Update status

fypemt

beliefnet.com

Tak terasa sudah Agustus saja tahun 2017 ini. Di Townsville saat ini menjelang musim semi. Tumbuhan mulai memamerkan kuncup bunga. Musim dingin tahun ini tak sedingin perkiraan cuaca. Terakhir saya buat tulisan di WP itu bulan Mei. Di situ saya merasa optimis bakal lebih rajin menulis. Kenyataannya..hahaha.., menghilang selama 3 bulan. Tidak sepenuhnya menghilang, kadang masih sempat jalan-jalan ke blog lain, baca-baca, kasih likes, kasih komentar..

Lalu apa saja update status dari saya..? Yang jelas saya tidak hamil..hehehe.., maunya sih iya.. Saya dan keluarga pindah tempat tinggal, masih di Townsville cuma beda kode pos. Semula kami tinggal di kompleks unit. Yang disebut unit di sini adalah semacam apartemen tapi berjejer ke samping, bukan ke atas. Kalaupun berjejer ke atas, biasanya tidak tinggi seperti gedung apartemen pada umumnya. Biasanya yang namanya unit ini ada halamannya meski kecil. Menurut saya, ini seperti perpaduan antara rumah dengan apartemen. Ini contohnya:

main-2

Foto di atas itu tempat tinggal kami yang sebelumnya. Unit kami yang ada mobil parkir. Tinggal di unit ini mulai terasa tak leluasa dengan adanya Bear yang makin aktif, sehingga kami putuskan pindah tempat tinggal ke tipe hunian rumah.  Yang disebut rumah (house) di sini biasanya bangunan tempat tinggal yang tembok bangunannya sama sekali tidak berdempetan dengan tembok bangunan tetangga. Jadi pembatas properti kita dengan properti tetangga itu pagar. Ini dia penampakan si rumah baru.

main-2

Yang mengikuti akun Instagram saya mungkin sudah melihat rumah baru kami itu. Sejak ada Bear, kami memang bermaksud membeli rumah (alih KPR kalau bisa) dan menjual si unit tersebut, tapi rencana awalnya nanti kalau saya sudah “sah” jadi penduduk Australia (dapat Permanent Residence maksudnya). Penduduk loh ya.., bukan warga negara.. Definisinya beda jauh soalnya. Tapi ternyata, setelah dirasa-rasa dan dipertimbangkan, akhirnya beberapa bulan yang lalu akhirnya kami pindah ke rumah baru itu. Pindahan itu bikin “muntah” ternyata.., berbenahnya itu loh.., sesuatu banget..!! Apalagi saya seringnya berdua saja di rumah dengan Bear karena M seminggu di rumah seminggu di lokasi tambang. Untuk barang besar seperti furnitur memang pakai jasa angkut, tapi printilannya itu banyak sekali. Si unit sudah banyak yang lihat-lihat tapi belum ada yang beli, minggu lalu kami putuskan untuk disewakan saja sambil tunggu pembeli. Duhh.., saya sebetulnya waswas kami punya dua KPR dalam waktu yang bersamaan, sementara penghasilan keluarga cuma satu sumber. Semoga si unit cepat terjual deh.. Amin..

Ketika kami sedang sibuk-sibuknya pindahan, ibu saya di Cianjur-Indonesia mendadak harus dirawat di rumah sakit karena anemia gravis yang parah. Kadar Hb turun sampai 3.6, sehingga beliau harus segera transfusi darah, sementara saat itu stok darah di Cianjur dan sekitarnya habis. Teorinya, kadar Hb di bawah 4 akan menyebabkan fungsi organ tubuh melambat kemudian berhenti. OMG..!!! Di kasus ibu saya, beliau benar-benar lemah, tak bisa bergerak. Lidahnya pun kelu, tak bisa bicara sama sekali meskipun beliau sadar sepanjang waktu.. Ya ampuuunnn.. Saat itu kira-kira seminggu setelah Idul Fitri, jadi memang stok darah cenderung sedikit. Akhirnya selama 2 hari 2 malam saya dan adik-adik pengumuman di semua grup WA yang kita punya (kalau dijumlahkan mungkin total ada 20 grup WA), minta tolong dengan sangat kepada siapapun yang bisa untuk menjadi donor darah. Alhamdulillah.., donor bermunculan dan stok darah yang diperlukan terpenuhi. Tapi deg-degannya itu lohhh.. Lagi suasana tegang begitu, entah kenapa si Bear malam-malam muntah pula di tempat tidurnya.. Hadeeuuuhhh.. Biasanya saya tidak panik menghadapi situasi seperti itu, tapi kali itu saya benar-benar kalut. Untung M sedang di rumah. Setelah dilihat-lihat, Bear rupanya hanya masuk angin, kemudian terlalu cape siangnya karena berlarian kesana kemari, saking senangnya ada bapaknya di rumah.. Aiihhhh.., ada-ada saja kejadian..

Setelah 5 hari di RS, ibu saya mulai stabil. Hari ke-7 beliau diizinkan pulang oleh dokter. Seminggu di rumah, beliau check up, eh..ternyata saat itu kadar Hb-nya turun lagi ke angka 8, mestinya antara 12-16 untuk wanita. Akibatnya, tentu saja beliau harus dirawat di RS lagi, meski kondisinya tak segawat yang pertama. Selain itu, stok darah juga jauh lebih banyak. Yang kedua kali ini beliau dirawat selama 5 hari. Kondisi beliau sejak saat itu membaik, tetapi tidak lagi sebugar seperti sebelumnya. Dokter juga menyarankan untuk mengurangi aktivitas fisik.

Kejadian ibu saya dua kali dirawat dalam waktu yang berdekatan ini berbarengan dengan proses kepindahan kami dari unit ke rumah. Sepanjang waktu itu saya benar-benar cape fisik dan pikiran. Saya galau apakah harus pulang ke Indonesia saat itu juga atau bagaimana. Saya galau karena status visa saya (Bridging Visa A: ini visa untuk menunggu persetujuan Partner Visa yang sedang diproses), untuk keluar/masuk Australia hanya membolehkan saya ke luar Australia, tapi untuk masuk kembali, saya harus mengajukan visa baru di Indonesia. Bisa saja saya mengajukan Bridging Visa B sebelum berangkat ke Indonesia, yang membolehkan saya keluar dan masuk Australia kembali, tapi itu perlu proses juga. Suamiku M juga tanya apa saya perlu pulang segera. Saya bilang, lihat situasi dan kondisi. Untungnya, ibu saya bisa stabil lagi, meski tetap dalam pengawasan ketat.

Namun demikian, saya tetap mengajukan Bridging Visa B. Toh sudah hampir setahun saya tinggal di Australia, jadi perlu mudik dulu. Pengajuan BVB ini, entah kenapa ada sedikit drama juga. Sesuai baca-baca sana sini, saya kirim dokumen ke kantor imigrasi di Sydney, ditunggu-tunggu selama dua minggu, tak ada kabar berita, seharusnya dalam seminggu sudah ada kabar. Diemail dua kali, tidak dibalas. Ditelpon koq ya antriannya lama banget, setelah 30 menit masih on hold..! Saya bertekad di hari berikutnya mau kirim email keluhan saja di email yang ketiga. Ehhh.., sebelum si email dikirim, Departemen Imigrasi sudah kirim email duluan, intinya iya..iya..kamu dapat visanya..hahaha.. Pas saya buka lampiran pdf visa saya, koq yang kirim ternyata kantor imigrasi di Brisbane, padahal dokumen dikirim via pos ke kantor imigrasi di Sydney. Mungkin lama karena itu.. Ah sudahlah, yang visanya sudah ada..

Duh.., tiga bulan itu ya buat saya, Mei-Juni-Juli.., bikin galau bin pening saja.. Memasuki Agustus ini situasi sedikit aman terkendali.. Semoga semuanya semakin membaik.. Amin..

Salam musim semi dari Townsville, Australia..

All About Your First Born..

img_2004

Dua jam sebelum si Bear brojol..

Post ini ceritanya ikut-ikutan Imelda, yang iseng menyalin dari Instagram-nya Sazqueen. Nah.., si Mba Sazqueen ini menulis 17 pertanyaan dengan tema โ€œALL ABOUT YOUR FIRST BORNโ€. Jadi.., inilah dia.. Catatan ringkas terkait kelahiran Bear ๐Ÿ™‚

ALL ABOUT YOUR FIRST BORN
1. Epidural? Ya
2. Father in the room? Ya
3. Induced? Tidak
4. Normal? Bukan. Operasi Caesar
5. Due date? Akhir Oktober 2015
6. Birth date? Pertengahan Oktober 2015
7. Morning sickness? Ya, selama 2 minggu saja, di usia kehamilan bulan ketiga.
8. Cravings? Tidak.. Sama sekali tidak ngidam.. Aneh..
9. Kilos gained? 10 kg dari IVF pertama yang gagal, 15 kg dari IVF kedua yang sukses menghasilkan si Bear. Total: 25 kg. Sampai saat ini baru turun 13 kg.
10. Sex of the baby? Laki-laki
11. Place you gave birth? RSIA Bunda, Menteng, Jakarta
12. Hours in labour room? 30 menit.. Total rawat inap 2 malam..
13. Babyโ€™s weight? 3.8 kg
14. Babyโ€™s name? BBL, nama julukan: Bear
15. How old is your baby today? 19 bulan
16. Most memorable event during pregnancy? Ada 2 :
a) Berhubung kehamilan saya berawal dari program IVF di klinik Morula IVF Menteng-Jakarta, maka sepanjang kehamilan pun kontrol ke klinik tersebut, meski harus bolak balik Cianjur-Jakarta. Dari sekian banyak bolak balik itu, 3 kali saya berpapasan dengan iring-iringan RI 1 alias rombongan presiden. Jadi saya langsung berdoa semoga si Bear jadi presiden..hehehe.. Amiin..
b) Perempuan ketika sedang hamil umumnya mencari informasi seputar kehamilan. Saya juga tapi tak seheboh perempuan lainnya.., karena entah kenapa saya lebih tertarik dengan saham/pasar modal. Jadi sepanjang kehamilan itu, saya mendadak jadi trader dengan modal receh dan pengetahuan โ€œlearning by doingโ€, alias terjun langsung saja. Hasilnya, begitu si Bear lahir, saya dapat keuntungan yang cukup untuk membayar biaya operasi Caesar..hehehe.. Alhamdulillah.. Rezeki anak sholehah..
17. Whoโ€™s the obgyn? โ€“ dr. Arie Polim, SpOG

Nah, segitu saja ringkasan ceritanya. Ada yang tertarik ikutan.., silahkan ditunggu post-nya..

Sekedar selingan: Merasa tua..

Hari ini tumben-tumbennya saya, yang orang Indonesia ini, menonton berita berbahasa Rusia di salah satu stasiun TV Australia. Beritanya tentang terpilihnya Emmanuel Macron sebagai Presiden Perancis. Saya sebetulnya sekedar “terdampar” di channel tersebut karena ketika mau pindah saluran, Bear merebut remote control dan menyimpannya di tempat kami biasa menyimpan benda tersebut..hahaha.. Dia pikir semua harus tersimpan pada tempatnya, termasuk remote control, meskipun barang tersebut sedang digunakan.
Ya begitulah.. Jadinya saya terpaku selama beberapa menit menonton berita tersebut yang sedang menyiarkan rencana inagurasi presiden baru itu. Saya antara mengerti dan menebak apa yang sedang diberitakan. Meskipun saya lulusan S1 Bahasa Rusia, tapi saya lulus itu nyaris 20 tahun yang lalu. Jadi sudah banyak yang lupa. Akhirnya saya cek Mbah Google, dan tebakanku ternyata benar.
Saya nyaris menganggap berita tentang presiden baru itu berita biasa, sampai saya membaca bagian ini: “…Emmanuel Macron takes over as France’s youngest ever president..โ€ Jadi penasaran.. Presiden Perancis termuda..? Memangnya umur berapa dia..? Bagi saya, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, itu sudah sangat muda untuk jadi pemimpin negara.. Dia berusia 43 tahun ketika dilantik jadi perdana menteri.
Dan saudara-saudara.., ternyata benar dia muda sekali (untuk ukuran seorang presiden)! Usianya saat ini 39 tahun..! Apa..?!? Ada presiden yang umurnya 3 tahun lebih muda daripada saya..?!? Seketika saya merasa tua.. Padahal mah memang sudah tua.. Terutama jika dibandingkan dengan generasi penggemar One Direction..hahaha..
Ada yang bilang merasa tua itu ketika melihat kerutan di wajah, uban di rambut, karena dipanggil ibu untuk kaum perempuan (dulu dipanggil Mba..), atau dipanggil Pak untuk kaum lelaki (dulu dipanggil Mas..), atau memang karena sudah berusia tua. Dulu saya suka Mariah Carey dan Celine Dion, mereka lebih tua daripada saya. Kemudian muncullah Britney Spears dan penyanyi seangkatannya.. Saya pikir.., ah โ€œanak-anak kecilโ€.. Terus muncul Katy Perry dan Rihanna.. Saya pikir.., ah โ€œanak kecil bangetโ€.. Eh kemudian muncul Justin Bieber (yang emaknya seumuran saya) dan One Direction.. Ya ampun.., โ€œbayiโ€ semua mereka.. Tapi saya belum merasa tua karena saya pikir berkarir di dunia hiburan memang biasanya dimulai sejak berusia muda sekali.
Kemudian di lain hari tumben-tumbennya lagi saya sempat baca berita tentang siapa aktor yang akan memerankan James Bond setelah Daniel Craig. Dan semua kemungkinan kandidatnya seusia saya (umur 40an) atau lebih muda (usia 30-40). Saya mulai merasa..hmmm.., makin tampak berwajah abad 21 saja tampilan James Bond ini.. Saya bukan penggemar James Bond, tapi saya tahu persis semua aktor pemeran James Bond yang terdahulu semuanya berusia lebih tua dari saya.
Dan akhirnya.., hari ini.. Ada presiden berumur 39 tahun..! Tiga puluh sembilan tahun..! Jadi waktu dia kelas 1 SMP, saya sudah kelas 1 SMA dong.. Apaan sih..hahaha..
Ah sudahlah.. Saya mau main petak umpet saja sama Bear.. Dia selalu berhasil membuat saya merasa muda..hehehe..

Sekian ocehan tak penting hari ini.

PS: Silahkan pandangi foto di atas.. Itu Pak Presiden ya, bukan aktor calon pemeran James Bond berikutnya.. Ganteng ya..hehehe..

(057) Suntuk..

Memasuki tahun 2013 saya mendadak galau. Saya lagi pikir-pikir soal bekerja lagi atau tidak. Sejak kembali tinggal di Indonesia di tahun 2012, rencana utama saya dan M sebetulnya ingin punya anak. Tapi sampai saat itu belum terjadi. Mau melanjutkan ikhtiar melalui IVF juga mentok di kendala teknis (jarak, tempat, waktu).
Kemudian saya mulai dapat beberapa tawaran bekerja. Yang pertama dari mantan atasan di Sangatta, yang kedua dari seorang teman di Bandung, yang ketiga dari kenalannya seorang teman di Tangerang, yang keempat dari kenalannya teman di Balikpapan, yang kelima dari mantan atasan yang lainnya di Jakarta. Awalnya semua sangat menjanjikan. Setidaknya saya yakin bakal dapat salah satu dari empat tawaran itu. Tapi kemudian satu per satu tawaran kerja itu mundur karena berbagai hal. Umumnya karena proyek pekerjaan yang akan dituju jadi mundur jadwalnya.
Dari sisi saya sendiri, sebetulnya dilema juga jika benar-benar kembali โ€œngantorโ€. M waktu itu bekerja dengan jadwal 5 minggu kerja 2 minggu libur. Artinya selama 5 minggu berturut-turut dia ada di lokasi tambang, setelah itu libur selama 2 minggu, begitu seterusnya. Kami tinggal di kompleks perumahan karyawan di Sangatta. Jika saya bekerja di luar Sangatta, berarti kami harus tinggal terpisah. Belum lagi dengan jadwal kerja dia yang tidak biasa itu. Kalaupun saya bekerja di Sangatta, jadwal kerja kami tak akan pernah sama. Kalau saya bekerja lagi, kemungkinan besar jadwal kerjanya yang umum saja, 5 hari kerja 2 hari libur, atau 6 hari kerja 1 hari libur. Nah kalau sudah begini.., lalu apa kabarnya dengan program punya anak..? Duuuhh..
Dan entah kenapa.., di setiap tahapan kehidupan yang sedang dijalani, saya sering mendapat komentar tak enak hanya karena orang tersebut tidak sependapat dengan apa yang saya yakini baik untuk diri saya. Padahal seingat saya, saya tidak peduli apa pilihan hidup orang lain selama itu tidak menggangu hidup saya. Contohnya begini, dulu di umur 20-30an, waktu saya sedang jaya-jayanya berkarir, banyak orang di sekitar yang bilang: perempuan berkarir terus dan seperti lupa cari jodoh itu tidak baik, perempuan kalau tidak menikah dan punya anak itu tidak ada artinya, laki-laki akan takut mendekati perempuan yang terlalu tinggi karirnya, dll.., dll.. Nah.., ketika saya memutuskan untuk jadi โ€œlady of leisureโ€, ibu rumah tangga yang tugasnya mengurus rumah tangga saja sambil sesekali โ€œngebolangโ€, ternyata tetap saja ada yang komentar tak enak seperti ini: tuh kan sudah sekolah tinggi-tinggi akhirnya di rumah saja, sayang sekali karir sudah bagus sekarang โ€œhanyaโ€ jadi ibu rumah tangga, jadi perempuan itu kalau hanya mengandalkan gaji suami bakal susah jika ada apa-apa.., dll.., dll.. Lucunya.., banyak di antara mereka yang komentar dulu dan sekarang tersebut adalah orang yang sama. Jadi dulu waktu saya masih kerja, orang ini komentar negatif, ketika saya memutuskan berhenti bekerja, orang ini komentar negatif juga.. Bahkan ada satu orang yang bukan hanya berkomentar negatif, tapi juga melakukan apa yang dulu dia kritik terhadap saya: bekerja. Alasan kenapa dia jadinya bekerja, sementara dulu dia mengkritik saya yang bekerja: โ€œYa soalnya tuntutan hidup, Em.. Gaji suami tidak cukup ternyata..โ€ Jadi seperti โ€œmenjilat ludah sendiriโ€ kan..
Saya cerita ke M, rasanya saya selalu berada di grup sosial yang salah..hehehe.. M bilang, orang-orang yang berkomentar itu mungkin hanya iri karena saya selalu tampak bahagia terlepas dari apapun pilihan hidup saya.. Mmm.., masuk akal..
Tapi yang namanya perasaan suntuk itu masih ada.. Terus saya pikir-pikir.., harus melakukan sesuatu supaya tidak merembet ke arah mental breakdown alias suntuk bin galau tingkat dewa..
Akhirnya saya salurkan energi kegalauan ini ke olahraga. Harap dicatat, aslinya saya bukan orang yang suka berolahraga karena saya tidak suka keringatan. Tapi demi kewarasan otak dan kegembiraan jiwa saya lakukan juga. Masih ingat mensana in corpore sano, a healthy mind in a healthy body, di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat..? Olahraga yang saya lakukan adalah latihan cardio and strength (kekuatan jantung dan ketahanan otot) di gym, Zumba dan segala macam aerobic dance di rumah, berenang, dan jalan kaki. Semua ini saya lakukan sendiri secara bergantian, tanpa teman, tanpa pelatih. Kebetulan kompleks perumahan tempat kami tinggal punya gym/fitness centre sendiri. Jadwalnya setiap hari kecuali Minggu, dengan durasi 90 menit. Jadi saya anggap berolahraga ini seperti pergi โ€œngantorโ€. Hasilnya setelah 4 bulan.., suntuk berkurang banyak, berat badan berkurang sekitar 8 kg.. Saya pun tak punya banyak waktu lagi untuk memikirkan hal-hal tak penting. Lumayan positif..
Nah.., selain hal di atas.., kami juga punya beberapa rencana kegiatan sepanjang tahun 2013 tersebut.. Semuanya kebetulan di Australia. Nanti saya cerita di episode selanjutnya.. Yang jelas, saya baru ngeh, ternyata di 2013 tersebut lumayan padat jadwal kegiatan kami selama liburan di Australia tersebut.

Bersambungโ€ฆ
Episode sebelumnya: (056) Komentar tak terduga..