“I missed you at tea..” Hal-hal unik tentang Australia..

logo_cuadrado_400x400

twitter.com

Terilhami tulisan Mariska beberapa waktu lalu tentang kebiasaan orang New Zealand, saya jadi ingin menulis versi Australia-nya.. Apa yang saya tuliskan berikut ini berdasarkan pengalaman pribadi, jadi secara umum mungkin sama dengan pengalaman orang lain, tapi secara spesifik mungkin juga berbeda. Selain itu, ada banyak aspek lainnya yang bisa mempengaruhi kebiasaan sehari-hari, misalnya aspek sosiogeografis. Lingkungan saya sehari-hari di sini adalah kelas pekerja di kota berukuran sedang, yang terletak di daerah beriklim tropis savanna. Tentu kebiasaannya akan sedikit berbeda dengan orang-orang Australia yang berprofesi sebagai petani/peternak di daerah yang beriklim subtropis, misalnya.

Jadi inilah dia.., beberapa hal unik tentang Australia atau orang Australia:

1.Sangat suka memendekkan kata/frasa sehingga membentuk kata baru.. Misalnya: brekky=breakfast, barbie=barbecue, cuppa=cup of tea, choccy=chocolate, biccy=biscuit, choccy biccy= chocolate biscuit, ambo=ambulance, servo=service station(pom bensin), undies=underwear, hanky=handkerchief, footy=football (rugby maksudnya, kalau football=sepakbola disebut soccer di sini), Macca’s=MacDonald, arvo=afternoon, s’arvo=this afternoon, Straya=Australia, Aussies=Australian (orang Australia), selfie=self photo taking, avo=avocado, tradie=trader (profesi orang berkeahlian pertukangan), postie=postman, lappy=laptop, garbo=garbage truck driver, prezzie=present (hadiah), Chrissie=Christmas, Brissie=Brisbane, Tassie=Tasmania, mozzie=mosquito, uni=university, bestie=bestfriend. Ini hanya contoh kecil. Orang Australia saking terobsesinya dengan singkatan, nama orang pun sering disingkat. Misalnya, nama “Richard Skiffington” dipanggil Skiffo (dari Skiffington). Bahkan, maskapai penerbangan utama mereka, Qantas, sebetulnya singkatan dari Queensland and Northern Territory Airline Service.

2. Bunyi ‘er’ di akhir kata diucapkan ‘a’.. Ini kaitannya dengan dialek alias logat. Jadi dalam Bahasa Inggris logat Australia, dinner diucapkan/terdengar seperti dinna, order=orda, better=betta, slimmer=slimma, runner=runna, cheaper=cheapa, water=wata, dll..

3. Penyebutan waktu makan yang unik.. Breakfast tentu saja brekky, morning tea=mengemil di antara sarapan dan makan siang, smoko=smoke break (waktu rehat untuk merokok atau makan makanan ringan), lunch tentu saja makan siang, afternoon tea=makan malam sehari-hari, dinner=makan malam yang bersifat lebih formal, misalnya makan di restoran, atau di acara-acara resmi. Penjelasan soal afternoon tea dan dinner ini saya dapatkan dari mertua, jadi “shahih” lah ya istilahnya..hehehe.. Afternoon tea biasa disebut ‘tea’ saja, yang mana sama sekali tidak berhubungan dengan tea=teh. Kalau yang ingin dibahas itu tea=teh, maka istilah cuppa=cup of tea yang lazim digunakan. Ada lagi yang disebut tucker=food alias makanan. Kadang orang sini suka bilang: So you had some tucker (baca=taka)? Ini maksudnya, kamu sudah makan? Zaman dulu waktu saya dan M masih dalam tahap PDKT (ehemm..ehemmm..hehehe), suatu malam saya dapat SMS dari dia yang isinya: “I missed you at tea..” Saya kira maksudnya kami sudah janjian untuk minum teh bareng dan kemudian saya lupa datang. Ternyata.., dia heran kenapa saya tidak muncul di saat jam makan malam di kantin karyawan, karena biasanya kami makan bareng..hahaha..

4. Lebih suka mengucapkan ‘no worries’, ‘no dramas’, atau ‘too easy’ yang artinya kira-kira sama dengan ‘no problem’, dalam konteks ketika diminta melakukan suatu tugas. No worries juga lebih lazim diucapkan (daripada you’re welcome) ketika membalas ucapan ‘thank you’.

5. Kata-kata basa-basi andalan.. “G’Day..” (bentuk singkat dari ucapan ‘I wish you have a good day = semoga hari Anda menyenangkan, setara dengan ‘how are you’). Selain itu ada ‘how are you going..?’, yang maknanya setara ‘how are you?’ juga, tapi secara harfiah artinya ‘kamu perginya bagaimana..?’ Jadi jika ada yang bertanya seperti ini di Australia, jangan dijawab ‘by bus (naik bis)’ ya..hahaha.. Jawab saja: “I’m good, thanks..”

6. Mengenakan alas kaki adalah pilihan pribadi.. Dengan kata lain.., suka nyeker..hahaha.. Mobil boleh mewah (merk asal Eropa misalnya) tapi hobi nyeker tetap jalan.. Tidak aneh melihat orang-orang muda atau tua tak beralas kaki di ruang publik, seperti di mal, klinik, taman, dll. Dulu pertama kali lihat M dengan santainya nyeker pergi ke kantor pos, kemudian ke kantor asuransi, saya “speechless”..hahaha.. Tapi sekarang, kadang saya dan Bear pun tak pakai alas kaki kalau pergi ke taman dekat rumah.. Oh ya, Bear sehari-hari bermain di halaman rumah juga nyeker..

7. Kopi harus panas dan bir harus dingin.. Bagaimana pun cuacanya, kopi harus disajikan panas, dan bir harus disajikan dingin (kalau ini memang harus dingin kayaknya).. Jangan aneh jika melihat di siang hari bolong di tengah musim panas yang bersuhu nyaris 40’C, orang Australia tetap minum kopi yang diseduh air panas, atau di musim dingin malam hari dengan suhu 5’C bisa saja minum bir yang baru keluar dari kulkas.

8. Sumpah serapah.. Ini kebiasaan yang saya tidak suka.. Yang paling umum tentu saja kata ‘fuck’.. Di Australia kata sumpah serapah tidak selalu identik dengan konteks negatif seperti kemarahan atau menyumpahi orang. Ini sudah seperti hal biasa yang mengalir dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam konteks informal. M pun tidak luput dari hal ini. Saya tentu protes, terutama jika dia mengucapkannya dalam pembicaraan kami. Saya sempat kesal pada M soal ini. Saking kesalnya, saya memberi ‘ultimatum’, jika dia tak bisa berhenti menggunakan kata sumpah serapah, atau setidaknya mengurangi, maka saya akan beli perhiasan mahal setiap kali dia bersumpah serapah (pakai duitnya dia dong..hahaha). Dia pikir saya bercanda. Di kali berikutnya dia ber F-word lagi, langsung saya beli anting berlian yang harganya cukup bikin sumpah serapahnya berkurang drastis..hahaha..

9. Naik taksi duduk di kursi depan.. Ini biasanya berlaku jika kita naik taksi sendirian, tak punya teman seperjalanan selain si supir taksi itu sendiri. Jadi akan sangat dihargai jika naik taksi sendirian, kita duduknya di sebelah supir taksi, kemudian berbasa basi sedikit. Hal ini didasarkan pada azas kesetaraan yang dianut bangsa Australia. Maklum.., meski berbeda-beda tampilan luar, mayoritas orang Australia ini kalau bukan migran, ya keturunan migran, kecuali kelompok penduduk asli yang biasa disebut orang aborigin atau indigenous people, yang mana jumlahnya tak banyak, alias minoritas.

10. Orang Australia umumnya berkarakter santai dan tidak rewel, namun mereka juga sangat tepat waktu. Artinya, kalau memang harus antri, sepreman-premannya orang di sini, mereka akan tetap antri dengan manis. Atau suami sendiri, M, dia tidak rewel mau makan apa buat sarapan atau makan siang misalnya, tapi kalau urusan tepat waktu, untuk jadwal penerbangan contohnya, dia “tak kenal kompromi”: penerbangan domestik minimal 2 jam sebelum keberangkatan, dan penerbangan internasional minimal 3 jam. Minimal loh.. Seringnya, kita sudah di bandara 3 jam sebelum berangkat untuk domestik, dan 4 jam sebelum berangkat untuk internasional. “Just in case..” kata dia.. Hadeuuuhh..

11. Hierarki di tempat kerja dan di mana pun secara umum nyaris tak ada.. Kalau di tempat kerja maksudnya begini, di Indonesia pasti janggal dan dianggap tidak sopan jika memanggil pimpinan atau orang yang dianggap senior di tempat kerja dengan nama depannya saja tanpa ada awalan ‘Pak’ atau ‘Bu’, atau sebutan lazim lainnya. Sementara di sini dianggap wajar, malah kalau kita panggil dengan sebutan Mr. Smith, orangnya akan bilang, “Just call me John..” (misalnya untuk orang yang bernama John Smith). Ini kejadian di M, dia dengan santainya panggil ‘big boss of the big boss’ di kantornya pakai nama depan saja. Atau oleh ponakannya, M dipanggil M tanpa ada embel-embel ‘uncle’dalam sapaan sehari-hari. Tapi kalau sang ponakan memperkenalkan M ke orang lain, dia akan bilang bahwa: “This is M, my uncle..” Saya pun dipanggil ‘Emmy’ saja tanpa ada embel-embel ‘auntie’ oleh ponakan suami. Tapi kalau anak ke orang tua tetap panggil Mum and Dad ya. Dulu waktu saya masih kerja di Kalimantan, atasan saya orang Australia, lingkungan kerja juga banyak melibatkan ekspats asal Australia. Jabatan atasan saya itu General Manager, dan mayoritas orang kantor panggil dia dengan nama depannya saja. Di Australia sistem hierarki tidak menentukan level kesopanan atau rasa hormat kita terhadap orang lain.

12. Orang Australia sangat suka melancong.. Tapi umumnya melancong atau traveling ke luar Australia, karena bepergian/berwisata di dalam wilayah Australia itu sangat mahal. Mahal karena biaya hidup memang mahal, dan juga karena jarak antar kota/wilayah itu sangat berjauhan, jadi belum apa-apa sudah habis di ongkos. Sementara kalau bepergian ke wilayah Asia Tenggara misalnya, sepanjang bisa dapat tiket promo dari maskapai berbiaya murah atau maskapai asal Asia, seseorang berprofesi pegawai biasa bisa dengan nyaman berlibur di Bali atau Bangkok selama beberapa minggu. Jadi jangan heran, orang Townsville mungkin akan lebih sering ke Bali (4.5 jam flight) daripada ke Perth (8 jam flight, belum termasuk waktu transit jika ada).

13. Banyak hal besar.. Maksudnya, Australia ini kan pulau maha besar, negara juga, benua juga, dan entah kenapa ukuran besar ini ‘menular’ ke hal lain, misalnya ukuran pohon mangga yang di Indonesia tahu sendiri seperti apa, di sini pohon mangga lebih mirip pohon monster saking tinggi dan besarnya. Ukuran sayuran dan buah-buahan juga cenderung XL dibandingkan ukuran di Indonesia. Saya pernah beli apel hijau yang ukurannya nyaris sebesar batok kelapa. Ukuran beberapa jenis hewan juga lumayan fantastis: semut sebesar kecoa, atau buaya dengan panjang nyaris 6 meter. Soal properti, tidak aneh di sini orang punya rumah yang berdiri di atas tanah seluas 2000 m2 misalnya, 2000 ya, bukan 200. Atau ipar saya dan keluarganya mengelola tanah peternakan yang cukup luas untuk menggembalakan 40 ribu ekor sapi sekaligus. Dan jangan kaget kalau saya bilang, ada petani yang tanah pertaniannya seluas negara Belgia..

14. Sangat suka minum teh, kopi, dan alkohol.. Tidak dalam waktu yang bersamaan tentunya. Saya pernah berada di beberapa tempat yang menganggap salah satu dari ketiga minuman itu dianggap tidak lazim. Tapi di Australia, banyak orang yang suka semua jenis minuman tersebut. Teh dan kopi umumnya dijual di supermarket, sementara alkohol dijual di toko khusus dengan izin khusus, dan dijual dengan aturan yang super ketat.

15. Australia adalah ‘gudang aturan super ketat’.. Mulai dari aturan yang lazim sampai yang (dianggap) tidak lazim terutama bagi orang luar Australia. Di negara bagian Queensland tempat saya tinggal, membunyikan klakson kendaraan itu ada Perda-nya. Yang jelas, klakson boleh dinyalakan hanya pada saat kondisi gawat darurat. Jika melanggar, siap-siap saja kena denda. Memancing pun tak boleh sembarangan tempat, waktu, jenis ikan, ukuran ikan, dan lain sebagainya. Pernah saya dan M pergi memancing di sungai. Kemudian saya dapat ikan lumayan besar, tapi menurut buku panduan ukuran ikan (ya betul ada ketentuan ukuran ikan yang boleh diambil), ikan itu kurang 1 cm panjangnya dan harus dilepaskan lagi ke sungai. Saya protes dong ke M, saya bilang, memangnya bakal ada orang yang kurang kerjaan banget sampai perlu memeriksa ikan hasil tangkapan saya. Ketika selesai mengomel begitu.., lewatlah perahu patroli polisi perairan . Dan sambil cengar-cengir M bilang, nah itu dia “orang kurang kerjaan” yang akan periksa setiap tangkapan ikan secara acak. Mungkin perahu kita kena periksa, mungkin juga tidak. OMG..!

16. Dilarang mabuk di tempat umum.. Ini termasuk di tempat-tempat yang umumnya orang datang untuk minum alkohol, seperti di pub, klub malam, dan sejenisnya. Jika ada tempat bisnis yang membiarkan pengunjungnya mabuk, kemungkinan akan kenda denda, mungkin izin usahanya dicabut juga. Jadi minum alkohol boleh, tapi kalau mau mabuk di rumah sendiri saja..

17. Merokok juga hanya diperbolehkan di tempat pribadi.. Jangan harap menemukan area merokok di tempat umum. Merokok di taman umum pun, biarpun ‘outdoor’ tidak diperbolehkan.

18. Tidak ada ‘friend’, yang ada ‘mate’.. Orang Australia menyebut ‘mate’ ke hampir semua orang.. Artinya kurang lebih sama dengan friend, dude, bro dalam bahasa Inggris, atau bung, mas, mba dalam bahasa Indonesia.., tetapi penggunaannya lebih universal.. Bahkan antar ayah dan anak laki-laki pun kadang mereka saling sebut ‘mate’.. So, how are you going, mate..?

Dan begitulah.. Sementara sekian dulu.. Nanti kalau ada yang teringat lagi, saya akan tuliskan sebagai Part 2 saja.. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk baca tulisan saya yang (ternyata) panjang ini..hehehe..

Advertisements

53 thoughts on ““I missed you at tea..” Hal-hal unik tentang Australia..

  1. Akhirnya tayang juga.
    Berhubung Iyan lama tinggal di Australia, jadi pas aku bacain tadi, dia ketawa2 aja. Tapi katanya mirip juga sama NZ ( nomor 1-4 ), nah kalau no 5, tuh biasanya pas lagi sepedaan atau jalan kaki terus ketemu orang, suka disapa sekilas gitu juga. Atau dikasir supermarket. Haha.. Belum pernah naik taksi sekalipun disini, jadi kurang paham.

    Yang aku tahu dari Iyan, di NZ gak bisa sembarangan mancing, dibeberapa tempat, kudu ada kartu ijin memancing, kalau ngga, bisa mancing kayak di tempat pemancingan, bukan di laut.

    Seluas belgia yaaa, busyet yaaaa.. Hahaha..

    Like

  2. Yang nomer 11 Em hahaha emang gt ya. Sedikit nyimpang tp mirip — Aku berantem mulut dgn Mamiku yang marah aku manggil mertua pake nama. Sulit dijelasin deh ke Mami yang nggak bisa ngerti kalo aku panggil mereka nama bukan artinya gak sopan… menurut si Mami gak mau dikira anaknya kurang manner manggil org yg lebih tua pake nama hehehe

    Like

    • Oh ya bener juga soal itu.. Aku udah nambahin di post bahwa hierarki di lingkungan sosial lainnya juga nyaris tidak ada di Australia. Aku manggil mertua dgn nama depan mereka tapi seringnya ditambahi Pak atau Bu di depannya. Jadinya kadang “Pak James dan Bu Jenny”😄*bukan nama sebenarnya.. Hierarki di Oz dan NZ emang gak dianggap penentu tingkat kesopanan kita terhadap seseorang..

      Like

  3. No. 8 : istri cerdas! LOL
    No. 13 : kayak orang di daerah yang lazim punya rumah luas dan lahan berhektar – hektar. Karena harga tanah murah.
    No. 15 : sampe segitunya yaa. Tapi bagus juga tuh kalo Indonesia aturan dan pelaksanaannya ketat begitu.

    Like

    • No.8: makasih😄
      No.13: ya mirip seperti itu, tapi di Oz sini yg luas tanahnya 2000 m2 itu masih di area yg dianggap kota..
      No. 15: Di Indonesia aturan itu gak kalah ketat sebetulnya, yg lemah penegakan hukumnya..

      Like

  4. Mbak Emmy mau tanya, euy.. Kan di Australia ipar2nya mbak Emmy menggembalakan 40.000 ekor sapi sekaligus, nah mereka gak butuh bantuan outsider sama sekali atau waktu2 tertentu aja? Soalnya orang Indonesia banyak yg jadi pekerja lepas disana, kan.. Yang metik2 buah, sayur, nah penggembala itu juga termasuk gak? Setauku kalo ada orang Indonesia yang mau ambil WHV juga kerjaannya begini.. Makasih jawabannya ya 🙂

    Like

    • Mereka memang ada pegawai tetap, ada juga pegawai musiman. Tapi seingatku, gak pernah mempekerjakan orang yg punya visa WHV. Pekerjaan di peternakan itu kerja fisik yg lumayan berat, tapi juga memerlukan pengetahuan mekanikal karena banyak mesin peralatan peternakan juga, mungkin itu sebabnya gak punya pegawai dgn visa whv yg rata-rata anak muda yg mungkin lebih suka kerja yg biasa aja..

      Like

  5. Menariiik ya, Mbak. Banyak yang lucu juga dan jadi tambah tau, thanks for sharing lho, Mbak.:)
    Buat poin nomor 8, itu super sekali idenya, Mbak. hahahaha

    Like

  6. aku bacanya ketawa2 sndri mba Em, jadi ingat sama B doi sering banget pake singkatan brekky, barbie, arvo, undies itu sampe pernah aku salah tanggap. F word,, hmm Aussies banget aku jg BT banget kalo dengar dia ngomong bgtu. How are you goin dan mate, waktu doi ke Indo jg tiap ketemu org pasti nyapa bgtu, padahal kenal jg kagak tp kata dia kalo di Aus kudu bgtu dan yap most of tourists in Bali is an Aussies.

    Like

  7. Banyak yah mba Emmy,
    Aku paling melotok ‘no worries’ ama ‘G-Day’ oh J, setiap hari dengar itu banyak kali rasanya gimna yah. 🙂 🙂
    Terus jadi ingat, temen suka kopi, teh, dan alkohol. Giliran beli alkohol giliran kita, ditanyain ID, wajah kaya anak sekolah rupanya kalo di OZ. *kibas rambut*
    btw, jadi ingat foto mba Emmy di IG yang kaya foto remaja ternyata masih baru. *gak fokus bahasannya*

    Like

  8. Woh seluas Belgia, mantap banget! Aku punya teman yang udah lama pindah ke Sydney, tempo hari pulang setelah bertahun-tahun engga ketemu dan jadi demen manggil nama orang dengan akhiran -zy di belakang. Aku dipanggil Winzy sekarang haha. Katanya orang2 disana begitu. Kalau nonton Masterchef Australia juga sering dengar sesama peserta manggil dengan akhiran z begitu.

    Like

  9. Wah asik nya bisa langsung merasakan tinggal di Aussie. Seru juga belajar dialeg Australi yang banyak disingkat2. Beberapa waktu lalu sy juga baru mengahdiri kelas singkat yg diisi oleh orang Aussie. Tp tidak trlalu banyak yg dapat sy perhatikan karena berhubunga cm kelas singkat 90 menit.
    Tulisan ini bermanfaat bgt, jadi tau banyak ttg Aussie.

    Salam kenal dari Lombok…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s