“But it’s a miserable day..”

“I’m good, thanks.. But it’s a miserable day..”

Begitulah jawaban Pak Sopir Taksi yang mengantarkan saya dan Bear ke tempat Day Care pagi ini saat kami berbasa-basi standar a la Australia. Hari ini saya tidak jalan kaki ke tempat Day Care. M sedang di lokasi tambang jadi kami naik taksi karena hujan sejak jam 5 pagi tadi. Sampai detik ini sudah lebih dari 12 jam hujan non stop. Dan menurut BMKG setempat, hujan terus menerus seperti ini akan terjadi sampai dua hari ke depan.. Alamak!

Bulan Maret diawali dengan cuaca yang enak, tapi kemudian sudah seminggu ini cuaca siang hari lebih sering mendung, bahkan nyaris gelap. Perlahan tapi pasti hujan turun lebih sering dan lebih lebat. Ini efek bawaan badai tropis yang “mampir” ke wilayah tempat kami tinggal, North Queensland, yaitu badai Marcus dan badai Nora. Kota tempat kami tinggal istilahnya kebagian “ekor”-nya doang, tapi itu pun sudah cukup membawa curah hujan lumayan banyak.

Bear sudah sembuh flunya. Saya dan M tinggal sedikit lagi menuju sembuh. Saya sebetulnya sudah nyaris sembuh, eh awal Maret kena lagi karena kecapean mengurus Bear yang susah tidur saat flu, jadi saya ikutan kurang tidur setiap malam. Semoga tak kena flu lagi deh.. Cape..! Dan bicara soal flu ini, tak lupa saya ucapkan terima kasih untuk semua yang sudah mendoakan kesehatan kami di post sebelumnya.

Dipikir-pikir iklim di Australia ini memang aneh tapi nyata. Intinya cuma satu, ektrim. Satu wilayah bisa sibuk kebanjiran saking tingginya curah hujan, sementara wilayah lain sedang sibuk memadamkan kebakaran lahan karena udara panas.

Tak usah jauh-jauh wilayah lain, di kota tempat saya tinggal, Townsville, pergantian cuaca yang ektrim juga terjadi. Di bulan November/Desember suhu udara lumayan panas sehingga rumput di halaman pun mati suri, kering menguning bahkan sampai coklat dan area tanahnya seperti gundul. Di bulan Februari itu si rumput hijau lagi bagaikan rumput lapangan golf. Dan sekarang, Maret, rumputku mulai mati suri lagi karena kebanyakan air.. Bahkan tanaman lainnya seperti bunga-bungaan juga mulai ada yang mati betulan, bukan mati suri lagi, karena kebanyakan air dari hujan.

Tapi ya sudahlah.. Dinikmati saja.. Setidaknya kami bersyukur bendungan dan sungai penuh airnya. Ini penting banget bagi kota yang curah hujannya biasanya sangat rendah seperti Townsville. Jadi PDAM setempat tak akan kekurangan air untuk warga kota sampai setidaknya akhir tahun, ketika musim panas datang lagi.

Sekian dulu postingan singkat hari ini. Semoga tidak bosan baca cerita saya soal cuaca. Dan semoga kalian semua para pembaca blog diberikan kesehatan yang baik juga.. Sekarang saya mau jemput Bear dulu, pakai taksi lagi tentunya..

Advertisements

21 thoughts on ““But it’s a miserable day..”

  1. Yah begitulah, setiap negara punya ke unikan iklim dan cuacanya masing-masing…. apa lagi kalo yg namanya storm…. By the end of the day kan bagaimana kita menaggapinya…. 🙂
    Semoga sekarang semua sehat….

    Like

      • Betul. Lain klo tinggal di Indonesia or lbh tepatnya klo aku: di Surabaya. Yg isinya cm lumayan sejuk, panas dan panas banget (bahkan di musim hujan), hahaha. Klo di Sydney menarik sekali krn prediksi hujan mostly tepat, lalu kecepatan angin juga sangat perlu dicek sblm keluar rumah. Suhu mungkin masih kisaran 25 tp kecepatan angin 45 mph kan bubar berantakan juga jilbabku, hahaha. Jd inget pernah mendaki bukit dr UNSW mau jenguk teman ke RS, wah anginnya wharbyazahhhh

        Like

      • Ah ya soal angin itu.. Ampun deh beneran mesti dicek, kalo gak body bisa terbang pas lagi nyebrang jelang.. Makanya kalo di bhs Indonesia kan cuma ada kata “angin”, kalo di bhs Inggris ada “breeze”, ada “wind”, terus ada kata lain juga yg menggambarkan angin..

        Like

  2. huhu jadi malu aku kemarin ngeluh gara-gara Jakarta hujan & gerimis seharian gak bisa kemana-mana, ternyata belom ada apa-apanya yah….semoga segera normal kembali ya mba cuacanya

    Like

  3. Ostrali oh Ostrali… ketika aku dulu tinggal di sana, kenapa engga merasakan ke-ekstriman cuaca ya? Justru ingatnya Australia adalah surga dunia karena cuacanya paling enak… winter engga terlalu dingin, summer engga terlalu panas. Mungkin karena dulu masih abege dan belum terlalu ngeh ya? Mungkin juga karena negara bagiannya beda sih, Australia kan besar sekali dan perbedaan cuacanya bisa drastis sekali… Atau mungkin karena sekarang tambah parah gara-gara climate change (>_<)

    Like

  4. semoga mama bear sekeluarga sehat2 terus, faktor cuaca memang selalu bahasan menarik,sprt tahun ini istanbul cuma di php-in salju,udah masuk spring lah ko suhu turun lagi, winter malah suhu nya terasa spring, ngecek prakiraan cuaca itu bener2 penting kalau disini,kadang jg suka ga akurat, pernah pede jalan bawa anak2 naik metro subway,cuaca tiba2 berubah, pas keluar metro hujan deras, padahal ngecek di hp cuma berawan. kalau berangin juga blm tentu enak kalau tulisannnya breeze-.-‘tiap mau jalan ngecek prakiraan cuaca adalah hal wajib buat saya hehe

    Like

    • Amin.. Makasih doanya, Rahma.. Semoga kamu sekeluarga sehat juga ya..
      Perkiraan cuaca memang jadi status yg paling sering dicek ya kalo udah gini.. Waktu tinggal di Indonesia mah mana peduli kan..hahaha..*tunjuk diri sendiri..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s