan puree juga, saya pikir kalau Bear tidak suka ya sudah tak usah buat lagi. Eh..ternyata dia doyan.., padahal rasa asamnya itu lumayan terasa.
  5. Bawang daun, bawang bombay, tomat.. Saya membuat telur dadar, pasta, atau tumisan sayur itu biasanya memakai bahan 3 bumbu tersebut. Nah.., ketika disajikan ke Bear (misalnya si pasta), maka di piringnya itu dia akan cari dulu si irisan bawang dan tomat tersebut, terus dia makan. Setelah yakin duo bawang tomat habis, baru dia makan “tokoh utamanya” (pasta/telur/sayuran)..hahaha.. Seingat saya, anak kecil umumnya menyingkirkan irisan tomat bawangnya, dan hanya memakan si tokoh utama..
  6. Bubur gandum tawar.. Ini sebetulnya salah satu menu sarapan saya. Dan seperti biasa Bear penasaran ingin mencoba, dan ternyata dia suka. Bubur ini saya buat dari muesli (gandum giling kering yang dicampur buah kering seperti sultana misalnya) yang diseduh air panas. Orang lain biasanya menambahkan susu segar atau yoghurt dan potongan buah segar. Tapi saya hanya menambahkan air panas dan perasaan lemon. Sarapan Bear sendiri biasanya roti panggang diolesi sedikit margarin dan Vegemite atau selai buah-buahan (silahkan Google sendiri, apa itu Vegemite), atau sosis daging ayam. Oh ya, sosis yang biasa saya beli di sini, campuran tepungnya itu berupa tepung beras, bukan tepung terigu. Jadi kalau makan sosis ayam/sapi itu serasa makan nasi campur daging ayam/daging sapi..hehehe.. Dan sejak saat momen bubur gandum itu, bertambahlah daftar menu sarapan Bear..
  7. Roti tawar.. Bear suka sekali menjelajah dapur. Suatu hari dia temukan di mana roti tawar biasanya disimpan. Selanjutnya, ketika dia merasa lapar di luar jam makan rutin, dia akan buka lemari pantri (di mana roti itu disimpan), ambil si kantong roti, dan meminta saya atau ayahnya untuk membuka kantongnya sehingga dia bisa ambil selembar roti tawar. Dan beneran dia makan itu roti sampai habis..
  8. Pizza dan pasta.. Ini merupakan bagian dari pengenalan “finger food” (makanan yang bisa dijimpit jarinya). Pizza kadang beli jadi atau buat sendiri, dan Bear memakannya dalam bentuk potongan kecil. Sementara jenis pasta yang dipilih biasanya yang gampang diambil dengan jari, misalnya fusili (bentuk spiral) atau macaroni (bentuk pipa). Kadang dikasih juga yang bentuk spaghetti (bentuk mi panjang kurus itu loh..), tapi memang jadi berantakan meja makan..hahaha..
  9. Sayuran dedaunan hijau.. Ini “nasibnya” sama dengan nomer 5. Jadi jika dimasak tersendiri, Bear awalnya seperti bingung bagaimana cara memakannya, tapi ketika dicampurkan ke pasta atau nasi, maka dengan cekatan dia akan makan dulu si sayurannya.. Aneh kan.. Oh ya.., mungkin saking “doyannya” dengan sayuran hijau, kadang dia mencabuti rumput dan memakannya.. Halahhhh..ada-ada saja.. Dia pikir semua yang berdaun hijau itu bisa/biasa dimakan.. Mentang-mentang turunan orang Sunda..hehehe..
  10. Nasi liwet.. Nasi liwet yang biasa saya buat biasanya berbumbu tomat, bawang merah, sedikit garam, sedikit minyak zaitun/minyak kelapa murni, daun salam, batang serai. Yang disajikan ke Bear biasanya dalam bentuk bola-bola nasi ukuran kecil. Ini percobaan juga untuk mengetahui dia doyan nasi dalam bentuk tersendiri seperti itu.. Dan tentu saja dia doyan..hehehe..

Kayaknya masih ada lagi makanan yang bikin saya..: “Oh..ternyata kamu suka ini toh, Nak..” Yang saya ingat sekarang cuma 10 item tersebut. Ada yang punya pengalaman serupa..?

Advertisements

42 thoughts on “Oh..Bear suka makan ini dan itu..?

    • Kayaknya sih gitu, mau aja dikasih makan apa pun.. Dulu aku juga gak doyan Vegemite, mungkin gara-gara porsi yg dioleskan kebanyakan, terus dioleskan ke roti biasa, bukan roti panggang.. Rasanya kan jadi aneh.. Setelah coba lagi dioleskan ke roti panggang (toast) yg sudah diolesi margarin, diolesi Vegemite sedikit bin tipis aja, eh ternyata enak tuh, si roti jadi gurih asin enak gitu deh..

      Like

  1. Nyenengin ya punya anak pinter makan gitu πŸ˜€
    Secara dulu ortuku suka ngeluh karena aku susah bgt makan, dan cenderung pilih2. Pilih2 di sini maksudnya aku ga doyan sayur. Sampe skrg pun gitu.
    Aku jadi mikir, apa karena Bear lihat ortunya makan (ato makan barengan bertiga), dia penasaran lalu makan dan doyan karena ortunya juga makan makanan tsb.

    Like

    • Wah nyenengin banget, Na.. Berkurang deh kekuatiran dalam membesarkan anak. Apalagi kalo semua serba diurus sendiri kayak aku ini.. Mungkin pemikiranmu ada benarnya juga, secara tidak sengaja Bear belajar dari apa yang dia lihat, ditambah rasa penasaran, jadinya mau aja coba makan ini itu.. Secara tidak sengaja di sini maksudnya yg ngurus Bear sehari-hari kan cuma saya dan ayahnya (kalo dia lagi di rumah).. Otomatis ya dia ngintil kami ke mana-mana, termasuk saat jam makan, makan gak makan dia aku taruh di kursinya, lihatin kami makan..

      Like

    • Betul bget mba..kedua putri saya pencinta sayur dan buah. Bayam, brokoli dan buncis paling favorit. Ga ada pantangan sejauh ini. Saya juga sering promosi kalau mau rambut nya bagus dan kulitnya halus mesti rajin makan ini hihi

      Like

    • Beneran doyan bawang dia.. Kayaknya emang gitu, dia sering kami ajak duduk di meja makan bareng kami saat jam makan, meskipun dia udah makan sekalipun.., suruh mainin mainannya aja di meja kalo udah makan..

      Like

  2. Suka postingannyaaaa πŸ™‚
    Btw aku juga ada intoleransi laktosa Em tp nggak doyan almond milk dkk huhuhu, jd minumnya lactose free milk biasa. Kalo ngopi di luar harus bawa senjata lacteeze pill deh soalnya memang bener2 gak doyan para pengganti susu itu…
    Btw pas baru sampe sini aku kepengen makan kornet. Trs kaget pas disajikan daging sapi utuh! Masih ngakak sampe sekarang kalo diingat

    Like

    • Hehehe..makasih, Mar.. Oh kamu intoleransi laktosa juga toh.. Aku sebenarnya gak gitu doyan almond milk juga. Jadi kalo ngopi, mau di luar atau di rumah, kopi plus gula doang, kadang malah tanpa gula juga, alias kopi hitam murni..hahaha.. Kalo di Indonesia kan ada tuh yg namanya non dairy creamer (terbuat dari tepung jagung), kadang pake itu juga. Oh soal kornet itu ya, aku juga ngalamin hal yg sama hehehe, tapi sekarang malah lebih doyan kornet yg bikin sendiri itu daripada yg kalengan..

      Like

    • Iya beneran suka dia.. Dulu aku juga gak doyan Vegemite, mungkin gara-gara porsi yg dioleskan kebanyakan, terus dioleskan ke roti biasa, bukan roti panggang.. Rasanya kan jadi aneh.. Setelah coba lagi dioleskan ke roti panggang (toast) yg sudah diolesi margarin, diolesi Vegemite sedikit bin tipis aja, eh ternyata enak tuh, si roti jadi gurih asin enak gitu deh..

      Like

      • ohh kudu di panggang terus di kasih margarine.. kemarin aku cuma di panggang doank mba terus aku kasih Vegemite kayak naro selai, pantes aja rasanya aneh.. hahha

        Like

      • Astaga kalo si vegemite dioles setebal selai mah pahit.. Yikes dong, hahaha! Tipis aja, pokoknya seminimal mungkin.. Vegemite itu bisa dibilang semacam “garam gurih” yg terbuat dari ragi, jadi kalo kebanyakan, sama aja kayak makanan kebanyakan garam..

        Like

      • hahaha,, iyaa mba itu yang aku rasain kemarin..
        habis cuma di suruh cobain, si pacar cuma bilang olesin di roti kayak oles selai.. ya kena lah aku zonk dari dia.. hhaa

        Like

  3. vegemite itu apa emm? *lalu ditampol bolak balik hahahaha..
    Bear keren banget demen sama brokoli ya. Si apel hijau, aku pernah sok-sok an beli di supermarket, duh harganya muahal banget, 2x lipat apel merah. Trus sampe di rumah pas dirasa uaseeemmm banget! Lalu menyesal hiks hiks.

    Like

    • Gak nampol balik loh.. Kan aku mah baik orangnya..huahhahahaha..
      Bersyukur sekali sejauh ini Bear doyan aja dikasih sayuran.. Semoga seterusnya begitu, gak susah makan.. Apel di Townsvile sini harganya sekitar 3.5 dolar (35 ribu rupiah) per kilo. Nah, aku suka beli apel itu yg ukurannya dianggap tidak memenuhi standar (kekecilan atau kegedean), masih di supermarket juga. Biasanya hanya setengah harga apel ukuran standar. Jadi pernah tuh beli apel hijau, gede-gede banget, ukuran tiap buahnya hampir sebesar kepala bayi baru lahir! Tapi pernah juga beli apel royal gala yg bentuknya seukuran telur ayam dan manisnya top markotop..hahaha..

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s